Bukti bahwa Tuhan YME tidak pernah memaksakan kehendak Nya

Pertanyaan: Menurut Akungibnu z patuh pada Tuah YME, mengapa z justru menimbulkan sifat induvidual pada microcosmos, tidak bersifat universal?

Jawaban: Seharusnya demikian, z yang patuh pada Tuhan YME tidak akan menjadikan microcosmos bersifat individual, melainkan universal, karena patuh kepada Tuhan Yang Maha Esa, namun kenyatannya setiap microcosmos berbeda-beda perilakunya. Seharusnya Spiritual Religious yang kedua sifatnya universal (fikiran dan dogma) juga universal, kenyataannya terdapat berbagai jenis Religi (agama) yang berbeda beda hingga bersifat “individual” (kelompok), tidak bersifat universal.

Kenyataan ini dapat memberikan  bukti bahwa Tuhan YME  (hasil akal budi manusia) tidak memaksakan kehendaknya.

a. Dia menyediakan segalanya yang disukai dan yang  tidak disukai oleh manusia (ciptanNya).

b. memberikan kesadaran  (consciousnessa)  pada setiap ciptaanNya untuk mengurusi diri sendiri, jenis dan lingkungan masing-masing.

c. memberikan kesempatan untuk memilih: a. menjadi pembimbing,  b.  patuh pada pembimbing  atau menuruti kehendak masing-masing.

c. semua yang terjadi adalah ulah ciptaanNya (baik macrocosmos maupun microcosmos) namun pasti telah mendapat izin dari Tuhan Yang Maha Esa.

d. izin itu hanya akan diberikan kepada ciptaanNya yang sanggup melakukan upaya/berbuat untuk mewujutkan  keinginan dan berani menanggung risikonya.

Macrocosmos maupun microcosmos tak mungkin keluar dari Alam Semesta, karena memiliki unsur energi,  namun z (soul) yang termasuk dalam non energi sanggup keluar alam semesta menuju ke Alam Abadi.

Secara Akal Budi (bukan dogma)  z bertanggung jawab atas perilaku setiap microcosmos, sebab  diberikan wewenang untuk “mengendalikan” body yang tersusun dari energi.

Living organisme (termasuk Manusia) yang dikendalikan oleh z (soul)  menurut Teori Paralogika dapat digolongkan menjadi:  white blank body ( WB),  tidak menggunakan kesempatan bereinkarnasi, sedangkan yang dikendalikan oleh spirit menggunakan kesempatan reincarnasi sehingga digolongkan reinkarnated body (RB).

WB  patuh pada bimbingan Holly Body (HB)   sedangkan RB tidak patuh pada pada Holly Body , namun mungkin  saja patuh pada Talent Body (TB) atau menurut keinginan sendiri.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s