Bipolar, Alterego, Kepribadian terpecah, Kepribadian Ganda…………….apakah sama?

Pertanyaan: Belakangan ramai dibicarakan masalah “bipolar”. Dapatkah Akungibnu menjelaskan fenomena ini dengan teori Akung?

Jawaban: Ini saya kutibkan perihal bipolar:

Bipolar disorder adalah jenis penyakit psikologi, ditandai dengan perubahan mood (alam perasaan) yang sangat ekstrim, yaitu berupadepresi dan mania. Pengambilan istilah bipolar disorder mengacu pada suasana hati penderitanya yang dapat berganti secara tiba-tiba antara dua kutub (bipolar) yang berlawanan yaitu kebahagiaan (mania) dan kesedihan (depresi) yang ekstrim.

Setiap orang pada umumnya pernah mengalami suasana hati yang baik (mood high) dan suasana hati yang buruk (mood low). Akan tetapi , seseorang yang menderita bipolar disorder memiliki mood swings yang ekstrim yaitu pola perasaan yang mudah berubah secara drastis. Suatu ketika, seorang pengidap bipolar disorder bisa merasa sangat antusias dan bersemangat (mania). Namun, ketika mood-nya berubah buruk, ia bisa sangat depresi, pesimis, putus asa, bahkan sampai mempunyai keinginan untuk bunuh diri (depresi). Dahulu, penyakit ini disebut dengan “manic-depressive”. Suasana hati meningkat secara klinis disebut sebagai maniaatau, jika ringan, hypomania . Individu yang mengalami episode mania juga sering mengalami episode depresi, atau gejala, atau episode campuran dimana kedua fitur mania dan depresi hadir pada waktu yang sama. Episode ini biasanya dipisahkan oleh periode “normal” suasana hati (mood) , tetapi, dalam beberapa depresi, individu dan mania mungkin berganti dengan sangat cepat, yang dikenal sebagai “rapid-cycle”. Manic episode Ekstrim kadang-kadang dapat menyebabkan gejala psikotik seperti delusi danhalusinasi .Episode manik biasanya mulai dengan tiba-tiba dan berlangsung antara dua minggu sampai lima bulan. Sedangkan depresi cenderung berlangsung lebih lama. Episode hipomanik mempunyai derajat yang lebih ringan daripada manik. Gangguan tersebut telah dibagi menjadi bipolar I , bipolar II, cyclothymia , dan jenis lainnya, berdasarkan sifat dan pengalaman tingkat keparahan episode mood; kisaran sering digambarkan sebagai spektrum bipolar.

Bisa dikatakan bahwa insiden gangguan bipolar tidak tinggi antara 0,3-1,5 persen. Tapi angka tersebut belum termasuk yang misdiagnosis (biasa terdiagnosis sebagai skizofrenia). Gangguan jiwa bipolar saat ini sudah menjangkiti sekitar 10 hingga 12 persen remaja di luar negeri. Di beberapa kota di Indonesia juga mulai dilaporkan penderita berusia remaja. Resiko kematian terus membayangi penderita bipolar dan itu lebih karena mereka mengambil jalan pintas.

Episode pertama bisa timbul mulai dari masa kanak-kanak sampai tua. Kebanyakan kasus terjadi pada dewasa muda berusia 20-30 tahun. Semakin dini seseorang menderita bipolar, risiko penyakit akan lebih berat, berkepanjangan, bahkan sering kambuh. Sementara anak-anak berpotensi mengalami perkembangan gangguan ini ke dalam bentuk yang lebih parah dan sering bersamaan dengan gangguan hiperaktif defisit atensi. Orang yang berisiko mengalami gangguan bipolar adalah mereka yang mempunyai anggota keluarga mengidap penyakit bipolar.

Tanda dan gejala[sunting | sunting sumber]

Bipolar disorder dapat terlihat sangat berbeda pada orang yang berbeda. Gejala bervariasi dalam pola mereka, keparahan, dan frekuensi. Beberapa orang lebih rentan terhadap baik mania atau depresi, sementara yang lain bergantian sama antara dua jenis episode. Beberapa gangguan mood sering, sementara yang lain hanya mengalami sedikit selama seumur hidup.

Ada empat jenis mood episode dalam Bipolar Disorder: mania, hypomania, depresi, dan episode campuran. Setiap jenis mood episode bipolar disorder memiliki gejala yang unik.

Tanda dan Gejala Mania[sunting | sunting sumber]

Gejala-gejala dari tahap mania bipolar disorder adalah sebagai berikut:

  1. Gembira berlebihan
  2. Mudah tersinggung sehingga mudah marah
  3. Merasa dirinya sangat penting
  4. Merasa kaya atau memiliki kemampuan lebih dibanding orang lain
  5. Penuh ide dan semangat baru
  6. Cepat berpindah dari satu ide ke ide lainnya
  7. Seperti mendengar suara yang orang lain tak dapat mendengar
  8. Nafsu seksual meningkat
  9. Menyusun rencana yang tidak masuk akal
  10. Sangat aktif dan bergerak sangat cepat
  11. Berbicara sangat cepat sehingga sukar dimengerti apa yang dibicarakan
  12. Menghamburkan uang
  13. Membuat keputusan aneh dan tiba-tiba, namun cenderung membahayakan
  14. Merasa sangat mengenal orang lain
  15. Mudah melempar kritik terhadap orang lain
  16. Sukar menahan diri dalam perilaku sehari-hari
  17. Sulit tidur
  18. Merasa sangat bersemangat, seakan-akan 1 hari tidak cukup 24 jam

