Teori Eter Som Wyn (TM 008)

Pertanyaan: Dapatkah TM digunakan untuk menjelaskan interaksi Elektro Magnet, yang menyebabkan gelombang elektro magnet (EMW), diantaranya fenomena cahaya?

Jawaban: Secara sepintas Akungibnu  pernah mennginformasikan  perambatan Electro Magnet Wave ( EMW)  merupakan gelombang transversal, (divisualisasikan sebagai gerakan ombak) sedangkan perambatan gelombang gravitasi atau Elementary Clear Wave (ECW)  merupakan gelombang longitudinal (divisualisasikan sebagai gerakan rentetan balistik).

Dengan pembuktian adanya eter dengan percobaan Gelang Magnet Som Wyn yang menyatakan  eter dan ateric  merupakan dipole magnet Weber  yang kedua kutubnya berbeda besarnya hingga E#0,  sedangkan x#0 dan y#0  Akung menggagas Teori Eter Som Wyn yang merupakan TM 008.

Pengantar Teori Eter Som Wyn (TM008):

Eteric  merupakani eter terkecil sebagaimana  halnya quantum minimalis merupakan quanta terkecil.. Baik eteric maupun eter dapat bergabung menjadi rantai eteric atau rantai eter  (karena kutub yang berbeda jenisnya saling tarik menarik maka  sepasang  dipole magnet Weber dapat saling menempel membentuk rantai eter atau eteric.  Karena diantara segmennya ada kebihan kutub magnet , maka  pada rantai eteric atau eter   terpancar gaya magnet  tegak lurus rantai dipole eteric. (Pada rantai quantum minimalis atau quanta tidak terpancar gaya magnet). Ujung-ujung rantai eteric  maupun eter  memancarkan gaya magnet yang berbeda besarnya, sehingga  bersifat sebagai dipole magnet yang berbeda besar kutub magnetnya (E#0). Ujung-ujung rantai eteric maun rantai eter  dapat tersambung membentuk rantai tertutup eteric  atau rantai tertutup eter (e).. Ujung rantai quantum minimalis dan ujung quanta juga memancarkan gaya magnet yang sama besarnya sehingga juga dapat menyatu membentuk rantai tertutup quantum minimalis atau rantai tertutup quanta (q).

Rantai terbuka eteric maupun rantai tertutup eteric memiliki E#0 sehingga belum membutuhkan ruangan nyata. Keduanya terdapat diseluruh bagian  Alam Semesta pada Sub Alam Transien maupun Sub Alam Fisika  tetapi tidak merubah  ruang semu menjadi ruang nyata.  Eteric dan eter memiliki dua kutub yang besarnya tidak sama sehingga memiliki E#0. Eteric maupun eter  tidak menjadikan ruangan semu menjadi ruang nyata. Kutub magnet eter lebih besar dibanding  kutub magnet eteric. Eteric merupakan eter paling kecil.

Eteric maupun eter  dapat bergabung menjadi rantai (terbuka) eter yang kemudian ujung-ujungnya tersambung membentuk rantai tertutup eter (e). Eter memiliki kutub magnet lebih besar dari eteric namun sifat-sifatnya sama dengan eteric.

Rantai tertutup eteric maupun rantai tertutup eter mudah terputus atau membuka menjadi rantai terbuka, hal ini sangat berbeda dengan rantai tertutup maupu rantai terbuka  quantum minimalis  atau quanta.  Baik quantum minimalis atau quanta merupakan dipole magnet yang memiliki kutub yang sama besarnya x=y=q,  atau E=0, sehingga menyebabkan ruang semu menjadi ruang nyata.

Teori Magnet Weber menyatakan magnet  permanen merupakan himpunan magnet yang lebih kecil atau sebaliknya: Jika magnet permanen dibagi-bagi hingga bagian yang paling kecil akan didapat manikul Weber.  Dari sudut pandang Teori Minimalis berdasar  FSM E= – x + y:  diinformasikan bahwa  quanta maupun quantum minimalis adalah dipole magnet yang kedua tutubnya sama besar (E=0) sehingga membutuhkan ruang nyata atau menjadikan ruang semu menjadi ruang nyata.

