Mana yang benar: Fisika atau Teori Minimalis

Pertanyaan: Menurut Teori Fisika dan Science Alam Semesta mengembang atau menyusut, tetapi menurut Teori Minimalis Alam Semesta tetap, tidak mengembang maupun menyusut. Science mempunyai bukti berdasar pengamatan Astronomi. Dapatkah Akungibnu membuktikan bahwa Alam Semesta tetap, tidak mengembang maupun menyusut?

Jawaban: Science, khususnya Fisika membutuhkan bukti atas dasar pengamatan pancaindera atau peralatan fisika sedangkan Teori Minimalis menggunakan keseimbangan akal >< batin untuk menilai perilaku lingkungan yang terakses oleh pancaindera dan peralatan fisika, untuk mengkritisi Fisika & Science.

Sebagai contoh
1.Penggunaan akal:

a. sepasang besi yang digunakan sebagai rel dalam kenyataan (realitas) sejajar yang artinya tidak pernah bertemu disuatu tempat, namun rel yang lurus memanjang menjauhi pengamat akan terlihat menyempit dan “seakan bertemu disatu titik”. Ini membuktikan bahwa penglihatan tidak sesuai dengan kenyataan. Kenyataannya besi yang digunakan sebagai rel tidak pernah bertemu disatu titik jika ditelusuri, juga  membuktikan pengamatan pancaindera tidak sesuai dengan akal secara ilmiah  berdasar konsep matematika.

Matematika memanfaatkan akal  yang individual namun ilmiah, sedangkan fisika mengandalkan pancaindera dan peralatan fisika. Tanpa ditunjang matematika fisika tak mungkin menghasilkan peralatan fisika.

b. jika kita gunakan teropong dengan fasilitas zoom yang sanggup “merubah” fokusnya ( wide angle , normal dan tele) rel yang sejajar dapat teramati lewat teropong bertemu dititik yang nampak sangat dekat, sedang atau sangat jauh, tergantung dari fokus lensa, ini artinya peralatan fisika dapat mempengaruhi “kejujuran” pancaindera, sehingga mempengaruhi fikiran manusia.
Ruangan yang sempit dapat menjadi nampak luas atau sebaliknya.
Baik mata maupun peralatan fisika adalah sarana penginderaan  yang memanfaatkan cahaya yang menjadikan kemampuan pancaindera manusia menjadi “luar biasa”. Namun akal manusia lebih hebat dibanding pancaindera.

Menurut Teori Minimalis: a. akal memanfaatkan energi metafisika, b. batin memanfaatkan energi gaib, c. kemampuan bahwah sadar memanfaatkan energi transien. Pancaindera dan peralatan fisika memanfaatkan energi fisika. Bagian Alam Semesta yang terakses oleh pancaindera dan peralatan fisika hanya bagian yang terisi energi, body dan gelombang fisika. Bagian ini menurut TM dinamakan Sub Alam Fisika.

2. Dengan memanfaatkan batin sebagai yang diyakini lewat Religious Spirituality (RS) disamping Alam Fana Tuhan YMK juga menciptakan Alam Abadi yang tak dikuasai dimensi waktu sehingga tak pernah mengalami perubahan. Alam Fana yang oleh TM disebut sebagai Alam Semesta dikuasai dimensi waktu, sehingga setiap saat berubah.

Teori Minimalis menginformasikan: Saat menciptakan Alam Semesta Tuhan YME memberi batas antara Alam Abadi dengan calon Alam Semesta sehingga Alam semesta menjadi sebuah sistem tertutup dimana jumlah energi di Alam Semesta tetap yang berubah hanya kesadarannya (dimensinya) akibat dikuasai oleh dimensi waktu (t).
Pengembangan dan penyusutan Alam Semesta tidak sesuai dengan TM, sebab menyebabkan Alam Abadi tidak abadi lagi karena batasnya bergeser.

Science tidak meyakini adanya Alam Abadi sehingga tidak mungkin menjelaskan kemana “hilangnya” Alam Semesta jika terus mengembang atau sebaliknya kemana hilangnya titik singular jika Alam Semesta terus menyusut.

Jika Science lebih mempercayai akal yang ilmiah walau individual ketimbang pancaindera dan peralatan fisika yang merupakan hasil fikiran ( yang universal namun alami sehingga kurang ilmiah), maka akan mengkoreksi pandangan Science yang monolistik (tak mengakui adanya Alam Abadi) dapat menerima kebenaran TM yang dualistic (mengakui adanya Alam Semesta dan Alam Abadi) hingga membedakan Alam Semesta dengan Sub Alam Fisika. Hal ini sebenarnya telah “dimulai” oleh Teori Dawai dan Teori Membrane (T-M) yang menyatakan : Alam Semesta memiliki sebelas dimensi sedangkan Sub Alam Fisika memiliki lima dimensi, sehingga dapat dibedakan antara Alam Semesta dengan Sub Alam Fisika.

Kesimpulan:
a.Sub Alam Fisika memang hanya terisi partikel , energi dan gelombang Fisika yang memiliki lima dimensi, ( satu dimemnsi waktu,  tiga dimensi ruang nyata dan satu dimensi massa) yang saat ini dinamakan Alam Semesta oleh Science.
b.Alam Semesta terisi oleh berbagai jenis energi yang dibekali kesadaran untuk mengurusi diri, jenis dan lingkungannya yang  oleh Teori Som Wyn dinamakan Macrocosmos Minimalis
c.Alam Semesta juga terisi oleh Non Energi Minimalis yang sanggup meninggalkan Alam Semesta menuju Alam Abadi, diantaranya soul (z # – x + y). Interaksi antara soul dengan body yang tersusun dari energy merupakan Microcosmos Minimalis.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Mana yang benar: Fisika atau Teori Minimalis

  1. Akung Ibnu berkata:

    Menurut TM yang mengembang atau menyusut adalah Sub Alam Fisika yang terisi oleh partikel, energi fisika dan gelombang fisika (STW). Pancaindera dan peralatan fisika hanya sanggup mengakes Sub Alam Fisika, tak mungkin mengakses Sub Alam Lainnya, Sub Alam Gaib hanya terakses oleh batin, Sub Alam Metafisika yang hanya terakses oleh Fikiran dan Sub Alam Transien yang hanya terakses oleh kondisi bawah sadar.

    Sesuai dengan Hukum Ekologi Alam Semesta HEAS) : pengembangan Sub Alam Fisika disebabkan bertambahkan body,energy dan gelombang fisika yang membutuhkan ruang nyata melebihi berkurangnya body, energy dan gelombang fisika sedangkan penyusutan Sub Alam Fisika diakibatkan proses kebalikannya.

    Dengan Formula Supernatural E= -x + y dapat diinformasikan Fenomena/wilayah Sub Alam Transien mendominasi Alam Semesta, sehingga pengembangan Sub Alam Fisika tak mungkin memenuhi seluruh wilayah Sub Alam Transien ( bagian Alam Semesta yang belum terisi oleh body, energy dan gelombang fisika).
    HEAS akan mengatur keseimbangan Alam Semesta: jika yang membutuhkan ruang nyata bertambah, maka Sub Alam Fisika akan mengembang karena sebagian dari Sub Alam Transien yang terisi oleh energy fisika akan berubah dari Sub Alam Transien menjadi Sub Alam Fisika.

    Tuhan YME telah merencanakan dengan seksama sebelum menciptakan Alam Semesta dan menyertakan hukum yang akan mengaturnya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s