Tanda dan Gejala Hypomania[sunting | sunting sumber]

Hypomania adalah bentuk kurang parah mania. Orang-orang dalam keadaan hypomanic merasa gembira, energik, dan produktif, tetapi mereka mampu meneruskan kehidupan mereka sehari-hari dan mereka tidak pernah kehilangan kontak dengan realitas. Untuk yang lain, mungkin tampak seolah-olah orang dengan hypomania hanyalah dalam suasana hati yang luar biasa baik. Namun, hypomania dapat menghasilkan keputusan yang buruk yang membahayakan hubungan, karier, dan reputasi. Selain itu, hypomania sering kali dapat “naik kelas” untuk mania penuh dan terkadang dapat diikuti oleh episode depresi besar.
Tahap hipomania mirip dengan mania. Perbedaannya adalah penderita yang berada pada tahap ini merasa lebih tenang seakan-akan telah kembali normal serta tidak mengalami halusinasi dan delusi. Hipomania sulit untuk didiagnosis karena terlihat seperti kebahagiaan biasa, tapi membawa resiko yang sama dengan mania.Gejala-gejala dari tahap hipomania bipolar disorder adalah sebagai berikut: 1. Bersemangat dan penuh energi, muncul kreativitas. 2. Bersikap optimis, selalu tampak gembira, lebih aktif, dan cepat marah. 3. Penurunan kebutuhan untuk tidur.

Tanda dan Gejala Depresi Bipolar[sunting | sunting sumber]

Gejala-gejala dari tahap depresi bipolar disorder adalah sebagai berikut:

  1. Suasana hati yang murung dan perasaan sedih yang berkepanjangan
  2. Sering menangis atau ingin menangis tanpa alasan yang jelas
  3. Kehilangan minat untuk melakukan sesuatu
  4. Tidak mampu merasakan kegembiraan
  5. Mudah letih, tak bergairah, tak bertenaga
  6. Sulit konsentrasi
  7. Merasa tak berguna dan putus asa
  8. Merasa bersalah dan berdosa
  9. Rendah diri dan kurang percaya diri
  10. Beranggapan masa depan suram dan pesimistis
  11. Berpikir untuk bunuh diri
  12. Hilang nafsu makan atau makan berlebihan
  13. Penurunan berat badan atau penambahan berat badan
  14. Sulit tidur, bangun tidur lebih awal, atau tidur berlebihan
  15. Mual sehingga berbicara pun susah karena menahan rasa mual, mulut kering, Susah BAB, dan terkadang diare
  16. Kehilangan gairah seksual
  17. Menghindari komunikasi dengan orang lain

Hampir semua penderita bipolar disorder mempunyai pikiran tentang bunuh diri dan 30% diantaranya berusaha untuk merealisasikan niat tersebut dengan berbagai cara.

Tanda dan Gejala Episode Campuran[sunting | sunting sumber]

Sebuah episode bipolar disorder campuran dari kedua fitur gejala mania atau hypomania dan depresi. Tanda-tanda umum episode campuran termasuk depresi dikombinasikan dengan agitasi, iritabilitas, kegelisahan, insomnia, distractibility, dan pikiran berlomba (Flight of idea). Kombinasi energi tinggi dan rendah membuat suasana hati (mood) penderita beresiko yang sangat tinggi untuk bunuh diri.

Dalam konteks bipolar disorder, episode campuran (mixed state) adalah suatu kondisi dimana tahap mania dan depresi terjadi bersamaan. Pada saat tertentu, penderita mungkin bisa merasakan energi yang berlebihan, tidak bisa tidur, muncul ide-ide yang berlal-lalang di kepala, agresif, dan panik (mania). Akan tetapi, beberapa jam kemudian, keadaan itu berubah menjadi sebaliknya. Penderita merasa kelelahan, putus asa, dan berpikiran negatif terhadap lingkungan sekitarnya. Hal itu terjadi bergantian dan berulang-ulang dalam waktu yang relatif cepat. Alkohol, narkoba, dan obat-obat antipedresan sering dikonsumsi oleh penderita saat berada pada epiode ini. Mixed state bisa menjadi episode yang paling membahayakan penderita bipolar disorder. Pada episode ini, penderita paling banyak memiliki keinginan untuk bunuh diri karena kelelahan, putus asa, delusion, dan hallucination. Gejala-gejala yang diperlihatkan jika penderita akan melakukan bunuh diri antara lain sebagai berikut. 1. Selalu berbicara tentang kematian dan keinginan untuk mati kepada orang-orang di sekitarnya. 2. Memiliki pandangan pribadi tentang kematian. 3. Mengkonsumsi obat-obatan secara berlebihan danalkohol. 4. Terkadang lupa akan hutang atau tagihan seperti; tagihan listrik, telepon. Penderita yang mengalami gejala-gejala tersebut atau siapa saja yang mengetahuinya sebaiknya segera menelepon dokter atau ahli jiwa, jangan meninggalkan penderita sendirian, dan jauhkan benda-benda atau peralatan yang beresiko dapat membahayakan penderita atau orang-orang disekelilingnya.