Kutub magnet permanen memancarkan gaya magnet pada ujung-ujungnya  hingga  menginduksi  rantai terbuka eteric atau eter   sehingga membentuk rantai eteric atau  rantai eter yang dapat menutup  pada ujung kutub magnet permanen yang berbeda jenisnya. Dalam Fisika rantai eteric maupun rantai eter ini dinamakan medan magnet. Medan magnet dapat terdeteksi dengan peralatan fisika atau komponen fisika (misalnya serbuk pasir besai), namun eter tak mungkin terdeteksi langsung oleh peralatan fisika maupun panca indera. Yang terdeteksi oleh peralatan fisika adalah gaya magnet yang menginduksi eteric atau eter disekitarnya sehingga terbentuk rantai eter atau eteric yang merambatkan gaya magnet baik diruang terisi materi maupun ruang hampa materi.

Medan magnet stationer (tidak berubah besar dan arahnya) tidak akan menyebabkan gaya gerak listrik, hanya jika medan magnet berubah barulah terjadi medan listrik dinamis. Arah medan listrik dinamis tegak lurus arah medan magnet yang menyebabkannya. Mengapa demikian? Hal ini dapat dijelaskan dengan Teori Eter Som Wyn.

Quanta atau quantum minimalis  (Dipole magnet yang dua kutubnya seimbang) memiliki E=0 sehingga membutuhkan ruang nyata  dalam ujud magnet permanen secara fisika memancarkan gaya magnet dikedua ujungnya. Gaya magnet ini menginduksi eter atau eteric disekitarnya sehingga membentuk  rantai eter atau rantai eteric yang menghubungkan dua kutub magnet yang berbeda jenisnya.. Itulah sebabnya diruang hampa udara/partikel  maupun diruang terisi partilel terdapat rantai tertutup eter atau eteric yang oleh Fisika dinamakan medan magnet.  Semakin kuat kutub yang memancarkan gaya  magnet semakin kuat induksi pada eter disekitarnya.

Jika kekuatan gaya magnet yang dipancarkan oleh magnet permanen   cukup besar atau  sangat besar sanggup membuka rantai tertutup eter maupun eteric. Rantai tertutup (e) saat membuka me;epaskan muatan listrik statis yang terdapat didalam rantai tertutup eter atau eteric..  Hal ini dapat dijelaskan oleh   Teori Quantum Eteric: rantai tertutup eter atau eteric yang berputar pada intinya akan memancarkan  gaya listrik dinamik  kesekitarnya dan membentuk muatas listrik statis didalamnya..

Setelah eter atau eteric  tertata menjadi rantai terbuka eter atau eteric  ( proses transisi selesai) , terbentuk rantai terbuka eter yang dalam fisika dinamakan medan magnet statis,  maka hilanglah gaya elektro dinamis tinggal gaya magnet statis.

Perubahan besar atau arah  gaya magnet yang dipancarkan oleh kutub magnet permanen   (Quanta atau quantum minimalis)  akan menyebabkan induksi gaya magnet kesekitarnya  baik diruang semu maupun ruang nyata  sehingga terjadilah interaksi elecro  magnetik, Interaksi inilah yang menyebabkan EMW yang merupakan gelombang magnet dan gelombang listrik yang  berselisih phasa 90 derajat dan merambat tegak lurus kedua gelombang tersebut.gelombang listrik. Hal ini dapat dieksperimenkan pada Perbobaan Gelang Magnet Som Wyn dengan mengganti gelang magnet yang letaknya dibawah dengan kumparan yang dialiri arus bolak balik. Gelang magnet yang diatas akan naik turun dan membangkitkan medan listrik dinamis disekitarnya.

