Beda Spiritual Ilmiah dengan Spiritual Religious.

Pertanyaan: Mohon dijelaskan beda Spiritual Ilmiah dengan Spiritual Religious.

Jawaban:

1. Spiritual Religious  merupakan keseimbangan fikiran yang alami dan universal dengan dogma yang alami dan universal. Dogma diperlukan untuk mengimbangi fikiran manusia yang tidak lagi takut pada lingkungan karena telah menemukan pencipta Alam Semesta yaitu Tuhan.

Tuhan menjanjikan kebahagiaan abadi bagi yang patuh pada bimbinga Nya dan memberi sangsi bagi yang ingkar.

Spiritual  Religious menjadikan Tuhan memiliki dan memanfaatkan kekuasaan Nya untuk mengatur kehidupan  manusia agar tidak merusak lingkungannya, sehingga Tuhan merupakan Sang Maha Pengatur dan dinamakan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Spiritual Religious yang alami dan universal terpecah menjadi berbagai keyakinan/agama akibat masing-masing memiliki iman yang berbeda-beda. Iman merupakan penguatan (bukan keseimbangan ) dogma yang alami dan universal dengan batin yang individual namun ilmiah (dapat diterima oleh akal). Tiap pemeluk agama merasa paling benar sehingga terjadilah perebutan kepentingan.

Spiritual Religious erat kaitannya dengan Alam Abadi,  namun pencapaiannya berbeda-beda. Paling tidak ada Agama Langit (Agama Ibrani) dan Agama Bumi disamping keyakinan yang tidak termasuk dalam katagori agama, namun meyakini adanya Alam Abadi.

2. Spiritual Ilmiah merupakan keseimbangan akal yang individual namun ilmiah (dapat diterima akal) dengan dogma yang alami dan universal.

Menurut TM dan turunannya: Ketuhanan Yang Maha Esa  (yang merupakan hasil akal yang individual namun  ilmiah diimbangi  budi/batin yang individual namun ilmiah) merupakan  gerbang memasuki Spiritual Ilmiah.

Menurut Teori Som Wyn: Tuhan YME tidak sama dengan Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga dapat diterima oleh mereka yang alergi terhadap Tuhan dari sudut pandang agama (religious). Dia memang sangat berkuasa, namun tidak menggunakan kekuasaannya untuk mengatur ciptaan Nya.

a. Tuhan YME menyediakan segalanya, baik yang diinginkan oleh ciptaan Nya (termasuk manusia)  atau yang tidak diinginkan oleh ciptaan Nya (termasuk manusia).

b. Tuhan YME memberikan kesadaran (consciousness) kepada setiap ciptaan Nya, baik macrocosmos ( energy, body dan wave) maupun microcosmos (living organisme, living astral body (spirit) , living dark body, living bright body, talent body, holly body dan non body) untuk mengurusi diri, jenis dan lingkungan nya.

c. Tuhan YME memberi kesempatan untuk memilih : menjadi pemimpin, yang dipimpin (umat), atau menuruti kehendak/jalan sendiri (mandiri).

d. Semua yang terjadi adalah ulah ciptaan Nya, namun pasti telah mendapat izin dari Tuhan YME;  tak mungkin terjadi tanpa izin Nya. (Axioma Som Wyn).

e. Izin hanya akan diberikan kepada ciptaan Nya yang  berusaha dan sanggup mewujutkan yang diinginkan, namun harus berani menanggung risikonya.

Spiritual Ilmiah berusaha menyatukan manusia yang memiliki akal budi yang berbeda-beda (binneka) sehingga menyatu (tunggal Ika) dengan maksud dapat hidup damai/cosmos, tidak saling berebut kepentingan dengan mengatas namakan Tuhan.

Spiritual Ilmiah menjadikan Tuhan YME sebagai pemersatu seluruh ciptaan Nya. Spiritual Ilmiah menjadikan Tuhan YME menjadi dogma yang universal dan akal yang individual,

Spiritual Ilmiah tidak menyangkal adanya Alam Abadi, namun tidak mempermasalahkan, sebab Alam Abadi diluar jangkauan akal manusia.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s