Sing menang aja umuk sing kalah aja ngamuk!

Partanyaan: Saya kagum atas ramalan Akungibnu, ternyata Suryapaloh berhasil menjodohkan Jokowi dengan Jusuf Kala sehingga menang dalam pemilihan presiden RI 2014 – 2019.
Bagamana ramalan Akungngibnu paska pemilu presiden yang dimenangkan oleh Jokowi/JK?

Jawaban: Akungibnu bukan peramal, melainkan  sekedar memprediksikan sebagai halnya Quickcount. Sebuah prediksi akan akurat jika dibunakan metoda ilmiah.

Terlalu dini untuk menyatakan Jokowi & JK akan menjadi presiden & Wakil Presiden  RI 2014 – 2019, walau menurut mayoritas Quickcount dan Realcount diprediksikan akan menang, harus kita tunggu pengumuman KPU (tanggal 22 Juli 2014).

Seandainya memang benar pasangan Jokowi & JK diyatakan “menang” oleh lembaga yang berwenang menentukan siapa yang berhak memimpin RI berdasar pilihan rakyat lewat pemilu yang demokratis, namun belum berarti yang kalah  dapat menerima kekalahannya.

Menurut Teori Minimalis/ Teori Som Wyn: ada tiga pilihan:

a. Sitik eding (yang berkuasa tidak adigang adigung adiguna dan yang lemah/kalah tahu diri).

b. Genti genten (yang tidak terpilih karena tidak/belum dipercaya oleh rakyat yang memilih bersedia ikhlas/legawa untuk sementara diluar  likung kekuasaan untuk mengontrol yang berkuasa agar tidak mengingkari janji sehingga mendapat kesempatan dipilih pada pemilihan berikutnya).

c. Tiji- tibeh (mati siji mati kabeh atau kill or to be killed).

Yang kalah masih dapat melakukan upaya lewat MK, namun berarti tidak legawa dalam menyerahkan kepemimpinan kepada yang dipilih rakyat lewat pemilu. Jika ternyata upayanya ditolak oleh MK mungkin saja akan menghalalkan segala cara bukan lagi menggunakan cara yang halal.

Agar terhindar dari bencana sebaiknya jangan pilih cara ke tiga (tiji tibeh) sebab itu artinya tak ada kesempatan lagi bagi yang saat ini  sedang kalah untuk dipilih lewat pista demokrasi berikutnya melainkan “pista” memperebutkan bangkai sebagai apa yang terjadi di Timur Tengah.

Pesan Akungibnu: Sing  menang aja umuk (hingga menimbulkan kemarahan yang kalah), Sing  kalah aja ngamuk yang menimbulkan bencana.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s