Bukti manusia hasil Revolusi Microcosmos di Bumi.

Pertanyaan: Menurut Akungibnu manusia merupakan spesies manusia yang berbeda dengan spesies binatang,  sehingga diinformasikan lewat Teori Revolusi Som Wyn (TRSW) bahwa manusia merupakan hasil revolusi microcosmos di bumi, bukan hasil evolusi sebagai yang dinyatakan oleh Teori Evolusi Darwin. Dapatkah Akungibnu membuktikan  kebenaran TRSW dan apa manfaatnya?

Jawaban: Manusia adalah penghuni bumi paling muda  dibanding living organisme lainnya, namun perkembangannya sangat pesat bagaikan proses revolusi, bukan sekedar evolusi seperti living organisme lainnya.

Secara History perkembangan budaya/peradaban  manusia sangat cepat sehingga tumpang tindih (overlap) yang satu belum selesai  telah disusul oleh yang lain. Menurut Teori Paralogika terdapat 4 tahap budaya/peradaban  manusia di bumi:

1. Era Spiritual Alami  atau Natural Spirituality (NS) saat manusia belum danggup memanfaatkan fikirannya, sehingga hanya mengandalkan pancainderanya  atau The Five Sensing (FS) dan Kemampuan bawah sadarnya  atau Subconsciousnes Capablelity (SbC). Pada saat ini manusia takut pada Alam  (Nature) dan Lingkungan (Environtment) , namun pada saat itu manusia sudah berbeda dari living organisme lainnya, sebab fisik dan kemampuan biologis serta  kemampuan pancaindera manusia sangat terbatas namun strukture otaknya lebih sempurna.

2. Era Spiritual Religion atau  Religious Spirituality (RS).  saat manusia sanggup memanfaatkan fikirannya. Fikiran manusia yang alami dan universal memungkinkan manusia   menggagas adanya yang menciptakan alam dan sanggup mengatur alam, yaitu Tuhan. Dengan berlindung pada Tuhan manusia tidak lagi takut pada alam.  Pemikiran  adanya Tuhan yang menciptakan alam adalah alami dan universal atau Universal and Natural  Thingking (UNT).

Karena tidak takut lagi kepada alam, maka dikhawatirkan manusia akan menjadi perusak alam. Untuk itu dibutuhkan dogma yang alami dan universal atau Universal and Natural  Believing (UNB) untuk mengimbangi fikiran manusia.  Tuhan yang menciptakan alam dijadikan menggatinya, sehingga manusia harus patuh kepada Sang Pencipta Alam, yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa yang menjanjikan kehidupan yang lebih baik bagi yang mematuhi perintahNya dan memberikan sangsi bagi yang ingkar.

3. Era Science yang materialistik atau Materialistic Science (MS) saat manusia berkembang akalnya yang ilmiah dan individual atau   Scientific Individual Thinking (SIT). MS mengandalkan pancaindera (FS)  dan akal (SIT) . Keberadaan Tuhan tak dapat dibuktikan lewat pancaindera dan tidak dapat diterima oleh akal, lebih-lebih Tuhan dimanfaatkan oleh para penguasa yang menggunakan batin atau Scientific Individual  Believing (SIB) untuk disatukan dengan dogma (Universal Nature Believing)  menjadi iman.

Pancaindera manusia menjadi  hampir tidak terbatas berkat bantuan peralatan fisika hasil  penggunaan akal manusia. Berkat peralatan fisika manusia sanggup mengakses Alam Semesta yang sangat luas dan partikel yang sangat halus/kecil.

Karena MS tidak dapat mengakses Tuhan YMK  lewat pancaindera dan peralatan fisika dan menganggap Tuhan YMK menghalangi kebebasan berkeyakinan, berfikir apalagi berbuat, maka timbulan:

a. Aganotisme  meragukan keberadaan atau ketidak beradaan Tuhan YMK.  

b.Atheisme yang  tidak mengakui keberadaan Tuhan YMK.

 

Akibat perebutan kepentingan maka dunia  menjadi kacau. Peperangan  berakibat mundurnya peradaban manusia, namun dapat mengurangi populasi manusia. Peperangan juga menjadikan manusia semakin cerdas dan terampil  membuat peralatan perang disamping membangun kembali kerusakan yang disebabkan oleh peperangan. Terjadilah berbagai proses revolusi (revolusi sosial, revolusi industri  dan lain perubahan cepat)  yang tidak mungkin dilakukan oleh living organisme lainnya di bumi. 

4. Era Spiritual Ilmiah atau Scientific Spirituality (SS): saat manusia menyadari akibat fatal   berebut kepentingan yang menjadikan kekacauan dan penghancuran. Manusia  mendambakan ketenteraman dengan mendahulukan kepentingan yang lebih besar, yaitu kepentingan bersama agar dunia kembali cosmos.

Tujuan SS adalah mengeluarkan manusia dari atheisme yang menjadikan manusia menjadi merasa superior dan dapat berbuat sesukanya,  disamping menyatukan  Spiritual Religious yang terpecah-pecah akibat memperebutkan Tuhan.

Mungkinkah obsessi SS terujud? Jika Tuhan YME mengizinkan  segalanya dapat terjadi, tanpa izinNya tak mungkin apapun dapat terjadi.  Izin itu hanya akan diberikan kepada ciptaanNya yang sanggup melakukan upaya untuk mewujutkan keinginannya.

