Saran dari seorang cucu di dunia maya.

Saran: membaca tulisan Akungibnu yang berjudul Bukti adanya Alam Abadi cucu menyarankan penggunaan istilah  minimalis  dalam bahasa Inggris agar tidak terjadi kerancuan dengan istilah konvensional  sebagai berikut:

1. Fikiran*Dogma: Natural Thinking*Natural Believing atau Natural Thinking*Believing (NTB) = keseimbangan fikiran yang alami* dogma yang  alami adalah fenomena Spiritual Religious  atau Religious Spirituality (RS) 

2. Akal*Dogma: Individual Thinking*Universal  Believing = Dynamic Equality of individual Thinking*Universal Believing adalah fenomena Spiritual Ilmiah    atau  Scientific Spirituality (SS)

3, Akal budi : Individual Thinking* Individual Believing = Dynamic Equality of Individual Thinking*Believing  (ITB) merupakan pengembangan SS

4. Alam Abadi: Undimention Nature (UdN)  = Timeless Nature (TlS)

5. Tuhan Yang Maha Esa = The only one God (Too God)

Terimakasih atas saran cucu!

Benar sekali saran cucu, sebab terjemahan dalam bahasa Inggris  kata/istilah Minimalis yang tidak menggunakan kata/istilah khusus dengan  menggunakan kata/istilah konvensional  sering tidak sesuai dengan yang dimaksud oleh TM, sebagai contoh Alam Abadi diterjemahkan Eternal Nature, Tuhan YME diterjemahkan Mighty God,  Spiritual Ilmiah diterjemahkan Spiritual Science,  Fikiran diterjemahkan Mind, Batin diterjemahkan Mind ………………..

TM merupakan penunjang SS yang dualistik sedangkan istilah konvensional dalam bahasa Inggris menggunakan istilah Science yang monolistik (Tidak mengenal fenomena diluar fenomena nyata, semua yang tidak nyata/semu dianggap tidak ada.  Sub Alam Fisika dipandang sebagai Alam Semesta, sehingga  dipaksakan menggunakan   kata/istilah konvensional yang sering tidak sesuai dengan yang dimaksud oleh TM.

Science tidak mengakui adanya Alam Abadi ( fenomena setelah kematian) , Soul, Spirit (fenomena Alam Semu dan Alam Transient)  dll  …………. yang diinformasikan lewat TM untuk menunjang Spiritual Ilmiah,   sehingga meminjam  kata/istilah Spiritual Alami  (SA) , Spiritual Religious (SR) , atau menggunakan istilah   Science yang materialistik.

Science telah sanggup memanfaatkan  alat fisika sebagai penunjang pancaindera  (The Five Sensing) hasil rekayasa manusia untuk mengakses Alam Semesta sangat luas, namun  tetap saja menisbikan adanya Sub Alam.  Mengapa?  Science  datang setelah Era Spiritual Alamiah, Era Spiritual Religious , sedangkan Spiritual Ilmiah datang setelah . SS merupakan upaya manusia untuk mengeluarkan mereka yang terjebak dalam atheisme  akibat menganggap isi Alam Semesta hanya materi yang nongol tanpa ditelusuri asal usulnya, sehingga menisbikan yang mencipta/menyediakan.  SS juga berupaya  menyatukan kembali keyakinan dan agama (Believing) yang terpecah belah  akibat memperebutkan kepentingan  sehingga chaos  untuk kembali pada SR yang Alami dan Universal.

Agar manusia dapat hidup damai dan saling menghormati, maka harus dikembangkan akal budi yang diujutkan dalam budi pekerti (behaviour)  Budi pekerti  dapat dinilai oleh sesama hidup atau sesama manusia,  sangat berbeda dengan iman yang hanya hanya dapat dinilai oleh Tuhan YMK. 

Jika setiap living organisme (terutama manusia)  berakal budi mulia (best behaviour) :  tidak mencederai diri sendiri, jenis dan lingkungan masing-masing maka dunia tidak akan menjadi chaos melainkan kembali cosmos.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s