Psychology, paraspychology dan psychominimalis.

Pertanyaan: Apa bedanya psychology, parapsychology dan psychominimalis?

Jawaban:

a. Psychology berbasis science yang memandang isi Alam Semesta hanya materi, makluk hidup dianggap sekedar reaksi biokimia, tidak mengakui keberadaan soul. Tak peduli pada fenomena sesudah kematian.

b. Parapsychologi: berusaha mengungkap fenomena yang tak dipedulikan oleh Psychology, namun tetap terkait dengan science sehingga gagal dalam pembuktian fenomena non materi, misalnya fenomena sesudah kematian, adanya spirit dll (Baca parapsychologi lewat pencarian google search, atau Akungibnu.

c. Psychominimalis :berbasis Teori Minimalis yang dualistik, mengakui adanya energy berdasar Formula  Supernatural Modern : E = – x + y dan  Formula Non Energy E’# -x + y  diantaranya soul  yang dinyatakan dengan Formula Som Wyn z # – x + y.

Psychominimalis memanfaatkan akal budi (keseimbangan dinamis akal yang individual namun ilmiah dengan batin yang individual dan ilmiah). sebagai sarana untuk menilai budi pekerti / perilaku living organisme, termasuk manusia atas dasar pengamatan pancaindera.

Psychominimalis sangat erat kaitannya dengan Teori Paralogika yang menggunakan komputer sebagai model organisme dan user sebagai model spirit.

Menurut TP ada dua jenis manusia, yaitu Whiteblank Body (WB) yang sepenuhnya patuh pada Tuhan YMK., dan Reinkarnated Body (RB)  yang mandiri (mengurusi diri, jenis dan lingkungan masing-masing)..

Psychominimalis hanya melakukan pengamatan dan analisa pada  RB, sebab WB termasuk dalam wilayah Spiritual Religious yang merupakan  keseimbangan dinamis antara fikiran yang alami  dan universal dan dogma yang alami  dan universal.

Psychominimalis dengan jelas membedakan antara: otak, fikiran dan akal, dogma dan batin, pancaindera dan peralatan fisika. PM menggunakan berbagai notasi dan operator matematika, diantaranya operator penyatuan (*), operator penggabungan dan pemisahan (+), operator keseimbangan statis (=), operator keseimbangan dinamis (><)  operator penguatan (>>) , ( <<) dan (==).

Penggunaan operator dan notasi akan mempermudah memberikan penjelasan pada berbagai fenomena “kejiwaan”  dan “perilaku” seseorang dan kelompok manusia. 

Sebagai contoh:

a. Notasi (==) : penguatan pancaindera dengan peralatan fisika yang menjadikan manusia yang pancainderanya sangat terbatas menjadi sangat luar biasa.

b. Notasi  (>>) penguatan fikiran oleh akal yang menyebabkan manusia merasa superior dalam berfikir.

c. Notasi (<<) penguatan dogma dengan batin yang  terintegrasi menjadi iman yang menyebabkan seseorang merasa superior dalam keyakinan.

d. Notasi (=+=) : pemisahan antara pancaindera dengan peralatan fisika sehingga manusia menyadari bahwa peralatan fisika dapat menyesatkan pancaindera.

e. Notasi (>+<): pemisahan antara akal dan batin menyebabkan perilaku menyimpang dari orang normal.

f. Notasi (<+<): pemisahan antara dogma dan batin, menyebabkan manusia berlaku pura-pura atau munafik.

Masih banyak notasi-lain untuk menyatakan kondisi “kejiawaan” dan  perilaku living organisme, khususnya manusia.

Psychominimalis berusaha menjelaskan fenomena yang sulit dijelaskan oleh psychologi, misalnya fenomena kesurupan, santet, tempat yang dikeramatkan, kemampuan bawah sadar……………………..

 

 

 

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s