Quo vadis manusia dan isi dunia, ingin cosmos atau chaos? Jika ingin cosmos jangan berebut kepentingan, mencari benar sendiri. Jika ingin chaos…….. silakan berebut kepentingan sehingga bumi menjadi chaos,   membara bagaikan neraka.

Jika telah sanggup melakukan upaya untuk mewujutkan keinginannya hingga mendapatkan izin dari Tuhan YME, ada faktor yang juga penting, yaitu berani menanggung risikonya. Jika tidak berani menanggung risiko, maka izin itu tidak akan dimanfaatkan.

Keinginkan untuk menang sendiri menjadikan bumi chaos, menjadikan bumi membara bagaikan neraka. Keinginan menjadikan bumi damai bagaikan sorga berakibat  manusia ogah meninggalkan bumi sehingga bumi yang bagaikan debu di alam semesta akan dipenuhi oleh manusia. Akan dikemanakan manusia?

Mungkinkah manusia berimigrasi ke planit lain? Manusia adalah living organisme yang hanya mungkin hidup dibagian alam semesta yang memiliki biosfera. Tidak setiap planit memiliki biosfera. Dengan peralatan secanggih apapun manusia sebagai living organisme  tidak mungkin berimigrasi kebagian alam semesta yang teramat jauh,  karena manusia bertubuh organisme yang bermassa dan hidupnya sangat terbatas.

Manusia merupakan hasil revolusi microcosmoa di bumi, maka manusia seharusnya   menata/ melestarikan bumi atau sebaliknya merusak/menghancurkan  bumi,  Nasib bumi ada di tangan manusia disampin kekuatan alam.

Yang menentukan perilaku manusia adalah yang mengendalikan manusia, yaitu soul atau spirit.  Spirit sanggup menjelajahi alam semesta yang sangat luas karena tidak memiliki massa namun memiliki energi.

Spiritual Ilmiah menjadikan manusia sanggup melakukan apa yang diinginkan, diantaranya melakukan perjalanan spiritual ke bagian alam semesta yang teramat jauh (galaxy lain) untuk menemukan bagaian yang memiliki biosfera. Ditempat yang baru ini spirit manusia akan memanfaatkan organisme yang terbentuk secara alami disitu untuk melakukan revolusi ditempat yang baru.  SS tidak mempermasalahkan bagian diluar Universe, sebagai halnya RS, namun menginformasikan bahwa Tuhan YME menyediakan segalanya, yang disukai oleh manusia atau yang tidak disukai oleh manusia yang bertubuh organisme (bagian dari macrocosmos), namun harus sanggup melakukan upaya untuk mewujudkan keinginannya dan berani menanggungrisikonya.

Yang perlu diwaspadai adalah:

Spirit jahat dimanapun akan berlaku jahat, spirit baik dimanapun akan berlaku baik.

Organisme manusia berasal dari bumi, namun spirit yang mengendalikan berasal dari galaxy lain yang peradabannya telah sangat maju, itulah sebabnya manusia merupakan hasil revolusi microcosmos di bumi. Seandainya spirit manusia sanggup menemukan bagian alam yang memiliki biosfera, maka disitu telah terdapat living organisme lain, namun manusia juga akan melakukan proses revolusi ditempat itu sebagai yang telah dilakukan di bumi.

Manfaat TRSW sebagai bagian dari TM adalah menunjang Spiritual Ilmiah.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Bukti manusia hasil Revolusi Microcosmos di Bumi.

  1. Akung Ibnu berkata:

    Teori Revolusi Som Wyn tidak menentang Teori Adam dan Hawa, karena TRSW tidak menyangkal Adam dan Hawa merupakan manusia pertama di bumi, sehingga mungkin sekali sebagian manusia di bumi adalah keturunan Adam dan Hawa, namun sebagian besar nanusia adalah turunan pasang manusia yang organismenya terbentuk secara alami, namun spiritnya berasal dari Galaxy lain yang peradabannya telah sangat maju. sesuai dengan Teori Som Wyn, yang menginformasikan bahwa manusia (yang bukan keturunan Adam dan Hawa) adalah hasil revpolusi microcosmos di bumi, sehingga terdapat berbagai ras manusia dengan berbagai warna kulit dan DNA.
    TRSW juga tidak menyangkal Teori Evolusi Darwin, secara biologis organisme manusia mirip dengan organisme binatang (misalnya kera) karena bahannya berasal dari dunia,( bukan dari luar angkasa apalagi sorga) , namun secara Spiritual Ilmiah (SS) yang menumbuhkan manusa adalah spirit yang berbeda dengan yang menunbuhkan dan mengendalikan manusia. Itulah sebabnya SS menilai manusia bukan dari organismenya melainkan dari peri-lakunya (budi pekertinya).
    RS menilai manusia berdasar organisme dan imannya. Binatang dagingnya boleh dimakan manusia karena binatang tidak memiliki iman, daging manusia dilarang dimakan karena manusia memiliki iman. Betapa jahatnya manusia akan diperlakukan sebagai manusia, sebaliknya betapa “baiknya” biinatang tetap saja tidak dibedakan dengan binatang lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s