Ilmu Titen, Ilmu Kitab dan Ilmu Yakin.

Fragmen STPH:

Ada dua teman ronda yang masing-masing memiliki “ilmu” yang berbeda, namun saling menghargai:

Pak Pur seorang ustad muda yang rajin membaca sehingga wawasannya sangat luas, dijuluki “kutub buku” atau ahli kitab.

Pak Wardi Utama: seorang pengamat lingkungan sehingga memanfaatkan kemampuan “mencatat” sesuatu kejadian untuk digunakan  sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan. Pak Wardi menyatakan dirinya penganut  “ilmu titen”

Pak Ibnu, aku , diberi gelar penganut “ilmu yakin”, sehingga suka ngeyel. Aku tidak menyangkal “gelar informal”, namun memberi pandangan lebih luas pada ilmu yakin.

Paling tidak ada dua ilmu yakin:

a. Yakin tanpa difikir sehingga sulit untuk menerima diluar yang diyakini.

b. Yakin setelah difikir, masih mungkin menerima hasil pemikiran  lain namun  bersikap kritis berdasar adu argumentasi.

Menurut guru spiritualku JB Basuki: Believe without thinking is the way to the heaven.

Menurut aku : Thingking before believing is the way to reality.

——————————-

Belakangan aku berdiskusi dengan Endang, isteriku yang cerdas. Ternyata dia  sealiran dengan pak Wardi yang mngembangkan ilmu titen, dan pak Pur yang mengembangkan ilmu kitab.

Aku mengatakan ada tiga phase yang dinyatakan oleh Teori Minimalis untuk mengungkap suatu kejadian. 

1. Menjawab pertanyaan How, sebagai contoh pertanyaan: Bagaimana Alam Semesta saat ini, jawabnya “mengembang.”

2. Dapatkah Science menjawab pertanyaan berikutnya: Why?Mengapa  Alam Semesta mengembang ?

3. Untuk menjawab pertanyaan Why harus dikaitkan dengan pertanyaan Who atau What is.  Alam Semesta itu apa?

Menurut TM yang mengembang bukan Alam Semesta melainkan Sub Alam Fisika yang dapat terakses oleh Pancaindera dan peralatan fisika.

Menurut TM ada 5 Sub Alam yang memilki dimensi berbeda.

Endang mengacungkan jempol keatas, tetapi segera menguji teori Minimalis.

“Mengapa kalau ada burung prenjak maka akan ada tamu? Mengapa kalau akan ada orang mati  burung gagak hingga diatas genteng rumah. Mengapa kalau akan terjadi erupsi gunung berapi, binatang turun , mengapa…………… dan masih banyak yang akan kutanyakan.”

“Baiklah akan kujawab satu persatu berdasar TM dan turunannya.;

a. Jawaban paling gampang adalah kebetulan. Kebetulan itu banyak kemungkinan (probabilitasnya)  namun tergantung dari situasi dan kondisi.

Dahulu banyak burung prenjak sehingga kemungkinan terjadinya kebetulan lebih banyak dibanding saat sekarang dimana jarang ada burung prenjak. Bahkan seandainya burung prenjak telah punah tak ada lagi mitos burung prenjak menjadi pertanda akan datangnya tamu.

b. Dahulu banyak burung gagak mencari makanan, yaitu bangkai.

Penciuman burung gagak sangat tajam agar sanggup menemukan bangkai. Orang yang akan meninggal karena sakit organismenya sudah memancarkan bau bangkai, berlainan dengan yang meninggal akibat musibah atau kecelakaan baru memancarkan bau busuk bebarapa saat setelah meninggal.

Sekarang burung gagak sudah langka, banyak kematian “mendadak”  jadi tidak relevan lagi menggunakan indikator akan terjadi kematian dengan hadirnya burung gagak. Yang benar burung gagak akan datang saat mencium bau bangkai.

c. Binatang memiliki pancaindera tajam disamping  pemanfaatan  insting, bahkan intiuisi. Saat mendeteksi kondisi  lingkungan tidak normal mereka akan segera menyelamatkan diri, tanpa memikirkan konsekwensi meninggalkan tempat yang telah lama dihuninya, ini sangat berbeda dengan manusia.  Fikiran dan pertimbangan manusia menjadikan manusia  sungkan meninggalkan tempat yang telah memberikan kenikmatan hidup, sehingga tidak peduli akan bahaya yang akan mengancam. Manusia sanggup membuat peralatan fisika untuk mendeteksi secara dini, namun tak akan ada artinya jika tidak dipatuhi. Tanda-tanda alami juga dinisbilan.

 

 

 

 

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s