Faktor Penyebab[sunting | sunting sumber]

Genetik[sunting | sunting sumber]

Gen bawaan adalah faktor umum penyebab bipolar disorder. Seseorang yang lahir dari orang tua yang salah satunya merupakan pengidap bipolar disorder memiliki resiko mengidap penyakit yang sama sebesar 15%-30% dan bila kedua orang tuanya mengidap bipolar disorder, maka 50%-75%. anak-anaknya beresiko mengidap bipolar disorder. Kembar identik dari seorang pengidap bipolar disorder memiliki resiko tertinggi kemungkinan berkembangnya penyakit ini daripada yang bukan kembar identik. Penelitian mengenai pengaruh faktor genetis pada bipolar disorder pernah dilakukan dengan melibatkan keluarga dan anak kembar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 10-15% keluarga dari pasien yang mengalami gangguan bipolar disorder pernah mengalami satu episode gangguan mood.

Fisiologis[sunting | sunting sumber]

1. Sistem Neurochemistry dan Mood Disorders

Salah satu faktor utama penyebab seseorang mengidap bipolar disorder adalah terganggunya keseimbangan cairan kimia utama di dalam otak.
Sebagai organ yang berfungsi menghantarkan rangsang, otak membutuhkan neurotransmitter (saraf pembawa pesan atau isyarat dari otak ke bagian tubuh lainnya) dalam menjalankan tugasnya.
Norepinephrin, dopamine, dan serotonin adalah beberapa jenis neurotransmitter yang penting dalam penghantaran impuls syaraf. Pada penderita bipolar disorder, cairan-cairan kimia tersebut berada dalam keadaan yang tidak seimbang.
Sebagai contoh, suatu ketika seorang pengidap bipolar disorder dengan kadar dopamine yang tinggi dalam otaknya akan merasa sangat bersemangat, agresif, dan percaya diri. Keadaan inilah yang disebut fase mania. Sebaliknya dengan fase depresi.
Fase ini terjadi ketika kadar cairan kimia utama otak itu menurun di bawah normal, sehingga penderita merasa tidak bersemangat, pesimis, dan bahkan keinginan untuk bunuh diri yang besar.
Seseorang yang menderita bipolar disorder menandakan adanya gangguan pada sistem motivasional yang disebut dengan behavioral activation system (BAS).
BAS memfasilitasi kemampuan manusia untuk memperoleh reward (pencapaian tujuan) dari lingkungannya.
Hal ini dikaitkan dengan positive emotional states, karakteristik kepribadian seperti ekstrovert(bersifat terbuka), peningkatan energi, dan berkurangnya kebutuhan untuk tidur.
Secara biologis, BAS diyakini terkait dengan jalur saraf dalam otak yang melibatkan dopamine dan perilaku untuk memperoleh reward.
Peristiwa kehidupan yang melibatkan reward atau keinginan untuk mencapai tujuan diprediksi meningkatkan episode mania tetapi tidak ada kaitannya dengan episode depresi.
Sedangkan peristiwa positif lainnya tidak terkait dengan perubahan pada episode mania.

2. Sistem Neuroendokrin

Area limbik di otak berhubungan dengan emosi dan mempengaruhi hipotalamus.Hipotalamus berfungsi mengontrol kelenjar endokrin dan tingkat hormon yang dihasilkan. Hormon yang dihasilkan hipotalamus juga mempengaruhi kelenjar pituarity. Kelenjar ini terkait dengan gangguan depresi seperti gangguan tidur dan rangsangan selera. Berbagai temuan mendukung hal tersebut, bahwa orang yang depresi memiliki tingkat dari cortisol (hormon adrenocortical) yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh produksi yang berlebih dari pelepasan hormon rotropin oleh hipotalamus. Produksi yang berlebih dari cortisol pada orang yang depresi juga menyebabkan semakin banyaknya kelenjar adrenal. Banyaknya cortisol tersebut juga berhubungan dengan kerusakan pada hipoccampus dan penelitian juga telah membuktikan bahwa pada orang depresi menunjukkan hipoccampal yang tidak normal. Penelitian mengenai Cushing’s Syndrome juga dikaitkan dengan tingginya tingkat cortisol pada gangguan depresi

Lingkungan[sunting | sunting sumber]

Bipolar Disorder tidak memiliki penyebab tunggal. Tampaknya orang-orang tertentu secara genetik cenderung untuk bipolar disorder. Namun tidak semua orang dengan kerentanan mewarisi penyakit berkembang, menunjukkan bahwa gen bukanlah satu-satunya penyebab. Beberapa studi pencitraan otak menunjukkan perubahan fisik pada otak orang dengan bipolar disorder. Dalam penelitian lain disebutkan, poin ketidakseimbangan neurotransmitter, fungsi tiroid yang abnormal, gangguan ritme sirkadian, dan tingkat tinggi hormon stres kortisol. Faktor eksternal lingkungan dan psikologis juga diyakini terlibat dalam pengembangan bipolar disorder. Faktor-faktor eksternal yang disebut pemicu. Pemicu dapat memulai episode baru mania atau depresi atau membuat gejala yang ada buruk. Namun, banyak episode gangguan bipolar terjadi tanpa pemicu yang jelas.

