Minimalis vs Aximalis dan Iman vs Takabur.

Pertanyaan: Menurut Eyang Ibnu pada Fiksi Blackhole yang berlatar belakang abad ke 30 terjadi peperangan antara Kaum Minimalis dengan Kaum Maximalis. Dapatkah eyang menjelaskan yang dimakusd dengan Kaum Minimalis dengan Kaum maximalis?

Jawaban: Kebetulan Akungibnu telah sampai pada TM004 yang mengupas masalah penggabungan dan penyatuan fenomena macrocosmos dan microcosmos.
Jika cucu mengikuti perkembangan TM, maka dengan mudah cucu dapat berkomunikasi dengan eyang Ibnu atau Akungibnu atas dasar pemahaman yang dimaksud macrocosmos versi TM dengan microcosmos versi TM.
TM004 mengupas masalah penggabungan (operatornya +) dan penyatuan (operatornya *) macrocosmos (E= -x +y) yang bersifat alami atau universal dan microcosmos yang bersifat ilmiah (yang bersifat individual,
Ada 4 tipe sintesa (penggabungan atau penyatuan) antara yang alamiah (universal) dan ilmiah (individual) yang penting dibanding dengan sintesa yang lainnya. Silakan baca Notasi TM004.
1. A. Penggabungan akal dan batin: Notasi TM004: (>+<) yang menjadikan fenomena alter ego pada manusia. B. Penyatuan akal dan batin yang menjadikan fenomena akal budi yang merupakan keseimbangan dinamis antara akal dan batin yang ilmiah.

2. A. Penggabungan dogma yang alamiah dan batin yang ilmiah (<+<) yang menjadikan fenomena alter ego pada manusia. B. Penyatuan dogma dengan batin  yang menghasilkan fenomena iman (keyakinan bulat tanpa keraguan) seseorang sehingga terhindar dari alter ego.

3. A.Penggabungan fikiran yang unindersal dan akal yang individual (>+>) yang menjadikan alter ego. B Penyatuan fikiran dan akal yang menjadikan superiorsime, merasa tidak ada yang menandingi sehingga takabur merasa superior,  tidak mengakui keberadaan Tuhan Yang Maha Kuasa (bedakan dengan Tuhan YME) dan kekuatan alam yang berujung pada atheisme modern atau merasa sebagai Tuhan.

4. A. Penggabungan materialisme alami yang universal dengan materialisme ilmiah yang individual sehingga dapat menyebabkan alter ego. ( =+=) B. Penyatuan materialisme alami dengan materialisme ilmiah yang menjadikan manusia serakah hanya memikirkan generasinya, tidak mengingat kebutuhan generasi berikutnya. Sifat ini menjadikan manusia bersifat maximalis (ingin menguras apa yang tersedia disekitarnya tanpa mengingat kelestariannya).

Dengan analisa singkat semoga cucu memahami M004 secara objektif. Eyang tidak menggiring opini cucu agar menjadi pengikut kaum minimalis yang menggunakan akal budi demi pelestarian Alam Semesta maupun Sub Alam Fisika.

Ringkasnya:

1. Kaum Minimalis menggunakan akal budi (bukan  sekedar pancainderanya) sehingga menjaga kelestarian alam Semesta / Sub Alam Fisika   (wawasan jangka panjang),  sedangkan Kaum Maximalis hanya  menggunakan pancainderanya  demi  memuaskan nafsu  untuk kenikmatan hidup sesaat atau (==)  sehingga serakah, menguras alam/ Sub Alam Fisika. 
2. Iman memiliki energi gaib yang sangat luar biasa, sebaliknya ilmu pengetahuan yang ilmiah memiliki energi metafisika  sangat luar biasa  hingga menimbulkan atheisme. Jika keduanya saling berhadapan…………..dan saling merasa benar sendiri akibatnya sangat fatal/ mengerikan. Atas dasar analisa tersebut jika manusia ingin hidup damai, maka harus saling menghargai antara yang religious dengan yang atheis.

TM  mendukung spiritual ilmiah yang berupaya mengeluarkan manusia dari artheisme modern, namun juga mengingatkan pada Kaum Relious yang beriman bahwa ilmu pengetahuan yang alami dan  ilmiah  sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia di dunia.

Bagi Akungibnu makna dari vs (versus) bukan berarti saling bermusuhan/berlawanan untuk saling menghancurkan melainkan saling mengimbangi agar masing-masing menyadari kebutuhan/kepentingan hidup bersama tidak saling memperebutkan kesempatan yang diberikan oleh Tuhan YME agar dapat tercapai kondisi cosmos, bukan chaos.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s