Bedanya pikiran dengan akal, dogma dan batin, materialisme alami dan materialisme ilmiah.

Pertanyaan: Mohon dijelaskan perbedaan antara: a.  pikiran dan akal, b.dogma dan batin , serta c. sosial materialis  dan individual materialis. 

Jawaban: Akungibnu akan menjelaskan berdasar Teori Minimalis dan Theori Minimalis Plus.

a. Teori Minimalis hanya menginformasikan masalah energi atas dasar FSM yang mengupas masalah energi yang mengisi Alam Semesta dan tidak mungkin keluar dari Alam Semesta, sehingga tidak memasukkan unsur non energi (diantaranya soul).

a. Teori Minimalis Plus menginformasikan adanya non energi (diantranya z atau soul) yang juga mengisi Alam Semesta namun sanggup keluar masuk Alam Semesta.
Interaksi vitalistik antara body yang dibangun oleh energi (E=-x + y)  dengan z (E#-x +y)  menghasilkan microcosmos (keteraturan kecil) yang nenurut  Teori Som Wyn tersusun dari tujuh lapis kehidupan (baca teori Som Wyn) ,  sedangkan energi merupakan pembentuk macrocosmos (keteraturan besar) yang dibekali kesadaran untuk mengurusi diri, jenis dan lingkungan masing-masing oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Perbedaan antara kedua fenomena tersebut adalah:

a. Mcrocosmos telah dibekali oleh Tuhan YME kesadaran (consciousness) untuk mengurus  diri sendiri, jenis dan lingkungan masing-masing sehingga bersifat alami, saling membutuhklan.

b.Microcosmos merupakan individu makhluk hidup yang dikendalikan oleh z, sehingga sanggup memanfaatkan energi pada sub alam masing-masing, dapat  menyesuaikan diri dengan lingkungan macrocosmos atau sebaliknya “mencampuri” urusan macrocosmos. 

 

Pengendalian z inilah yang menjadikan microcosmos bersifat individualis sedangkan macrocosmos yang dibekali kesadaran untuk mengurus diri, jenis dan lingkungan masing-masing  bersifat  alami hingga sanggup mengurusi diri, jenis dan lingkungan masing-masing , tidak berlaku individualis melainkan berlaku  sosial saling membutuhkan agar dapat teratur (cosmos)  tanpa diatur oleh kekuatan lain (misalnya diatur oleh z).

Atas dasar itu maka microcosmos memiliki kesadaran individu yang jauh lebih rumit dibanding kesadaran energi (E=-x +y)  yang bersifat universal, sebab disamping kebutuhan individu masing-masing  akibat dikendalikan oleh soul (z#-x+y)  juga harus menyesuaikan diri dengan lingkungan macrocosmos (E=-x + y).

a. Fikiran bersifat alami (merupakan fenomena macrocosmos di Sub Alam Metafisika)  sedangkan akal bersifat individual (termasuk fenomena microcosmos)

b. Dogma bersifat alami (merupakan fenomena macrocosmos di Sub Alam dogma/ Sub Alam Gaib)  sedangkan batin bersifat individual (termasuk fenomena microcosmos).

c. Materialisme  alami  termasuk fenomena macrocosmos ( tidak hanya untuk  kementingkan individu microcosmos, melainkan untuk jenis dan lingkungannya sehingga disebut sebagai sosio materialisme. Sedangkan  Materialistme ilmiah merupakan fenomena microcosmos karena dikendalikan oleh z.

Manusia adalah bagian dari living organisme yang sanggup memanfaatkan berbagai jenis energi yang tersedia disekitarnya (Sub Alam Fisika dan Sub Alam Biologi) , namun juga dapat menjadikan manusia tergantung dari persediaan energi untuk menopang kehidupannya sebagai microcosmos.   Pengendalian yang dilakukan oleh z  atau spirit  “pilihan” menyebabkan manusia sanggup mengolah bahan alami menjadi bahan ilmiah berdasar teknologi materi.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s