Penderita penyakit ini cenderung mengalami faktor pemicu munculnya penyakit yang melibatkan hubungan antar perseorangan atau peristiwa-peristiwa pencapaian tujuan (reward) dalam hidup. Contoh dari hubungan perseorangan antara lain jatuh cinta, putus cinta, dan kematian sahabat. Sedangkan peristiwa pencapaian tujuan antara lain kegagalan untuk lulus sekolah dan dipecat dari pekerjaan. Selain itu, seorang penderita bipolar disorder yang gejalanya mulai muncul saat masa ramaja kemungkinan besar mempunyai riwayat masa kecil yang kurang menyenangkan seperti mengalami banyak kegelisahan atau depresi. Selain penyebab diatas, alkohol, obat-obatan, dan penyakit lain yang diderita juga dapat memicu munculnya bipolar disorder.

Di sisi lain, keadaan lingkungan di sekitarnya yang baik dapat mendukung penderita gangguan ini sehingga bisa menjalani kehidupan dengan normal. Berikut ini adalah faktor lingkungan yang dapat memicu terjadinya BD, antara lain:

  1. Stress – peristiwa kehidupan Stres dapat memicu gangguan bipolar pada seseorang dengan kerentanan genetik. Peristiwa ini cenderung melibatkan perubahan drastis atau tiba-tiba-baik atau buruk-seperti akan menikah, akan pergi ke perguruan tinggi, kehilangan orang yang dicintai, dipecat.
  2. Penyalahgunaan Zat – Meskipun penyalahgunaan zat tidak menyebabkan gangguan bipolar, itu dapat membawa pada sebuah episode dan memperburuk perjalanan penyakit. Obat-obatan seperti kokain, ekstasi, dan amphetamine dapat memicu mania, sedangkan alkohol dan obat penenang dapat memicu depresi.
  3. Obat – obat tertentu, terutama obat-obatan antidepresan, bisa memicu mania. Obat lain yang dapat menyebabkan mania termasuk obat flu over-the-counter, penekan nafsu makan, kafein, kortikosteroid, dan obat tiroid.
  4. Perubahan Musiman – Episode mania dan depresi sering mengikuti pola musiman. Manic episode lebih sering terjadi selama musim panas, dan episode depresif lebih sering terjadi selama musim dingin, musim gugur, dan musim semi (untuk negara dengan 4 musim).
  5. Kurang Tidur – Rugi tidur-bahkan sesedikit melewatkan beberapa jam istirahat-bisa memicu episode mania

Self help[sunting | sunting sumber]

Sementara berurusan dengan bipolar disorder tidak selalu mudah, tidak harus menjalankan kehidupan Anda. Tetapi untuk sukses mengelola bipolar disorder, Anda harus membuat pilihan cerdas. gaya hidup Anda dan kebiasaan sehari-hari memiliki dampak yang signifikan terhadap suasana hati Anda. Baca terus untuk cara-cara untuk membantu diri Anda sendiri:

  • Dapatkan pendidikan tentang cara mengatasi gangguan.

Pelajari sebanyak yang Anda bisa tentang bipolar. Semakin banyak Anda tahu, semakin baik Anda akan berada dalam membantu pemulihan Anda sendiri.

  • Jauhkan stress.

Hindari stres tinggi dengan menjaga situasi keseimbangan antara pekerjaan dan hidup sehat, dan mencoba teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam.

  • Mencari dukungan

Sangat penting untuk memiliki orang yang dapat Anda berpaling untuk meminta bantuan dan dorongan. Cobalah bergabung dengan kelompok pendukung atau berbicara dengan teman yang dipercaya.

  • Buatlah pilihan yang sehat.

Sehat tidur, makan, dan berolahraga kebiasaan dapat membantu menstabilkan suasana hati Anda. Menjaga jadwal tidur yang teratur sangat penting.

  • Monitor suasana hati Anda.

Melacak gejala Anda dan perhatikan tanda-tanda bahwa suasana hati Anda berayun di luar kendali sehingga Anda dapat menghentikan masalah sebelum dimulai.

Rujukan[sunting | sunting sumber]

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

5 Balasan ke Bipolar, Alterego, Kepribadian terpecah, Kepribadian Ganda…………….apakah sama?

  1. Akung Ibnu berkata:

    Akung membedakan antara: Bipolar, Alterego, Kepribadian ganda, Keproibadian terpecah, perhatian terpisah………………. dan berbagai istilah berdasar rasa bahasa akung, sehingga mungkin berbeda dengan rasa bahasa orang lain. Namun ada baiknya akung kutibkan perihal alter ego sbb:
    Alter ego (Bahasa Latin, “aku yang lain”) merupakan diri kedua yang dipercaya berbeda daripada orang kebanyakan atau kepribadian yang sebenarnya. Istilah ini dipakai pada awal abad kesembilan belas ketika gangguan pemecahan kepribadian pertama kali dijelaskan oleh psikolog[1]. Seseorang yang memiliki Alter ego dikatakan menjalani kehidupan ganda.

