Akungibnu percaya atau tidak adanya hari kiamat?

Pertanyaan: Akungibnu menyatakan jika mau jujur Science mengakui adanya hari kiamat dengan menyatakan Science sanggup membuktikan bahwa alam semesta mengembang sehingga pada akhirnya lenyap, atau menyusut sehingga kembali menjadi titik yang tak berdimensi ruang.

Pada tulisan yang lain Akungibnu menyatakan Alam Semesta tetap, ini artinya alam semesta tak akan mengalami kiamat. Nah, cucu bertanya: Akungibnu mempercayai adanya kiamat kobro atau tidak?

Jawaban: Kiamat bagi penganut Science yang materialistik adalah hilangnya Alam Semesta yang hanya terisi oleh material. Jadi tidak sama dengan kiamat kobro yang merupakan akhir dari Alam Fana ( Alam Semesta yang  selalu berubah menjadi Alam Abadi yang langgeng sebagai yang dijanjikan oleh Tuhan bagi yang patuh kepada Nya dan menjauhi larangan.)

Teori Minimalis mengakui adanya Alam Abadi, sangat berbeda dengan Science yang materialistik, sehingga tidak bertentangan dengan reloigious. Spiritual Ilmiah juga mengakui adanya Alam Abadi, namun tidak mempermasalahkannya karena Alam Abadi tak terjangkau oleh akal manusia.

a.Kiamat versi: Science  tak sanggup menjelaskan  kemana “perginya” (hilangnya) Alam Semesta karena terus mengembang atau terus menysut.  Yang jelas tak mungkin masuk ke Alam Abadi, sebab Science tak mengakui adanya Alam Abadi. Itulah sebabnya science beranggapan “kiamat” hanyalah musibah atau sekedar bencana.

b.Kiamat  kobro versi religious adalah berakhirnya Alam Fana memasukti Alam Baka (Alam Abadi). Jadi kiamat kobro  akan terjadi pada akhir zaman (Akhir Alam Semesta). Disamping kiamat kobro banyak “kiamat” lainnya yang dapat dijelaskan oleh masing-masing agama  atas dasar iman.

c. Kiamat versi Teori Minimalis “lenyapnya   Sub Alam Fisika ( yang oleh Science dinamakan Alam Semesta)   karena  Sub Alam Fisika kehilangan keseimbangan primanya E=0 (energi fisika)   menjadi E#0 (energi transien).   Jika benar Alam Semesta (Sub Alam Fisika)  terus mengembang akhirnya akan lenyap berubah menjadi Sub Alam Transien. Jika benar Alam Semesta terus menysut akan kembali menjadi titik singular yang terisi oleh quanta atau quantum minimalis yang diimbangi oleh bayangan super simetrinya). Bayangan super semitri (0-q-q) diciptakan oleh Tuhan YME agar terbentuk unsur premordial. Tuhan YME adalah hasil akal budi manusia yang akan dijadikan dogma oleh Spiritual Ilmiah untuk menyatukan isi alam semesta yang saling berfebut kepentingan.

Akungibnu sebagai penggagas Teori Minimalis tidak sanggup menjelaskan fenomena kiamat versi Science maupun versi religious, namun sanggup menjelaskan fenomena kiamat yang tak terjelaskan oleh Science. TM juga menginformasikan bahwa kiamat tak mungkin diramalkan apalagi di prediksikan. Namun musibah dan becana  dapat diprediksikan (bukan diramalkan).

 

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Akungibnu percaya atau tidak adanya hari kiamat?

  1. Akung Ibnu berkata:

    Akungibnu adalah penggagas Teori Minimalis dan turunannya yang mengakui adanya Alam Abadi disamping Alam Fana/ Alam Semesta, namun karena Alam Abadi tak terjangkau oleh akal manusia, maka tidak mempermasalahkan fenomena Alam Abadi.
    Science tidak mengakui adanya Alam Abadi sehingga menganggap kiamat sebagai sekedar malapetaka, bencana atau musibah. Jika Alam Semesta lenyap Science tak sanggupmenjelaskan kemana perginya hingga lenyap, sebaliknya Teori Minimalis dapat menjelaskan dengan memanfaatkan FSM : E = – x + y.
    Sebenarnya Science dengan menggunakan Formula Relativitas Einstein E = mc^2 dapat menjelaskan lenyapnya Alam Semesta yang hanya terisi oleh materi yang bermassa, jika seluruh massa (m) berubah atau diubah/ditransfer menjadi energi (E) akan terjadi kiamat, sebab di Alam Semesta tak lagi ada massa (termasuk materi pembentuk organisme apalagi living organis, menjadi massa, , yang ada hanya energi (E) yang berasal dari seluruh massa yang berubah secara total menjadi energi.. Namun karena Science hanya mengakui adanya energy fisika dalam berbagai sifat/bentuk, dan tidak secara rinci dan sistematis menginformasikan adanya energi lain (diantaranya energi transien), maka Alam Semesta tetap ada namun hanya terisi oleh energi (bukan lagi massa).
    TM menginformasikan:: energi fisika dalam bentuk apapun memiliki E=0 sehingga membutuhkan ruang nyata yang dinamakan Sub Alam Fisika.. Sementara itu energi transien yang memiliki E#0 tidak membutuhkan ruang nyata, namun membutuhkan ruang semu yang dinamkan Sub Alam Transien. Perubahan E=0 menjadi E#0 hanya dapat dijelaskan oleh Formula Super Natural E = – x + y, tak mungkin dijelaskan oleh Formula Relativitas Einstein E = mc^2..
    Kesimpulan: Kiamat berdasar TM adalah hilangnya Sub Alam Fisika menjadi Sub Alam Transien.
    Akungibnu mempercayai kiamat atas dasar TM, bukan atas dasi Science maupun religious. Kiamat versi TM tidak dapat di ramalkan apalagi di prediksikan, namun bencana alam dapat diprediksikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s