Pengikut, murid dan sejalan.

Pertanyaan: Akungibnu menyatakan budi perkerti merupakan perwujudan dari akal*batin (akal* budi) padahal Syekh Siti Jenar telah lebih dulu menggunakan istilah budi pekerti. Apakah Akungibnu pengikut Syekh Siti Jenar?

Jawaban:

Silakan baca buku berjudul Namaku Bapak Mas Yon terbitan dapurbuku.com. Isi buku itu juga dapat dibaca lewat Akungibnu di Wordsite.com yang berjudul STPH (Sedikit Tentang Pengalaman Hidupku).

Guru Spiritual akungibnu adalah seorang Katholiek, bukan seorang Muslim, sehingga tidak ada kaitan antara Akungibnu dengan Syekh Siti Jenar atau Walisanga lainnya.

Walaupun demikian akung tidak menjadi pengikut guru spiritual tersebut, atau  memeluk agama yang dianut oleh guru spiritual itu, melainkan berguru padanya, terutama perihal Science. Berguru dapat formal atau informal tujuannya mencari ilmu, bukan untuk menjadi pengikut.

Harus dibedakan antara murid dengan pengikut! Murid belajar ilmu yang dikuasai oleh seorang guru sedangkan pengikut lebih mengedepankan kesetiaan kepada yang diikuti. Ada ungkapan bagi seorang pengikut: pejah gesang nderek panjenengan.  Ada ungkapan bagi seorang murid: mengangsu ilmu yang bermanfaat untuk dikritisi, disesuaikan dengan kebutuhan, disempurnakan, agar dapat dilestarikan atau diganti dengan yang lebih sesuai dengan kebutuhan bagi diri sendiri, jenis dan lingkungan.

Akung sendiri tidak mempelajari  ilmu agama, walaupun mertua Akung  seorang Theosofi yang mempelajari berbagai agama. Di perpustakaan Loge Dharma tersedia buku Theosofi yang mempelajari tasawuh Syekh Siti Jenar Saat membaca buku itu justru “merasa berlawanan arah” dengan ilmu fisika yang akung pelajari, sehingga Akungibnu  sikapi dengan  kesejajaran (paralelisme) agar tidak akan saling berbenturan. Science memandang hidup hanya proses biologi atau bio kimia, berbeda dengan spiritual.

Sering kali sekedar ingin tahu dari mendengar, membaca atau menerima informasi dari seseorang yang berilmu diluar ilmu yang Akung pelajari  Akungibnu berusaha  dapat mengerti namun justru  berujung tidak dapat memahami sehingga berusaha untuk mengkritisi.  Sebagai contoh: Akungibnu tidak dapat memahami Teori Relativitas yang menyatakan waktu dapat diperpanjang, diperpendek apalagi dihentikan serta diputar bailkkan, Akungibnu juga tidak dapat memahami pemutar balikan hidup dan mati yang berujung pada kelirumologi, susah untuk difahami mana yang benar dan mana yang salah.

Dalam masalah budi pekerti Akungibnu sejalan dengan ajaran mulia Syekh Siti Jenar, yaitu budi pekerti merupakan fenomena yang sangat penting  dalam kehidupan manusia, sebab dapat dinilai oleh sesama manusia sehingga saling mempercayai dan menghormati satu dengan lain, tanpa membedakan iman seseorang.

Dalam masalah menafsirkan mati dan hidup Akungibnuu  tidak sepenuhnya sejalan, baik dengan  agama maupun Science. Bagi Akungibnu kematian adalah proses perpisahan antara organisme (hardware)  dengan soul atau spirit (user).

Organisme yang terbentuk dari energi fisika dan STW (cahaya yang menghasilkan photon) tidak mungkin meninggalkan Alam Semesta karena dibangun oleh energy, sedangkan soul  bukan termasuk energy sehingga mungkin keluar masuk Alam Semesta.

Menurut Akungibnu hidup adalah suatu kenyataan adanya microcosmos disamping macrocosmos. Manusia adalah bagian dari living organisme, bagian microcosmos yang bertubuh organisme dan dikendelaikan oleh soul atau spirit. Menurut Teori Paralogika ada dua jenis living organisme, yaitu Whiteblank Body (WB)  dan Reinkarnated Body(RB).

WB hanya dapat dijelaskan lewat Spiritual Religious, sedangkan RB masih mungkin  dijelaskan lewat Spiritual Ilmiah. Menurut Akungibnu  kematian bagi RB disebabkan oleh ditinggalkannya organisme oleh spirit. Organisme akan terdaur ulang atau  akan terurai lagi menjadi partikel dan STW.

Spirit merupakan hasil interaksi vitalistik antara soul dengan astral body sehingga tidak mengkin meninggalkan Alam Semesta, kecuali jika terlepas mata kail antara soul dengan astral body, baru mungkin soul sanggup  keluar dari Alam Semesta.

Kesimpulan: Living organisme terakses oleh otak otak dalam kondisi sadar bukan sekedar mimpi yang hanya terakses dalam kondisi bawah sadar, bahkan living organisme dapat terakses oleh pancaindera dan peralatan fisika hasil akal*budi manusia, jadi hidup adalah kenyataan, sedangkan mati adalah lepasnya pengendalian organisme oleh soul atau spirit.

Soul siap untuk memasuki Alam Abadi namun………….. harus menanti hingga peradilan akhir zaman. Menurut guru Spiritual Akungibnu  arti dari RIP (Rest In Peace)  adalah beristirahat dalam kedamaian.  Siapa yang beristirahat? Menurut guru Akung  adalah Soul. Untuk apa? Untuk menanti akhir zaman! Kapan Zaman berakhir? Hari Kiamat!

Spirit tetap berkutat di Alam semesta untuk mendapatkan organisme baru untuk dikembangkan dan di kendalikan sebagai RB.

Jadi ada dua kemungkinan apa yang akan terjadi setelah kematian berdasar akal budi manusia (bukan berdasar dogma):

a. Mereka yang puas dengan satu kehidupan dan siap meninggalkan Alam Semesta  yang dikuasai dimensi waktu  menuju ke Alam Abadi yang tidak dikuasai oleh dimensi waktu, walau masih harus menunggu, entah dimana,  sampai peradilan akhir zaman. Hal ini sesuai dengan Spiritual Religious.

b. Mereka yang belum puas dengan kehidupan yang telah dijalani akan memanfaatkan kesempatan  melakukan reinkarnasi. Hal ini sesuai dengan Spiritual Ilmiah.

c. Mereka yang materialistik tidak mengenal adanya kematian sebab memandang hidup hanya sekedar proses biologi, tidak mengakui adanya soul yang harus mempertanggung jawabkan kepada Tuhan, sebab mereka tidak mengakui adanya Tuhan.

 

 

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s