Hak intelektual bukan hanya demi materi.

Pertanyaan: Aku penggemar tulisan-tulisan Akungibnu sehingga berniat memanfaatkannya untuk mengembangkan TM menjadi teori ilmiah yang sistematis, mudah dipelajari. sehingga bermanfaat. Sayangnya Akungibnu telah menulis testimoni yang menyatakan siapapun diberi kesempatan untuk memanfaatkan karya tulis dan gagasan Akungibnu  sepanjang tidak menyimpang dari tujuan utamanya nya, yaitu mengagungkan Tuhan YME dengan tidak menjadikan  Nya sebagai pembelenggu kebebasan berkeyakinan,  berfikir,  bahkan berbuat  sepanjang berani menanggung risikonya.
Dalam testemoni disebutkan: Akungibnu tidak mengharapkan imbalan berupa materi dengan tidak mengharap memperoleh hak paten atas hasl intelektual.
Luar biasa Akungibnu ! Yang perlu dipertanyakan: Apakah ada yang bersedia tidak memperoleh hak intelektual atas hasil karyanya? Bukankah manusia macam ini teramat bodoh?

Maafkan jika pertanyaan dan pernyataan ku menyinggung hati nurani akung yang aku kagumi.

Jawaban: Luuuuaaaar biasa cucuku yang satu ini, sangat ginius!  Terima kasih atas “pendapat”  cucu yang 100% benar, setiap orang yang berkarya pasti mengharap imbalan, diantaranya mendapatkan perlindungan  hak intelektual.

Yang perlu dipertanyakan: apakah cucu puas dengan imbalan materi? Jika cucu puas dengan imbalan materi, jual saja karya cucu kepada orang lain dan memperkenankan orang itu menggunakan namanya sebagai yang berhak mematenkan karya cucu. Jika cucu melakukan hal itu maka sangat akung sayangkan, cucu bukan hanya bodoh tapi sudah tidak memiliki hati nurani. Cucu termasuk seorang pengecut sebab  tidak berani bertanggung jawab atas karya/gagasan cucu.  Testimoni akung justru bukti akung berani mempertanggung jawabkan tulisan dan gagasan akung, namun tidak mungkin akung  dituntut berdasar penipuan untuk memperoleh  keuntungan materi.

Akung tidak  puas dengan  menerima imbalan materi, melainkan lebih dari itu, yaitu kepuasan batin! Lagi pula Akung tidak melarang seseorang yang menggunakan karya tulis dan gagasan akung  untuk  mempeoleh /menerima perlindungan hak intelektual  atas  hasil karya dalam mengembangkan gagasan akung , sebab yang tidak diperkenankan  oleh akung : menyalah gunakannya untuk menjadikan Tuhan YME sebagai pembelenggu kebebasan berkeyakinan, berfikir bahkan berbuat.

Sebagai conton:

1. Adalah tidak masuk akal jika ada yang melakukan penelitian ilmiah  hingga dapat/berhasil  menemukan  eter berdasar Teori Minimalis lalu yang menerima hak intelektualnya akung. Menurut Logika fikir maka yang berhak menerima hak intelektual penemuan eter adalah si pelaku penelitian ( sehingga menemukan eter ), bukan yang menggagas teori eter (Som Wyn).

2. Adalah tidak masuk akal jika suatu saat dapat dibuat telor tiruan (imitasi) yang dapat menetas menjadi organisme baru lalu akung dituntut sebagai biang kerok/mengilhami  manusia untuk menyaingi kekuasaan  Tuhan Yang Maha Kuasa.  Yang harus mempertanggung jawabkan adalah ilmuwan yang  membuat telor yang dapat menetas menjadi living organisme baru, sehingga  secara logika fikir  yang berhak menerima hak intelektual atas “penemuan ” tsb  juga  yang melakukan penelitian ilmiah tersebut, bukan Akungibnu.

3. Yang harus dipertanggung jawabkan oleh akung adalah prediksi  akung yang menginformasikan bahwa suatu saat manusia akan  sanggup membuat telor tiruan yang dapat menetas menjadi living organisme baru. Untuk itulah akung  berlindung dibawah bendera  kebebasan informasi bukan Science atau  atau dogma.  Siapa saja berhak berfikir dan berkeyakinan namun tidak bebas dalam berbuat (termasuk menulis dan berbicara) sebab akan mendapatkan sangsi dari publik,  atau sebaliknya menerima hak intelektual dari publik.  Sangsi bagi si pemberi informasi yang  tidak benar atau “menyesatkan” adalah tidak akan dipercaya lagi  oleh publik, sebaliknya yang menerima informasi berkewajiban memilih informasi yang dibutuhkan dan membuang yang tidak dibutuhkan, risiko dari bebas memilih ini adalah  terkecoh oleh si pemberi informasi.

