Bukti adanya Alam Abadi.

Pertanyaan: Teori Minimalis (TM) menginformasikan adanya Alam Abadi berdasarkan akal budi manusia, bukan berdasar dogma yang tidak usah dibuktikan. Dapatkah Akungibnu membuktikan adanya Alam Abadi berdasarkan akal budi manusia?

Jawaban: Dengan Formula Supernatural Modern  ( E = -x + y )  dan Formula Som Wyn  (E # – x + y )  sangat mudah dibuktikan adanya Alam Abadi yang diinformasikan lewat dogma yang tidak perlu dibuktikan, disamping Alam Semesta yang dapat dibuktikan keberadaannya. Pembuktian ini bukan dimaksud untuk “menandingi” kehebatan dogma, melainkan untuk mengimbangi agar fikiran (universal thinking)  dan akal manusia (human individual thinking)  tidak terbelenggu oleh dogma.

Pembuktikan versi minimalis bukan terbatas pada kemampuan pancaindera (sensing), fikiran (thinking) , batin (believing)  atau kemampuan bawah sadar (subconsciousnes) , tetapi juga dapat melalui keseimbangan dinamis akal budi (dynamic  thinking*believing)

Science ( Ilmu pengetahuan yang materialistik)  menuntut bukti berdasar pengamatan pancaindera (the five sensing) , peralatan fisika ( yang ditunjang oleh fikiran ( universal thinking) dan akal (individual thinking) . Science tidak dapat membuktikan adanya Alam Abadi (undimention nature) sehingga menisbikan bahkan tidak  mempercayai adanya Alam Abadi (UdN)

Spiritual Religous (berbagai agama dan keyakinan)  tidak menuntut bukti, tinggal percaya atau tidak percaya dengan menggunakan dogma (energi gaib)  sebagai pengimbang fikiran (energi metafisika), sehingga meyakini adanya Alam Abadi (UdN) )  disamping Alam Tidak Abadi ( Universe).

Spiritual Alamiah (Nature  Spirituality) : berbagai keyakinan diluar spiritual religious/ diluar kitab suci:   berdasar pengamatan pancaindera alami (Nature Five Sensing), tanpa dibantu peralatan fisika dan fikiran) dan dan hanya  ditunjang  kemampuan bawah sadar yang belum sanggup membedakan antara mimpi dan kenyataan, manusia sebagai bagian living organisme takut pada keperkasaan Alam (Nature)  dan lingkungannya ( Invirontment ). Manusia belum mengenal adanya Alam Abadi (UdN), karena belum memanfaatkan fikiran (Universal Thinking)  maupun dogma (Universal Believing) 

Spiritual Ilmiah (Scientific Spirituality) , mengakui adanya Alam Abadi (UdN) , namun tidak mempermasalahkan fenomena di Alam Abadi (UdN)   kecuali meyakini (Believe)  atas dasar berfikir (Thinking) adanya pencipta Alam Abadi dan Alam Semesta (Unv) , yaitu Tuhan Yang Maha Esa. (The Only One God)

Spiritual Ilmiah (SS)  akan berkembang ke arah penggunakan akal budi (Individual think*mind), bukan lagi keseimbangan  fikiran dan dogma yang alami dan universal (Universal Natural Thinking Believing) , melainkan keseimbangan dinamis antara akal yang individual dan batin yang individual (Individual Thinking dan Believing).  Mengapa? Manusia tidak ada yang sama fikiran (Nature Thinking) or akal (Individual Thinking) Masing-masing living organisme memiliki akal (Indifidual Thingking) atau batin (Individual Believing) masing-masing.  Akal budi (Individual Thinking and believing) akan dapat diamati oleh pancaindera dalam ujud budi pekerti (behavior)/ perilaku atau perbuatan yang dikendalikan oleh akal budi. Itulah sebabnya tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusia perilakunya berbeda, bahkan  manusis perilakunya  berbeda satu dengan lainnya.

TM  dan turunannya menunjang (supports) SS sehingga harus sanggup membuktikan adanya Alam Abadi dan Alam Semesta lewat akal budi manusia.

