Mana yang benar” Matematika atau Matematika Minimalis?

Pertanyaan: Menurut Matematika 0 tidak ada sedangkan menurut Matematika Minimalis 0 itu ada. Aku jadi bingung, mana yang benar Matematika atau Matematika Minimalis? Mohon dijelaskan!

Jawaban:

a.Matematika termasuk  Materialistic Science (MS)  yang berbasis materi,  yang sangat dibutuhkan untuk menunjang  Fisika guna  memanfaatkan benda  yang dapat menyajikan kenikmatan dunia ( bagian dari Alam Semesta versi Science)

Fisika diawali dengan hasil pengamatan pancaindera yang berupa benda lalu dibagi-bagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil yang akhirnya menghasilkan energy fisika paling kecil yang dinamakan quantum.

Axioma Matematika adalah membagi bilangan bulat menjadi pecahan yang menghasilkan pecahan  paling kecil hingga mendekati nol, namun  tak pernah menghasilkan  0 melainkan mendekati nol.  Inilah sebabnya 0 dianggap tak ada pada Matematika.

b.Matematika Minimalis termasuk Teori Minimalis yang berbasis Energy dan  Non Energy  , yang sangat dibutuhkan untuk menunjang  Scientific Spirituality  (SS)  guna memanfaatkan seluruh energy yang tersedia di dunia dan galaksi lainnya yang berupa macrocosmos dan menguak fenomena microcosmos yang merupakan interaksi antara energy ( yang sanggup dimengerti kemampuan manusia)    dengan non energy (yang tak mungkin diketahui oleh manusia ). Microcosmos merupakan fenomena yang hanya terjangkau oleh SS dan tak terjangkau oleh MS.

Axioma Matematika Minimalis:  Pada sistem skalar: Nol merupakan penjumlahan sembarang bilangan yang sama besarnya dan berlawanan tandanya. Pada sistem vector:  Nol adalah merupakan resultante dari  dua vektor yang bekerja pada satu titik tangkap yang  sama besarnya dan berlawanan arahnya.

Matematika Minimalis menggunakan Formula Supernatural Modern E = – x + y dan Formula  Som Wyn  z # – x + y.

Dengan menggunakan FSM : Angka o  diperoleh saat nilai x = y, artinya nol memang benar-benar ada. Justru saat E=0 terjadilah energy nyata yang dapat terakses oleh pancaindera dan peralatan fisika. Ini dapat dimanfaatkan untuk membuktikan bahwa E=0 memiliki arti sangat penting bagi  Fisika walau tidak dikenal dalam Matematika, karena merupakan penjelasan terjadinya materi yang tak mungkin dijelaskan oleh Matematika (karena tak mengakui adanya 0)  Materi hanya mungkin terbentuk saat E=0, jika E#0 yang terbentuk bukan materi melainkan eter (energi transien)

Dengan menggunakan FSW:  dapat dibuktikan bahwaa z (soul) bukan termasuk energy sehingga tidak mungkin dimengerti oleh kemampuan manusia. Namun saat z berinteraksi vitalistik dengan E, terjadilah microcosmos yang dapat dimengerti oleh manusia, sehingga menurut Teori Som Wyn terdapat tujuh lapis microcosmos.

MS tak mempermasalahkan microcosmos, karena memandang Alam Semesta hanya terisi materi,  sebaliknya SS sanggup membuktikan adanya microcosmos  (keteraturan kecil) disamping macrocosmos (keteraturan besar).

Agar manusia sanggup migrasi ke galaksi lainnya maka harus memperluas wawasan dalam menguak rahasia Alam Semesta , tidak terbelenggu oleh MS dan mulai mengembangkan SS.

Ringkasan:

Matematika dibutuhkan untuk  menunjang MS   sedangkan MM untuk menunjang SS.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Mana yang benar” Matematika atau Matematika Minimalis?

  1. Akung Ibnu berkata:

    FSM (Formula Supernatural Modern) E= -x + y adalah formula untuk menjelaskan isi Alam Semesta yang berupa Energi yang membentuk Macrocosmos (Keteraturan Besar) karena telah dibekali kesadaran oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk mengurusi diri sendiri, jenis dan lingkungan masing-masing.
    Manusia hanya sanggup memberi nilai E, x, y secara teoritis, untuk menjelaskan rahasia Alam Semesta, yang sanggup merubah nilai sesungguhnya hanya Tuhan Yang Maha Esa, karena Alam Semesta dikuasai oleh dimensi fatu (t).
    FSSW ( Formula Supernatural Som Wyn) x= F1(t) dan y = F2(t) adalah hasil akal budi Som Wyn (Ibnusomowiyono Notoatmojo) untuk menjelaskan perubahan x dan y berdasar Alam Semesta dikuasai oleh deminsi waktu sehingga setiap saat mengalami perubahan strukture energinya , Secara Matematika x adalah Fungsi 1 dari waktu , sedangkan y adalah fungsi 2 dari waktu.
    Jika kedua formula disatukan, maka akan menjadi E = – F1(t) + F2(t).
    Formula ini dikembangkan oleh Som Wyn sehingga didapat Formula Gelombang Som Wyn (FGSW) : a3*sin(u3 + w3t) = – a1*sin(u1 + w1t) + a2*sin(u2 + w2t) .
    FSW (Formula Som Wyn) z # -x + y adalah hasil akal budi Som Wyn tentang adanya soul yang merupakan fenomena non energi berdasar Teori Minimalis Plus: E’ # – x + y. Formula ini menunjukkan bahwa soul tidak merupakan energi sehingga diluar jangkauan kemampuan manusia dan sepenuhnya menjadi rahasia yang hanya diketahui oleh Tuhan YME.
    Microcosmos versi Minimalis adalah hasil interaksi vitalistik antara body yang dibangun oleh energi (bagian dari macrocosmos) dengan z (bagian dari non energi) . Microcosmos dapat dimengerti oleh kemampuan manusia sehingga menurut Teori Som Wyn terdapat tujuh lapis/tingkat:
    1. living organisme, 2. living astral body (spirit), 3. living dark body, 4. living bright body, 5. talenst body, 6. holly body, 7. non body.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s