Mana yang benar: Materialisme atau Superiorisme yang menyebabkan atheisme?

Pertanyaan: Menurut eyang Ibnu yang menyebabkan atheisme adalah materialisme (TM 003), menurut Akungibnu yang menyebabkan atheisme adalah superiorime (TM004). Apakah Eyang Ibnu dan Akungibnu itu berbeda manusianya atau memiliki alater ego?

Jawaban: Eyang Ibnu pada Ibnu’s Site di Multiply dan Akungibnu pada Akungibnu’s Site di WordPress adalah sama orangnya (bedanya semakin tua dimakan usia), namun fikirannya berkembang terus, jadi belum tentu memiliki alter ego ( cucu boleh saja menuduh eyang/akung Ibnu memiliki alter ego, sebab mungkin saja si Ibnu tidak menyadari bahwa dirinya memiliki alter ego). Yang jelas saat masih muda si Ibnu termasuk golongan Agnotisme (bedakan dengan atheisme) dan berusaha “menemukan” tuhan lewat akal budinya (bukan lewat dogma), sehingga menemukan tuhan-nya, Yaitu Tuhan Yang Maha Esa, yang merupakan pintu gerbang memasuki Spiritual Ilmiah (bedakan dengan Spiritual Religious). Jangan heran jika ada perbedaan antara TM 004 dengan TM003, sebab TM bukanlah dogma melainkan hasil akal budi manusia sehingga setiap saat dapat berubah atau dirubah untuk disesuaikan dengan kebutuhan.

Materialisme dalam TM 003  dinyatakan sebagai E=0, dalam TM004 dinotasikan sebagai =, merupakan keseimbangan statis,  sedangkan maximalisme dalam TM004 dinotasikan sebagai (==) merupakan keseimbangan  super statis yang dapat terakses lewat pancaindera dan peralatan fisika mutakhir,  sehingga jangkauanya jauh lebih besar dibanding sekedar dengan pancaindera, sedangkan akal budi (><) merupakan keseimbangan dinamis antara akal (E=y) dan (E=-x).

Superiorisme (>>)  menjadikan atheisme modern (TM004) , sedangkan materialisme (=) menjadikan atheisme konvensional (TM003) sedangkan  maximalisme (==)  dapat berakibat atheisme konvensional hingga  atheisme  modern lewat poancaindera + peralatan fisika mutakhir. Ateisme modern jauh lebih mengerikan dibanding atheisme konvensional.

Atheisme konvensional (E=0) atau (E=y)  harus diimbangi oleh  dogma (E=-x) , sedangkan atheisme modern (==) + (>>)  harus duiimbangi oleh iman (<<).  Jadi iman (<<)  harus mampu mengimbangi  atheisme modern yang merupakan sintesa dari (==) dan (>>)

Akal budi (><) dapat mengimbangi  materialis rasional (=>)  dan  materialis irrasional (=<)

 

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s