Mengapa ada nilai x = 0 dan y= 0, bukankah x dan y harus >0 ?

Pertanyaan: Menurut TM nilai x> 0 dan y>0, tetapi mengapa akung menyatakan adanya energi gaib E = – x yang artinya ada nilai y = 0, demikian halnya energi metafisika E = y yang artinya ada nilai x = 0.

Jadi jika TM konsisten, maka berarti tidak ada energi gaib maupun energi metafisika, yang ada hanya energi fisika E= 0 atau x = y sebab  sesuai dengan TM yang menyatakan x dan y harus lebih besar dari nol, keduanya bernilai positif, yaitu x > 0 dan y >0

Jawaban: Bacalah  dengan teliti Axioma  TM  untuk FSM: E = – x + y yang menyatakan nilai x dan y masing-masing lebih besar dari nol, atau salah satu bernilai lebih besar dari nol. (Jadi tidak harus keduanya lebih besar dari nol ).

Dari axioma itu (salah satu boleh bernilai nol)  sehingga adanya energi gaib dan energi metafisika tidak menyalahi TM.

Cucu tidak cermat dalam memanfaatkan otak sebagai ( yang dimodelkan sebagai cpu dalam Teori Paralogika) sehingga menyatakan  yang ada hanya energi fisika sebab seharusnya paling tidak cucu mengakui adanya energi transien dimana E#0 karena memenuhi  TM  ( x > 0  dan y > 0) Mengapa cucu tak menyebut adanya energi transien E#). Ini bukti cucu terbelenggu oleh MS (Materialistik Science), hingga mendiskriditkan adanya energi gaib dan energi metafisika.

Lucu sekali, seorang yang materialistik tidak mengakui adanya energi metafisika yang dibutuhkan  agar manusia sanggup berfikir, bukan sekedar melihat dan menggunakan pancaindera yang dapat menghasilkan peralatan fisika. Tanpa berfikir, mustahil manusia dapat membuat peralatan fisika.

Namun dengan FSM juga  dapat dijelaskan mengapa x= 0 atau y = 0  dapat merinilai 0, yaitu penggabungan energi gaib (x)  dengan bayangan supersimetrinya (-x) , dan penggabungan energi metafisika (y) dengan bayangan supersimetrinya (-y)

Penjelasan   diatas sangat penting untuk dapat menjelaskan terjadinya unsur premordial (000) yang dapat tersimpan dalam satu titik singular.

Unsur premordial (000) dapat dijelaskan dengan adanya konsep/axioma bayangan supersimetri dari (0qq) yang berupa (o-q-q). Bayangan supersimetri diciptakan oleh Tuhan YME  (hasil akal budi manusia) untuk menciptakan unsur premordial agar dapat tersimpan dalam titik singular yang merupakan cikal bakal (embrio) Alam Semesta versi TM

Tujuannya konsep bayangan supersemitri  untuk menjelaskan kelahiran Sub Alam Fisika ( Bigbang versi Teori Minimalis) . Hal ini untuk mengkritisi Fenomena Bigbang  versi  Science yang materialistik (MS)  yang tak mengakui adanya penciptaan sehingga  tidak sanggup menjelaskan asal muasal Titik Singular dan menjelaskan mengapa titik singular tersebut mengembang dan meledak menjadi Alam Semesta versi MS.

Kesimpulan:

Cucu terbelenggu oleh MS sehingga berusaha “mendiskriditkan” adanya energi gaib (E=-x)  dan energi metafisika (E=y), anehnya tak menyebutkan adanya energi transien yang memenuhi persyaratan TM versi cucu yang menyatakan x  dan y harus lebih besar dari nol. Disisi lain cucu tak menyadari bahwa energi fikir lah yang menjadikan manusia sanggup berfikir hingga sanggup membuat peralatan fisika. Tanpa berfikir mustahil manusia dapat membuat peralatan fisika.. 

Science hanya mengandalkan penguatan fikiran*akal (>>) yang  ditunjang dengan bukti berdasar pengamatan pancaindera*peralatan fisika (==) , sedangkan TM berdasar keseimbangan akal budi (><).

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s