    Sebuah makna yang berbeda dari Alter ego dapat ditemukan dalam analisis sastra, yang pengambaran karakter dalam karya-karya berbeda yang secara psikologis mirip, atau karakter fiktif yang perilakunya, ucapan, atau pikiran sengaja mewakili penulis[2] atau dengan jenis penampilan lain.

    Keberadaan “diri yang lain” telah pertama kali dikenali pada tahun 1730-an. Anton Mesmer menggunakan hipnotis untuk memisahkan Alter ego. Percobaan ini menunjukkan pola perilaku berbeda dari kepribadian individu dalam keadaan sadar dibandingkan saat terhipnotis. Karakter lain dikembangkan dalam kesadaran yang berubah tapi dalam tubuh yang sama[3].

    Alter ego juga digunakan untuk merujuk perilaku berbeda setiap orang yang ditampilkan dalam keadaan tertentu. Konsep terkait termasuk avatar, doppelgänger, peniru, dan kepribadian ganda.

    Film[sunting | sunting sumber]
    Dalam Mama’s Little Pirate, salah satu film pendek Our Gang, setelah mengalami masalah dengan menyentuh lampu senter milik ayahnya, Spanky kedapatan terkirim ke kamar mandinya dan berbicara dengan alter egonya. Contoh lain dari alter ego dapat dilihat dalam Hannah Montana.

    Lihat pula[sunting | sunting sumber]
    Nama panggung
    Nama pena
    Nama samaran
    Nama gelanggang
    Catatan kaki[sunting | sunting sumber]
    ^ Irving B. Weiner, Donald K. Freedheim (2003). Handbook of Psychology. John Wiley and Sons. hlm. 262. ISBN 0-471-17669-9.
    ^ Glenn Daniel Wilson (1991). Psychology and Performing Arts. Taylor & Francis. ISBN 90-265-1119-1.
    ^ Pedersen, David (1994). Cameral Analysis: A Method of Treating the Psychoneuroses Using Hypnosis. London, U.K.: Routledge. hlm. 20. ISBN 0-415-10424-6.
    Human.jpg Artikel bertopik manusia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.
    Kategori: PsikologiIlmu kejiwaanManusiaPenyakit jiwaDiriBahasa Latin
    Menu navigasi
    Buat akun baruMasuk logHalamanPembicaraanBacaSuntingSunting sumberVersi terdahulu

    Halaman Utama
    Perubahan terbaru
    Peristiwa terkini
    Halaman baru
    Halaman sembarang
    Komunitas
    Warung Kopi
    Portal komunitas
    Bantuan
    Wikipedia
    Tentang Wikipedia
    Pancapilar
    Kebijakan
    Menyumbang
    Hubungi kami
    Bak pasir
    Bagikan
    Facebook
    Google+
    Twitter
    Cetak/ekspor
    Buat buku
    Unduh versi PDF
    Versi cetak
    Peralatan
    Pranala balik
    Perubahan terkait
    Halaman istimewa
    Pranala permanen
    Informasi halaman
    Item di Wikidata
    Kutip halaman ini
    Bahasa lain
    العربية
    Български
    Català
    Čeština
    Dansk
    Deutsch
    English
    Español
    Euskara
    Suomi
    Français
    Gàidhlig
    Galego
    עברית
    Hrvatski
    Magyar
    Italiano
    日本語
    ქართული
    한국어
    Македонски
    Nederlands
    Norsk nynorsk
    Norsk bokmål
    Polski
    Português
    Română
    Русский
    Srpskohrvatski / српскохрватски
    Simple English
    Slovenčina
    Slovenščina
    Српски / srpski
    Svenska
    Kiswahili
    Українська
    中文
    Sunting interwiki
    Halaman ini terakhir diubah pada 05.09, 30 Desember 2013.
    Teks tersedia di bawah Lisensi Atribusi-BerbagiSerupa Creative Commons; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

  2. Akung Ibnu berkata:

    Yang ini istilah yang terkait dengan istilah bipolar.
    Pemecahan kepribadian atau sering juga disebut kepribadian ganda, atau juga lebih terkenal dengan nama alter ego. Merupakan suatu keadaan di mana kepribadian individu terpecah sehingga muncul kepribadian yang lain. Kepribadian itu biasanya merupakan ekspresi dari kepribadian utama yang muncul karena pribadi utama tidak dapat mewujudkan hal yang ingin dilakukannya. Dalam bahasa yang lebih sederhana dapat dikatakan bahwa ada satu orang yang memiliki pribadi lebih dari satu atau memiliki dua pribadi sekaligus. Kadang si penderita tidak tahu bahwa ia memiliki kepribadian ganda, dua pribadi yang ada dalam satu tubuh ini juga tidak saling mengenal dan lebih parah lagi kadang-kadang dua pribadi ini saling bertolak belakang sifatnya.

