Apa beda Psychology dengan Psycho Minimalis ?

Pertanyaan: Mohon dijelaskan perbedaan antara Psychology dan Psycho Minimalis.   Apa manfaatnya?

Jawaban:

Psychology berdasar MS (Materialistic Science), sedangkan Psycho Minimalis berdasar Teori Minimalis yang merupakan penunjang Scientefic Spirituality (SS).

Psychology merupakan Ilmu Abu-abu, sebab tidak menjelaskan apakah itu yang dinamakan jiwa, sedangkan Psycho Minimalis dengan tegas menginformasikan “jiwa” merupakan pengendali living organisme baik yang berupa soul (z)  maupun spirit {(E#0) + z}

Psycho Minimalis termasuk dalam SS yang  hanya mempelajari organisme {(E=0) +(STW)  } yang dikendalikan oleh spirit {(E#)+z)  yang berupa Reinkarnated Body (RB), sedangkan perihal Withebank Body(WB)  hanya mungkin dijelaskan lewat  keseimbangan fikiran*dogma “(><)”  dalam Spiritual Religious (RS).

TM memanfaatkan Formula Supernatural Modern  (E= -x + y),  dan Formula Som Wyn  ( z#-x + y) 

Soul (z)  tidak mungkin dimengerti oleh manusia (kecuali lewat dogma), namun spirit dapat dimengerti oleh manusia karena memiliki unsur energy (Trans Energy).

Manusia termasuk living organisme, bagian dari microcosmos (keteratuiran kecil)  yang bertubuh oreganisme. RB merupakan hasil interaksi semi vitalistik antara organisme dengan spirit. Perilaku living organisme dapat teramati lewat: pancaindera dan peralatan fisika hasil akal manusia. Teori Paralogika (TP) menggunakan komputer sebagai model organisme dan user sebagai model spirit

Dengan TP dapat dipelajari budi pekerti manusia dan living organisme lainnya berdasar keseimbangan  akal budi ‘(><)’, bukan berdasar keseimbangan fikiran dogma “(><)”.

TP membedakan antara: otak yang merupakan organ tubuh (dimodelkan dengan cpu pada komputer)   dengan  program terapan a. fikiran, b. keyakinan/dogma , c.pancaindera

Psycho Minimalis mengembangkan TP dan membedakan antara a. fikiran dengan akal,  b. keyakinan/doga dengan batin, c. pancaindera dengan peralatan fisika.

a. fikiran  merupakan program metafisika E=y  atau E>0  notasinya  (“>), sedangkan akal notasinya (‘>)

b. dogma  merupakan   program gaib  E=-x atau E< 0,  notasinya  (“<), sedangkan batin notasinya (‘<)

c. pancaindera merupakan program fisika  x=y=q atau E=0 notasinya (“=) sedangkan peralatan fisika notasinya (‘>)

c. program pancaindera y=x atau (E=0)  notasinya  (“=)

Spycho Minimalis membedakan antara:

a.Fikiran  ( Natural * Universal Thinking)  E>0 dinotasikan (“>)  Akal (Scientific * Individual  Thinking)  E>0 notasinya  ‘(>).  Penyatuan fikiran * akal notasinya   “(>>)’ menjadikan manusia merasa superior sehingga takabur. Penggabungan fikiran + akal “(>+>)’   menyebabkan agnotis (keraguan) .

b.Dogma (Natural * Universal Believing)  E<0  notasinya (“<)  sedangkan  batin (Scientific * Individual Believing)  E<0 notasinya (‘<) . Penyatuan dogma*batin menghasilkan iman  notasinya  “(<<)’  sedangkan penggabungan dogma + batin “(<+<)’  menjadikan manusia munafik (bertpura-pura.)

c.Pancaindera ( Natural* Universal Five Sensing) E=0 dinotasikan (“=) sedangkan peralatan fisika (Scientific* Individual Five sensing) notasinya (‘=).   Penyatuan pancaindera* peralatan fisika notasinya “(==)’ menjadikan  manusia sanggup mengakses alam semesta yang sangat luas dan isi alam semesta yang teramat halus, sehingga manusia  sanggup memanfaatkan semua yang tersedia disekitarnya  menjadikan manusia serakah (maksimalis)

Spycho Minimalis berupaya menjelaskan perilaku RB yang tidak dijelaskan lewat Psychology (yang tidak mengakui adanya spirit). Spycho Minimalis  adalah turunan dari Teori Minimalis yang merupakan penunjang SS.

SS tidak mempermasalahkan Alam Abadi  yang diluar jangkauan akal manusia, melainkan berusaha menguak rahasia Alam Semesta yang teramat luas agar manusia sanggup melakukan migrasi ke galaksi  lain  (yang tidak mungkin dijangkau oleh kendaraan bermassa), untuk menemukan bagian Alam Semesta yang memiliki biosfera.  Perjalanan ini adalah perjalanan spiritual yang hanya dapat dilakukan oleh spirit yang bertubuh astral dan hanya membutuhkan energi  transien., sehingga dapat melintasi bagian Alam Semesta yang tidak memiliki biosfera.

Fiksi Blackhole karya Ibnusomowiyono yang berlatar belakang abad ke 30 “memprediksikan” pada abad ke 30 manusia sanggup membuat kendaraan yang tidak bermassa yang dinamakaan CeeSPeeN (baca cispin)  atau CSPN (Capsule Sub Pra Natural) , yang memiliki sarana navigasi dan komunikasi, yang sanggup dikendalikan oleh spirit agar tidak tersesat dalam melakukan perjalnanan spiritual.

Tertarik? Baca Fiksi Blackhole.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.