Manfaat dan konsekwensi ganti nama.

Pertanyaan: Apa manfaat ganti nama? Bukankah ganti nama sangat merugikan?

Jawaban: Bagi yang namanya terkenal dan harum memang sangat merugikan, tetapi bagi yang namanya busuk ganti nama merupakan strategi untuk menghapus citra buruk agar dapat “mengelabui” masyarakat atau menghapus massa lalu yang tidak baik hingga mempermudah memulai dengan yang baik.

Baik yang namanya harum maupun busuk ganti nama tidak semudah membalik telapat tangan, sebab harus melalui prosedur hukum buatan manusia.

Utie mengganti nama Ertis Yulia Moneycomes dengan Ertis Yulia Manikam. Kenyataanya dia lebih sesuai bernama Ertis Yulia Moneycome.

Rama Wirja Atmadja tidak puas dengan nama Ertis Yulia Manikam, tetapi tidak menggantikan melainkan memberikan nama yang sesuai dengan pengharapan beliau, yaitu Diyah Jatiningsih, wanita yang terlahir dari cinta sejati.

Akungibnu berkeberatan dengan nama Sona ( Somowiyono pada cucu akung)  dan meminta diganti dengan Esna (Endang Somowiyono Noto Atmojo).

Lain Akungibnu  dan Utie Endang lain Eyangbuyut Wirja Atmodjo ,  kami mengganti nama sebelum dicatatkan pada akta kelahiran, sebab tahu konsekwensi dari ganti nama. Eyangbuyut tidak menggati nama melainkan memberi nama yang sesuai harapan beliau. Ertis Yulia Manikam diberikan nama pengimbang (alias) Diyah Jatiningsih, yang artinya anak perempuan yang terlahir atas dasar kasih sejati.

Ibnu Somowiyono adalah nama formal dengan tujuan agar menyatu dengan keluarga Ibnu Noto Pringgo. Nama menurut akta kelahiran adalah Somawiyana yang artinya anak lelaki yang dilahirkan pada hari Senin (Soma).  Akungibnu adalah nama yang diberikan oleh cucu-cucu akung. Som Wyn adalah nama ilmiah agar dapat mendunia.

Jadi ada cara lain untuk  mengorbitkan individu yang telah memiliki nama baik/netral , tanpa merubah nama lama sebagai yang eyangbuyut Wirja Atmadja  dan cucu eyang lakukan, memberikan nama yang sesuai dengan harapan/kenyataan. Lain jika tujuannya untuk menghilangkan citra buruk sehingga bernasib buruk untuk membangun citra baik.

Dengan menggunakan akalbudi, maka kita dapat menentukan pilihan kita: masa bodoh atau responsif.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s