    Akan tetapi,ada kasus penyembuhan dimana dua pribadi atau lebih yang ada dalam tubuh ini saling mengenal,dan mereka melakukan sinkronisasi atau menyelaraskan pola pikir,sifat,dan tujuan mereka sehingga mereka mampu membagi segalanya yang ada di hidup mereka dengan perjanjian atau syarat tertentu yang mereka buat sendiri.Dengan begitu mereka mampu menjalani kehidupan normal bahkan bisa mengendalikan pengambilan alih badan atas keinginan mereka sendiri.Penderita yang sudah melakukan sinkronisasi dengan dirinya yang satu lagi akan terlihat seperti orang normal selayaknya.

    Terlebih lagi penderita yang sudah melakukan sinkronisasi bila dilihat dari luar akan terlihat seperti orang yang mempunyai banyak keahlian,hal ini dikarenakan kepribadian si penderita yang lain mempunyai sifat dan keahlian tersendiri,sehingga ketika si kepribadian asli tidak bisa melakukan sesuatu hal yang bisa dilakukan kepribadian lainnya,Ia akan bertukar dengan kepribadian yang ahli dalam hal itu untuk diandalakan dalam menyelesaikan hal tersebut.

    Contohnya apabila ada kasus dimana seorang mahasiswa berkepribadian ganda harus melakukan presentasi materi di depan kelas.Kepribadian asli mahasiswa ini mempunyai sifat gugup bila dihadapan orang ramai yang membuatnya buruk dalam presentasi,dan secara kebetulan kepribadiannya yang lain mempunyai sifat berani dan percaya diri.Dalam keadaan ini apabila sudah melakukan sinkronisasi si kepribadian asli akan bertukar dengan kepribadian yang percaya diri ini untuk menyelesaikan presentasi yang harus dilakukan.

    Ataupun keadaan dimana si penderita harus mengikuti ujian matematika,tentu si penderita akan berdiskusi dengan kepribadiannya yang lain siapa yang lebih mampu untuk mengerjakan soal hitung-hitungan tersebut.

    Kronologi kasus pemecahan kepribadian di Eropa[sunting | sunting sumber]
    (1646) Paracelsus melaporkan kasus tentang wanita yang menuduh seseorang telah mencuri uangnya. Pencurinya kemungkinan memiliki kepribadian ganda, yang melakukan tindakannya tanpa sepengetahuan pribadi utama.
    (1791) Eberhard Gmelin mendeskripsikan kasus tentang pergantian identitas diri seorang wanita Jerman berusia 21 tahun, yang mengaku seorang bangsawan Perancis dan mampu berbicara bahasa Perancis. Gmelin percaya bahwa kasus seperti itu dapat membantu memahami seluk beluk kepribadian manusia.
    (1816) Kasus Mary Reynolds, kepribadian ganda, diterbitkan dalam bentuk artikel di majalah Medical Repository.
    (1838) Charles Despine menemukan sebuah kasus kepribadian ganda dalam diri Estelle, seorang gadis berusia 11 tahun.
    (1876) Eugène Azam menemukan kasus kepribadian ganda dalam tubuh seorang wanita muda Perancis, yang biasa dipanggil Felida X.
    (1899) Buku karangan Théodore Flournoy yang berjudul Des Indes à la Planète Mars: Etude sur un cas de somnambulisme avec glossolalie (Dari India ke Planet Mars: Kasus kepribadian ganda dengan bahasa imajiner) diterbitkan.
    (1906) Buku Morton Prince, The Dissociation of a Personality, mengungkapkan kisahnya merawat pasien berkepribadian ganda bernama Clara Norton Fowler alias Christine Beauchamp.
    (1915) Walter Franklin Prince menerbitkan studi kasus seorang pasien yang bernama Doris Fischer dengan judul The Doris Case of Multiple Personality. Studi kasus ini kemudian diikuti oleh beberapa percobaan mengenai diri Fischer sendiri dan dirinya yang lain.
    (1943) Stengel mengatakan bahwa seseorang yang berkepribadian ganda mengalami “kelainan”.
    (1954) Buku Shirley Jackson, The Bird’s Nest, sebuah cerita fiksi tentang pemecahan kepribadian, diterbitkan.
    (1954) Buku Thigpen & Cleckley, The Three Faces of Eve, didasarkan pada hasil terapi Chris Costner-Sizemore, diterbitkan. Buku ini berhasil menarik minat orang Amerika mengkaji masalah pemecahan kepribadian.
    (1957) Film The Three Faces of Eve yang dibintangi oleh Joanne Woodward, diluncurkan.
    (1973) Buku laris karya Flora R. Schreiber, Sybil, membukukan kisah pengobatan dan terapi yang dilakukan oleh Shirley Ardell Mason. Namanya disamarkan menjadi Sybil Dorsett dalam buku ini.
    (1976) Versi layar kaca Sybil diproduksi, dibintangi oleh Sally Field.
    (1977) Chris Costner-Sizemore menerbitkan otobiografinya yang berjudul I’m Eve.
    (1980) Tahun terbit buku Michelle Remembers.
    (1981) Buku Daniel Keyes, 24 Wajah Billy, diterbitkan. Buku ini didasarkan dari hasil wawancara antara Billy Milligan dan terapisnya.
    (1986) Tahun terbit buku When Rabbit Howls.
    (1995) Astraea, situs yang pertama kali membahas masalah pemecahan kepribadian di dunia maya, diluncurkan bulan September.
    (1999) Buku Cameron West, First Person Plural: My Life as a Multiple, diterbitkan.
    (2005) Otobiografi Robert Oxnam, A Fractured Mind, diterbitkan.