Dengan akal budi manusia  sanggup membedakan antara benda dengan living organisme, asal tidak terbelenggu oleh ajaran materialisme.

Saat ini manusia dapat membuat robot, tetapi belum sanggup membuat living organisme. Dengan akal budi  dapat dibedakan antara robot buatan manusia  (hasil  teknologi materialistik) dengan living organisme  alami yang merupakan fenomena alami yang oleh Spiritual Religious dinyatakan sebagai ciptaan Tuhan atas dasar dogma sebagai pengimbang fikiran yang menjadikan manusia tidak takut lagi pada alam. 

Saat ini orang awam yang masih  jujur dan tidak terbelenggu oleh ilmu pengetahuan materialis maupun terbelenggu oleh dogma sanggup membedakan robot dengan living organisme. Saat teknologi telah sanggup menghasilkan robot yang sangat mirip  living organisme alami, termasuk manusia (baca Fiksi Blackhole yang berlatar belakang abad ke 30) maka sangat sulit membedakan robot buatan manusia dengan living organisme  alami.

Namun manusia yang membuat robot mutakhir  ( misalnya Bobe Gate dalam BH) sanggup membedakan hasil ciptaannya dengan hasil proses alami. Apa bedanya? Robot terbuat dari materi (clear body)  dan digerakkan oleh energi fisika(clear energy) dan dikendalikan oleh program buatan manusia   sedangkan living organisme terbentuk dari organisme, digerakkan dengan bio energi dan ditumbuhkan serta dikendalikan  oleh z (soul) atau spirit yang alami (tak mungkin diciptakan oelh manusia.

Menurut TM Plus: z atau zeros tidak termasuk energi melainkan bukan energi (non energy) , yaitu E# – x + y.  Formula Som Wyn z # -x +y menegaskan bahwa z merupakan bagian dari E # – x + y, sehingga invalid. tidak memenuhi FSM. Zeros  tidak mungkin dimengerti oleh kemampuan manusia, kecuali lewat dogma.

Teori Som Wyn menyatakan: Interaksi vitalistik antara z dengan body yang tersusun dari energy akan menghasilkan microcosmos, atau keteraturan kecil.

Karena microcosmos mengandung unsur energy yang valid (E = -x +y), maka menjadi dapat dimengerti oleh manusia. Menurut TSW ada 7 lapisan microcosmos (baca teori Som Wyn).

Formula Supernatural Som Wyn : E = – F1(t)  + F2(t) mendekatkan FSM  pada Science dengan menyatakan x = F1(t) dan y = F2(t).  Formula ini menyatakan bahwa energi merupakan fungsi waktu, artinya dimensi utama energi Alam Semesta adalah waktu (time) .  Dimensi  waktu (t) menjadikan Alam Semesta menjadi tidak abadi.

TM menyatakan bahwa Alam Semesta merupakan sebuah sistem tertutup sehingga isi Alam Semesta yang berupa energi tidak mungkin meninggalkan Alam Semesta. Berdasarkan teori kekekalan energi jumlah energi di Alam Semesta  tetap yang berubah hanya kesadaran energi atau dimensinya.

TM Plus menyatakan adanya Non Energi  (E # – x + y ) yang sanggup keluar dari Alam semesta yang dikuasai dimensi waktu ke bagian yang tidak dikuasai oleh dimensi waktu. Bagian diluar Alam Semesta yang tidak dikuasai oleh dimensi waktu ini disebut Alam Abadi.

Alam Abadi terisi oleh Non Energi  E # – x + y, diantaranya soul  z # -x + y.

Dengan Peta Energi dan Non Energi Alam Semesta versi Minimalis  dapat dibedakan berbagai fenomena Alam Semesta berdasar kesadaran energi,  yaitu Sub Alam gaib E = -x, Sub Alam fikir E=y, Sub Alam Fisika E = 0, Sub Alam Transien E = – x + y dengan E#0. y#0 dan y #0.

