Kucing setan!

Fragmen STPH.

Pagi kemarin aku melakukan sidak karena malam sebelumnya terdengar suara orang “omong-omong”  dalam suasana kesunyian ditingkah gaduh suara kucing berkelahi. Kutemukan gundukan-gundukan pasir di gang  antara rumah Oerip dan Tito,menuju unit belakang.

“Wah agaknya ada yang mabuk,” keluh Poce yang kebetulan ada di gang.

Kuamati gundukan pasir yang baunya tak sedap, sambil berjalan ke unit belakang. Pintu masih tertutup, kecuali kamar nomor 4 yang di huni keluarga nunung yang mempunyai balita.

“Cantik sakit?” tanyaku sambil melongok ke-dalam kamar mencari si kecil.

“Tidur dirumah eyangnya. Ada apa eyang?”

“Itu kok ada utahan. Apakah ada yang mabuk-mabukan?”

“Aduh, saya kurang tahu.”

Kami menuju ke ruang parkir belakng, Poce sedang mengguyur gundukan pasir untuk membersihkan barang yang menjijikkan itu. Joko keluar dari kamar 12.

“Semalam ada yang mabuk-mabukan ya, itu kok ada bekas utahan.”

“Ah, itu pasti utahan kucing.” jawab Joko dengan pasti.

“Lho kok tahu?”

“Ya semalaman mereka gaduh, kami usir karena mengganggu.”

“Apakah situ bicara-bicara sampai malam?”

“Bukan saya, mereka  omong-omong sampai malam.”

“Mereka siapa?

“Taruna baru.”

—————————————

Sore harinya aku menjumpai taruna baru yang sedang bergerombol di lantai dua, tempat jemuran yang dilindungi atap.

“Kalian tahu siapa yang mutah-mutah?”

“Itu pasti kucing.”

“Syukurlah!  Jangan  mabuk-mabukan di kost ini, kalau akan mabuk-mabukan di kampus saja.”

——————————————-

Kulaporkan hasil sidak.

“Lho akung kok menganjurkan mabuk-mabukan di kampus.” Endang memprotes.

“Kok tersinggung, yang kumaksud bukan kampus  yang sangat disiplin, yang kumaksud  kampus yang membiarkan  seniornya  mabuk, hingga memperlakukan yuniornya sesuka hatinya.”

“Sory kung, kami sudah berusaha mencegah penyalah gunaan basis, tetapi………. sering kali datang  tamu yang tidak diundang turut memanfaatkan basis untuk memeras yunior. Dulu pernah ditindak, ditangkap polisi, tetapi menjadi geger.”

“Itu sejenis kucing setan yang diusir oleh Joko dan taruna baru, tetapi malah mabuk, mutah-mutah menyulitkan penghuni kost ini.”

Kucing setan itu ternyata menggigit Oerip sehingga Oerip harus berobat ke Betesda, katanya habis satu juta rupiah.”

“O,ya. Kok mahal sekali.”

“Karena dikhawatirkan kena rabies.”

“Aku heran, kok ada yang memelihara kucing.”

“Itu kucing liar, tetapi dilindungi oleh hukum. Ada orang yang menyakiti kucing dihukum seumur hidup.”

“Kok aneh. Dimana itu?”

“Di-kerajaan yang diperintah oleh The Queen Cat.”

————————————————

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s