    Kategori: Ilmu kejiwaanManusiaPenyakit jiwa
    Menu navigasi
    Buat akun baruMasuk logHalamanPembicaraanBacaSuntingSunting sumberVersi terdahulu

    Halaman Utama
    Perubahan terbaru
    Peristiwa terkini
    Halaman baru
    Halaman sembarang
    Komunitas
    Warung Kopi
    Portal komunitas
    Bantuan
    Wikipedia
    Tentang Wikipedia
    Pancapilar
    Kebijakan
    Menyumbang
    Hubungi kami
    Bak pasir
    Bagikan
    Facebook
    Google+
    Twitter
    Cetak/ekspor
    Buat buku
    Unduh versi PDF
    Versi cetak
    Peralatan
    Pranala balik
    Perubahan terkait
    Halaman istimewa
    Pranala permanen
    Informasi halaman
    Item di Wikidata
    Kutip halaman ini
    Bahasa lain
    العربية
    Bosanski
    Čeština
    Dansk
    Deutsch
    Ελληνικά
    English
    Español
    فارسی
    Suomi
    Français
    עברית
    हिन्दी
    Hrvatski
    Magyar
    Italiano
    日本語
    한국어
    Lëtzebuergesch
    Plattdüütsch
    Nederlands
    Norsk bokmål
    Polski
    Português
    Română
    Русский
    Sicilianu
    Srpskohrvatski / српскохрватски
    Simple English
    Slovenščina
    Svenska
    తెలుగు
    Türkçe
    Українська
    اردو
    中文
    Sunting interwiki
    Halaman ini terakhir diubah pada 04.02, 30 April 2013.
    Teks tersedia di bawah Lisensi Atribusi-BerbagiSerupa Creative Commons; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

  3. Akung Ibnu berkata:

    Berbagai istilah terkait dengan bipolar dapat dijumpai dalam psycoloyi, namun untuk membedakan secara “tegas”( tidak rancu) seseorang harus mempelajari psychologi secara “utuh”, sebab psychology terbagi berbagai mazab, dari psychoanalisis yang sangat ilmiah hingga para psychologi yang sudah merambah spiritualisme. Para psychologi gagal membuktikan adanya spirit apalagi soul, namun bukan berarti spirit dan soul tidak ada, sebagai halnya Einstein tak dapat membuktikan adanya eter, bukan berarti eter tidak ada.
    Teori Eter Som Wyn dengan bukti percobaan Gelang Magnet Som Wyn berupaya mengungkapkan adanya eter berdasar Teori Minimalis.
    Teori Minimalis memprediksikan suatu saat manusia akan sanggup mendeteksi spirit saat manusia telah sanggup mendeteksi eter, sebab spirit bertubuh eter.
    Agar fenomena yang tak terjelaskan berbagai teori yang telah ada: Akungibnu menggagas Teori Minimalis dan turunannya, diantara TM adalah: TM +, dan Teori Paralogika.
    Teori Paralogika menggunakan komputer sebagai model organisme dan user sebagai model spirit. Saat ini kerja, sifat dan segala hal mengenai komputer dan user diketahui oleh peradaban saat ini, sangat berbeda dengan “rahasia living organisme”, termasuk manusia.
    Sebuah komputer diprogram oleh user yang bertindak sebagai programmer. Komputer tidak hanya dapat digunakan oleh programer, melainkan dapat dimanfaatkan oleh user lain yang sanggup memanfaatkan komputer. Komputer juga dapat dibajak oleh user yang bertindak sebagai hacker. Nah dengan demikian: living organisme juga harus diprogram oleh spirit yang dinamakan spirit penumbuh. Spirit penumbuh memanfaatkan organisme baru agar dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan spirit tersebut. Diluar living organisme terdapat spirit bebas yang membutuhkan organisme agar dapat memanfaatkan berbagai energi, sebab spirit yang bertubuh eter hanya sanggup memanfaatkan energi transien, diantaranya cahaya.
    Spirit bebas ini dapat memanfaatkan: organisme yang sudah ditinggalkan oleh spirit penumbuh, memanfaatkan liviong organsime yang masih dikendalikan oleh spirit penumbuh secara sharing, memanfaatkan organisme yang dalam kondisi bawah sadar atau tak mampu mengendalikan kesadarannya, membajak living organisme atau merebut dengan berbagai cara hingga dapat menguasai organisme selamanya atau sesaat.
    Teori Minimalis berasis dualistik, yaitu Energy (E = -x + y) dan Non Energy (z#- x + y), Teori Paralogika, turunan TM, menginformasikan bahwa setiap living organisme merupakan interaksi vitalistik antara organisme dengan soul (z) yang membentuk whiteblank body (WB) atau interaksi semi vitalistik antara organisme dengan spirit.

