Bagaimana cara Akung mencintai Utie.

Tulisan ini kuperuntukkan bagi generasi setalah kami yang ingin hidup mandiri, tidak ikut-ikutan atau memaksakan orang lain menjadi pengikutnya.

Ini kisahnya:

Belakangan Utie Endang asyik menulis pengalaman hidup  dan ingin tulisannya dibaca orang lain, termasuk Akungibnu. Akung cuek sebab tulisan Utie “sulit” terbaca bagi akung. Utie berniat menerbitkan “hasil karyanya” agar dapat dibaca oleh generasi mendatang.

Akung menyarankan agar naskah difotokopi sebelum di serahkan kepada orang lain, sebab jika “tercecer” atau hilang akan  menyebabkan “kekecewaan”.

Ternyata sebelum difoto kopi naskah telah diserahkan ke Maryono untuk diketik. Utie mengeluh pekerjaan Maryono sangat lambat dan meminta akung  untuk mencarikan pengetikan profesional.  Akung mencari tempat pengetikan.

Ternyata naskah diketik dengan komputer,  maka dapat disimpan dalam flashdisk.  Akung membelikan flashdisk dan mencari tempat pengetikan lain agar lebih cepat . Flashdisk itu diserahkan oleh utie kepada Maryono, tetapi ternyata tidak dimanfaatkan  karena Maryono telah membelikan flashdisk  sendiri. Anehnya  Maryono tidak mengembalikan flashdisk sehingga akung membeli satu lagi untuk menyimpan pengetikan yang  akan dilakukan oleh pengetik lain.

Maryono menyerahkan hasil pengetikan dalam bentuk lembaran hasil cetak.

Utie membaca hasilnya dan ternyata banyak sekali kesalahan, sehingga dikorekai oleh utie secara tulis tangan  dan hasilnya akan dikembalikan ke Maryono untuk dibetulkan.

“Yah, utie jangan terlalu berharap, nanti kecewa. Seharusnya Maryono menyerahkan flashdisk agar dikoreksi langsung oleh utie,

“Aku kan sibuk sekali, tolong  akung yang ngoreksi.”

Mana mungkin, yang paling tahu kesalahan dan yang mengerti bagaimana yang benar adalah utie, bukan akung.”

“Dasar  malas !”

“Ya memang malas, suami malas ada hikmahnya, isterinya menjadi mandiri, bukan manja.”

 

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s