Teori Paralogika adalah turunan/derevatif dari Teori Minimalis menginformasikan perihal living organisme agar dapat mempertanggung jawabkan Teori gagasan Akungibnu  agar tidak merugikan peradaban yang telah mapan, khususnya dalam spiritualisme.

Teori Paralogika yang menggunakan komputer sebagai model organisme dan user sebagai model spirit (bedakan dengan soul yang termasuk dalam non eenergi sehingga tak terjangkau oleh kemampuan manusia).  membedakan dua jenis living organisme: a. Whitheblank Body (WB) yang sepenuhnya patuh pada  bimbingan Tuhan YMK sehingga sanggup memperoleh kebahagiaan abadi dan Reinkarnated Boady (RB)  yang mandiri ( bebas berkeyakinan, berfikir dan berbuat sepanjang berani menanggung risikonya) hingga ada manusia yang sanggup menggunakan akal budinya (the founding Father bangsa Indonesia)  untuk membuat konsep Ketuhanan YME sebagai sila pertama Pancasila  untuk menyatukan bangsa dan rakyat Indonesia  Indonesia yang majemuk. Sayangnya Tuhan Yang Maha Esa tidak didifinisikan secara ilmiah sehingga sering dicampur adukkan dengan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Tepri Som Wyn mendefinisikan Tuhan Yang Maha Esa sebab bukan merupakan dogma melainkan hasil akal budi manusia.

Kesimpulan: Testimonium Akungibnu  merupakan pertanggungan jawab akung atas hasil karya dan gagasan akung yang telah terekpose dalam internet sehingga dapat dibaca oleh yang  berniat membeca, tanpa paksaan. Dalam kenyataan dengan mengekpose ke publik akung telah menerima hak intelektual versi minimalis, bukan versi konvensional. Akung tidak akan memperjual belikah hak intelektual versi minimalis yang menurut akung jauh lebih bermanfaat dibanding hak intelektual konvensional yang diberikan oleh instansi yang berwenang berdasar konvensi (kesepakatan) hukum buatan manusia.

Mengapa akung tidak mematenkan gagasan dan karya akung. Ini alasan disamping kepuasan batin lebih berharga dibanding materi.

1. Untuk memperoleh hak intelektual konvensional dibutuhkan biaya dan kemungkinan “dicuri” oleh yang ingin mendapatkan hak paten dengan berbagai cara.

2. Untuk mendapatkan hak intelektual konvensional dibutuhkan bukti-bukti dan sumber-sumber yang digunakan, padahal terus terang TM memanfaatkan teori-teori yang telah dimasukkan dalam keranjang sampah, diantaranya Teori Penciptaan Alam Semesta, Teori Kemagnetan Weber, Teori Eter, Sejarah peradaban manusia yang revolusioner (bukan evolusioner).  Istilah dimasukkan dalam keranjang sampah berarti tidak mungkin digunakan untuk memperoleh hak intelektual konvensional.

Harapan akung: Jangan mengagumi karya akung, apalagi pribadi akung, melainkan mengkritisi., mengkritik namun sanggup mempertanggung jawabkan kritik itu dengan beradu argumen,  lebih-lebih dapat memberikan bahan demi perbaikan. 

Akung lebih senang dikritisi dari pada dikagumi. Tulisan ini bukti  akung mengapresiasi pertanyaan dan pendapat cucu. Semoga dengan tulisan ini cucu tidak ragu lagi memanfaatkan tulisan dan gagasan akung yang telah akung expose di internet sepanjang tidak menyimpang dari tujuan utama: Mengagungkan Tuhan Yang Maha Esa ( hasil akal budi manusia)  dengan tidak mengggunakannya untuk membelenggu kebebasan berfikir, berkeyakinan bahkan berbuat sepanjang berani menanggung risikonya.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Hak intelektual bukan hanya demi materi.

  1. Akung Ibnu berkata:

    Hak intelektual dalam era informasi (Hak intelektual versi Teori Minimalis) diperoleh berdasar pengakuan publik yang membutuhkan karya yang dipublikasikan secara umum, sehingga tak mungkin diperjual belikan, sedangkan hak intelektual konvensional (berdasar konvensi/perjanjian) diberikan oleh pemegang otoritas, sehingga dapat diperjual belikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s