  4. Akung Ibnu berkata:

    Setiap orang memiliki rasa bahasa untuk merasakan “perbedaan” dua kata yang sering digunakan secara rancu karena dianggap sebagai kata sepadan maknanya atau dikatagorikan sebagai sinonim. Mereka yang memiliki rasa bahasa toinggi/peka sanggup membedakan makna dua kata yang dianggap sinonim., sehingga sangat selektif dalam menggunakannya.
    Sebaliknya ada sebuah kata yang dapat bermakna lebih dari satu , atau ambigus,sehingga untuk membedakan harus digunakan dalam rangkaian kalimat, juga harus diingat lingkungan penggunanya ( perbedaan disipilin ilmunya)..
    Rasabahasa erat hubungannya dengan perbendaharahan kata dan sikap kritis terhadap tata bahasa maupun ediomatik. Sejak kecil akung gemar menulis dan berkecipung dalam bidang redaksional, sehingga berusaha untuk mengembangkan rasa bahasa. Pada usia lanjut akungibnu
    banyak me,mbuat kata baru atau memanfaatkan kata yang telah ada untuk “menyatakan” makna yang berbeda dengan penggunaan secara umum.
    Akung membedakan antara: otak dengan fikiran, fikiran dengan akal, batin dengan dogma, tuhan dengan Tuhan, microcodsmos dan macrocomos, soul, dan spirit, metafisika, supernatural dan gaib, …………………………
    Akung akan mencoba “membedakan” antara: bipolar, alter ego, kepribadian terpisah, kepribadian ganda atas dasar rasa bahasa akung.
    a.bipolar = dua kutub = dua kutub dapat seimbang, misalnya kutub magnet jika mengalami keseimbangan statis akan membentuk quantum minimalis yang terdeteksi oleh pancaindera atau peralatan fisika, jika membentuk keseimbangan dinamis setiap saat “bergoyang” namun dalam frequensi dan amplitudo tertentu.
    Ini artinya orang normal dan siapapun memiliki bipolar (batin dan nalar), jika statis (tetap) akan mudah teramati dalam kurun waktu,lama tanpa banyak perubahan sehingga dianggap sebagai berkepribadian tuanggal walau sebenarnya memiliki dua kutub (bipolar).
    b. alter ego: Jika kedua kutub itu mengalami keseimbangan dinamis sehingga setiap saat berubah (alter) maka dinamakan alter ego. Alter ego dianggap tidak normal atau kelainan, namun belum tentu “merugikan” yang mengalaminya sebanjang dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dua kutub (bipolar) dalam bentuk alter ego, justru dapat memberikan fanfaat saat dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu masalah..

  5. Akung Ibnu berkata:

    sambungan komentar:
    c. Kepribadian terpecah dan kepribadian ganda: berbeda dengan alter ego, sebab terjadi pada saat , bedanya kepribadian terpecah terjadi akibat terpecahnya bipolar yang seharusnya menyatu membentuk kepribadian tunggal karena kedua kutubnya seimbang saling menguatan atau saling mengimbangi, menurut Spycho Minimalis ada bebrapa varian kepribadian:
    1..fenomena keseimbangan statis (E=0}= mengandalkan pancaindera= materialistik.
    2. fenomena keseimbangan dinamis: ( E=-x >*< E=y),,
    a. keseimbangan spiritual religious = keseimbangan antara fikiran dengan dogma yang alami dan universal..
    b. keseimbingan spiritual ilmiah = keseimbangan antara dogma yang universal walau bukan alami melainkan hasil akal budi manusia dan batin. yang individual namun ilmiah (dapatditerima oleh akal).
    c. kesimbangan akal budi = keseimbangan antara akal yang individual dan ilmiah dan batin yang individual namun ilmiah..

    3. fenomena . penguatan:
    a. ( E=-x)* (E=-x) = penyatuah antara dogma , dinyatakan sebagai (<**>)= superiorisme kecerdasan. = perasa paling pandai.

    Menurut Psycho Minimalis jika operator penyatyuan (*) atau operator keseimbangan (*) berubah atau diubah menjadi operator penggabungan (+) akan terjadia
    a. fenomena alter ego (jika berlaku tidak serentak melainkan bergantian).
    b. kepribadian terpecah jika berlaku serempak, namun dapat disatukan kembali.
    c. kepribadian ganda: jika terjadi terus menerus dan sulit untuk disatukan.

    Fenomena itu dapat terdeteksi dari perilaku seseorang lewat pancaindera, namun untuk menghadapinya dibutuhkan berbagai cara, dengan pendekatan
    a. pendekatan akal budi, bersifat individual namun ilmiah, dengan pemanfaatan personal capabelitas (kemampuan perorangan baik objeck maupun subjeknya). ,Iinil yang dikembangkan oleh New Age. dengan prisfip self help mengobati/menolong diri sendiri)..
    b. pendekatan spiritual, baik spiritual religious (agama) maupun spiritual ilmiah
    c. pendekatan science dengan pengobatan fisik dan kejiwaan berdasarilmu pengetahuan materialistik.

    Penjelasan ini berdasar rasa bahasa Akungibnu, mungkin cucu memiliki rasa bahasa lain sehingga menilai tu;lisan Akungibnu sebagai omong kosong.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s