Fenomena Sub Alam Dogma, Sub Alam Metafisika dan Sub Alam Fisika terakses oleh otak dalam  kondisi sadar, sedangkan Sub AlamTransien secara keseluruhan tidak dapat terakses oleh otak dalam kondisi sadar namun masih sanggup terakes oleh otak dalam kondisi bawah sadar.

Sub Alam Transien dapat dibagi menjadi bagian rasional yang dapat didekati lewat fikiran dan bagian irrasional yang dapat didekati lewat dogma.

a. Sub Alam Dogma  digambarkan sebagai fungsi  E=-x garis lurus di bidang Ex,

b. Sub Alam Metafisika  digambarkan sebagai funsi E=y garis lurus dibidang Ey,

c. Sub Alam Fisika digambarkan sebagai fungsi x=y garis lurus dibidang xy,

d. Sub Alam Transien merupakan fungsi E = – x + y, pada bidang transien yang terusun dari fungsi xy dengan berbagai nilai E. Bidang transien merupakan bidang yang memuat spektrum energi, sehingga masih dapat dimengerti oleh kemampuan manusia.

Diluar garis energi (E=-x, E=y dan x=y) serta diluar bidang spektrum energi terdapat bagian yang terisi Non Energi, diantaranya z yang tidak mungkin dimengerti oleh kemampuan manusia.

Dengan kata lain. kemampuan manusia untuk memahami Alam Semesta sangat terbatas, namun manusia berusaha untuk dapat menguak rahasia Alam Semesta lewat akal budinya.

Z tidak mungkin terakses oleh manusia, namun jika berinteraksi secara vitalistik dengan body yang tersusun oleh enegy menjadi microcosmos maka menjadi dapat dimengerti oleh manusia.

Spirit  merupakan interaksi vitalistik antar astral body yang sanggup melanglang ke segenap penjuru Alam Semesta karena tidak memiliki massa, namun tidak mungkin meninggalkan Alam Semesta karena memiliki unsur energi. Spirit  sanggup mengetahui batas (terluar) dari Alam Semesta yang tidak mungkin dicapi oleh kendaraan yang bermassa.

Spiritual Ilmiah akan memanfaatkan spirit untuk mengetahui batas Alam Semesta sehingga dapat membuktikan adanya Alam Abadi. Namun Spiritual Ilmiah tidak mempermasalahkan fenomena Alam Abadi yang telah diinformasikan lewat dogma agar tidak terjadi benturan antara Spiritual Ilmiah dengan Spiritual Religious.

Catatan: Sub Alam Biologi atau Sub Alam Organisme hanya terdapat dibagian Alam Semesta yang memiliki biosfera. Bumi bagaikan debu di Alam Semesta namun sangat langka, karena bumi memiliki biosfera yang memungkinkan terjadinya kehidupan yang bertubuh organisme.

Organisme merupakan hasil interaksi antara clear body/clear energy dengan Symmetrical Trans Wave (STW) yang menghasilkan photon atau Neutrino.

Living organisme mengalami bioritmik, kondisi sadar dan bawah sadar.

Saat ini manusia dikendalikan oleh spirit dan belum sanggup mengendalikan spirit secara ilmiah, namun dengan kemajua IT suatu saat manusia  sanggup mendeteksi beradaan spirit hingga sanggup bekerja sama dengan spirit.

Pada fiksi Black Hole: dikisahkan Max Freud sanggup menciptakan CSPN yang dapat dikendalikan oleh spirit. CSPN dilengkapi dengan sarana  komunikasi dan navigasi sehingga dapat dikendalikan oleh spirit yang dapat berkomunikasi dengan pusat pengendali microcosmos yang dipimpin oleh Bob Gate.  Kendaraan Spiritual Ilmiah ini sanggup mencapai batas luar Alam Semesta namun tidak dapat menembus batas itu, karena baik CSPN maupun Spirit memiliki unsur energy. Berdasar Akal Budi manusia, batas itulah yang “memisahkan” antara Universe dengan Alam Abadi yang tidak berdimensi (Undimention Nature)

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s