Catatan: Menurut Teori Quantum Eteric, rantai tertutup eter atau eteric (e)  yang berputar pada titik pusatnya (inti atom atau inti elektron) keluar akan menyebabkan medan elektro dinamis yang sanggup memutar electron pada orbitnya, ke dalam akan membentuk muatan listrik tratis,. Gaya tarik muatan listrik statis  inti atom dan elekton akan menarik elektron hingga dapat mengatasi gaya sentrifugal akibat putaran elektron yang memiliki masa sangat kecil pada orbitnya.  Teori QE dapat menjelaskan Model Atom Minimalis.

Teori Eter Som Wyn:

1. Eteric dan eter  adalah dipole magnet yang sepasang kutub magnetnya tidak sama besarnya, sehingga x#0, y#0 dan E#0 sedangkan   quantum minimalis dan quanta adalah dipole magnet  yang sepasang kutubnya sama besarnya sehingga x#0, y#0 tetapi E=0 karena x=y=q (quanta atau quantum minimalis.

2. Eteric  adalah eter paling kecil sedangkan quantum minimalis adalah quanta terkecil.

 3. Eteric   dan eter  belum memiliki massa sehingga  keberadaannya tidak menjadikan ruang semu menjadi ruang nyata, Quantum minimalis dan quanta memiliki massa sehingga keberadaannya menjadikan ruang semu menjadi ruangnyata.

4. Karena Eteric  dan eter memiliki sepasang kutub magnet maka kutub yang sejenis akan saling tolak menolak sedangkan kutub yang berlainan akan saling menari.  Sesama kutub x atau sesama kutub y akan saling menolak sedangkan kutub x dan y akan saling menarik. Sifat/kesadaran ini menyebabkan eteric atau eter sanggup membentuk rantai eter atau rantai eteric. Demikian halnya sesama quantum minimalis dan sesama quanta.

5. Ujung rantai terbuka eteric dan eter dan ujung-ujung rantai terbuka quantum minimalis memancarkan gaya magnet sehingga dapat saling tarik atau saling menolak

6. Jika rantai tersebut cukup panjang, maka ujung-ujung rantai terbuka  dapat saling menarik hingga terbentuklah rantai tertutup eteric atau eter (e) dan rantai tertutup quantum minimalis atau quanta (q).

7. Diseluruh Alam Semesta terdapat rantai eteric dan eter, baik yang terbuka maupun yang tertutup, sebaliknya quantum minimalis dan quanta hanya ada di bagian Alam Semesta yang memiliki ruang nyata, sebab  quantum minimalis maupun quanta menjadikan ruang semu menjadi ruang nyata.

8. Sambungans segmen rantai eteric dan eter  kelebihan kutub magnet sehingga memancarkan gaya magnet, sedangkan sambungan  segmen quantum minimalis atau quanta tidak memiliki kelebihan kutub magnet sehingga tidak memancarkan gaya magnet.

9. Rantai tertutup eteric dan eter memancarkan gaya magnet keluar pada antar segmennya  sehingga saat berputar pada intinya menyebabkan medan magnet dinamis disekitarnya sedangkan kedalam terakumulasi menjadi muatan listrik statis. Rantai tertutup quantum minimalis dan quanta tidak memancarkan gaya magnet keluar namun sambungan segmennya sangat kuat, namun  karena memiliki E=0 menyebabkan quantum minimalis maupun quanta bermuatan massa yang netral.

10. Rantai tertutup eteric dan eter tidak sekuat rantai tertutup quantum minimalis dan quanta sehingga mudah pecah menjadi rantai terbuka, namun karena  memiliki E#0 maka tidak memiliki massa sehingga dengan mudah dapat tertutup lagi.

11. Eteric dan eter tidak terdeteksi oleh pancaindera maupun peralatan fisika namun dapat memindahkan gaya magnet yang dipancarkan oleh rantai terbuka quantum minimalis maupun quanta, dalam fisika dinamakan medan magnet.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s