Beda fikiran dgn akal, dogma dgn batin, pancaindera dgn peralatan fisika

Pertanyaan: Akungibnu membedakan fikiran dgn akal, dogma dgn batin, pancaindera dgn peralatan fisika, mohon dijelaskan secara ilmiah dan apa manfaat pembedaan itu.

Jawaban:

1.  Fikiran dan akal adalah kemampuan living organisme (termasuk manusia) untuk  memanfaatkan energi metafisika (E=y) atau (E>0) , notasi Psycho Minimalisnya (>).

2. Dogma dan batin adalah kemampuan living organisme (termasuk manusia) untuk memanfaatkan energi gaib (E=-x) atau (E<0) notasi PM nya (<).

3. Pancaindera dan peralatan fisika adalah kemampuan living organisme (termasuk manusia) untuk memanfaatkan energi fisika (x=y) atau (E=0) notasi PMnya (=)

Teori Minimlis  menginformasikan  Alam Semesta terisi oleh energi  (E=-x +y) yang dibekali  kesadaran oleh Tuhan YME  untuk mengurusi diri, jenis dan lingkungan masing-masing sehingga merupakan macrocosmos (ke teraturan besar). Seluruh energi berbaur menjadi satu secara acak, namun masing-masing memiliki kesadaran energi yang berubah sesuai dengan dimensi waktu (t), maka berdasar kesadaran energi TM membedakan menjadi lima Sub Alam. 

Teori Som Wyn menginformasikan Alam Semesta terisi makhluk hidup (living body) yang merupakan interaksi body yang tersusun dari energi (E=-x+y) dengan soul (z#-x+y)  yang merupakan bagian dari non energi (E’#-x+y)

Menurut Teori Som Wyn ada tujuh tingkat  microcosmos yang terdiri dari  living body dengan susunan body sesuai dengan Sub Alamnya. Masing-masing microcosmos dibekali kesadaran individual, sehingga sanggup mengurusi dirinya sebagai keteraturan kecil. Microcosmos bersifat individual.

Living organisme merupakan hasil  interaksi antara organisme yang terbentuk dari energi fisika dan STW dengan soul atau spirit.

Spirit merupakan interaksi vitalistik antara astral body yang tersusun dari trans energy  (E#0) dengan soul(z)

Menurut Teori Paralogika:  Living organisme hanya terdapat di bagian Alam Semesta, di Sub Alam  Fisika  yang memiliki biosfera. Ada dua jenis living organisme:

a. Whiteblank Body (WB): hasil  interaksi vitalistik antara  organisme dengan soul sehingga sepenuhnya patuh pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Soul bukan energi sehingga bebas keluar masuk Alam Semesta sesuai dengan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa.

b. Reinkarnated Body (RB): hasil interaksi semi vitalistik antara organisme dengan spirit yang mandiri. Spirit memiliki unsur energi transien  sehingga masih terjangkau oleh kemampuan manusia dalam kondisi bahwah sadar. RB mengalami siklis kehidupan (reinkarnasi)   karena spirit selalu berkutat di Alam Semesta sehingga dimanapun ada organisme maka spirit  akan berusaha untuk memanfaatkan/ mengendalikan agar dapat memanfaatkan berbagai jenis energi (bukan hanya trans energi).

Sebagai kelanjutan dari Teori Paralogika, diperlukan adanya pembedaan antara: fikiran dgn akal, dogma dgn batin, pancaindera dgn peralatan fisika. Dengan pembedaan tersebut dapat dikembangkan menjadi Psycho Minimalis yang mengupas sifat/perilaku  living organisme (termasuk manusia).

Psycho Minimalis menggunakan a.notasi TM  (>) untuk menyatakan E>0 , b.notasi (<) untuk menyatakan E<0 , c.notasi (=) untuk menyatakan E=0 dan d. notasi  (#) untuk menyatakan E#0. Disamping itu tetap memanfaatkan operator MM (*) untuk menyatakan penyatuan, operator (+) untuk menyatakan penggabungan.  Pemanfaatkan notasi, operator dan tanda baca  dimaksudkan agar dapat secara singkat dan sistematis  menjelaskan sifat-sifat living organisme, baik WB maupun RB.

Pembedaan tersebut bertujuan menggabungkan atau menyatukan   fenomena alami yang universal dan fenomena ilmiah yang individual.

Living organisme (termasuk manusia) yang merupakan bagian dari living body memilikia a. sifat alami dan universal dan b. sifat individual yang ilmiah. Ilmiah artinya dapat diterima oleh keseimbangan akal budi (><), sedangkan alamiah dapat diterima oleh keseimbangan fikiran dan dogma  (><). Kedua keseimbangan tersebut notasinya sama (><) karena keduanya merupakan keseimbangan kemampuan living organisme dalam memanfaatkan energi metafisika E=y atau E>0  dan energi gaib E=-x atau E<0. Perbedaannya adalah yang satu universal dan alami, yang satunya ilmiah dan individual. Untuk membedakan dapat digunakan tanda baca (“) untuk menyatakan universal dan (‘) untuk menyatakan individual.

a. keseimbangan dinamis fikiran >< dogma dinyatakan (“>”<) atau “(><)”

b. keseimbangan dinamis akal >< batin dinyatakan (‘>'<) atau ‘(><)’

“(><)” tejadi pada tahapan Spiritual Religius(RS)

‘(><)’ terjadi pada  tahapan  Spiritual Ilmiah (SS)

Manusia (Human being)  yang dinyatakan sebagai hasil Revolusi Microcosmos di bumi dalam tingkatan living organisme  perkembangan  budaya/peradabannya berlangsung secara revolusioner sesuai dengan Teori Revolusi Som , living organisme  lainnya , hewan dan tumbuh-tumbuhan,   mengalami perkembangan secara evolusioner sesuai dengan Teori Evolusi Darwin.

Inilah tahapan peradaban manusia yang revolusioner.

1. Tahapan Spiritual Alami, atau Natural Spirituality (NS): Manusia belum sanggup menggunakan  fikiran untuk memanfaatkan energi metafisika E=y>0 atau (>), sehingga hanya sanggup  memanfaatkan a. pancainderanya untuk memanfaatkan energi fisika E=0 atau  (=) dan b. kemampuan bawah sadarnya E#0 atau  (#) yang sanggup memanfaatkan spektrum  energi transien E= – x + y dimana  E#0, x#0 dan y#0. Pancaindera manusia sangat terbatas, namun kemampuan bawah sadarnya sangat luar biasa.

Secara Psycho Minimalis tahapan ini  merupakan penggabungan antara (=) dengan (#) atau notasinya (=+#). Pada tahapan ini kemampuan manusia tidak berbeda dengan binatang ,  kemampuan bawah sadarnya belum menyatu dengan pancaindera sehingga takut pada lingkungannya, baik alam atau  living organisme lainnya.  Dalam Teori Paralogika, kemampuan paralogikanya masih negatif,  manusia belum dapat membedakan antara mimpi dengan kenyataan.

Tahap berikutnya manusia sanggup menyatukan kemampuan pancaindera dengan kemampuan bawah sadarnya sehingga menjadi (=*#) atau (=#).

Berkat penyatuan antara kemampuan  bawah sadarnya dengan kemampuan pancainderanya  manusia sanggup menemukan sang pengatur  Alam Semesta, mulailah manusia sanggup menggunakan fikirannya (“>) untuk memanfaatkan energi metafisika E= y atau  E>0  (>). Kemampuan memanfaatkan energi metafisika menjadikan manusia lebih unggul dari living organisme lainnya, sebab manusia dapat membuat peralatan fisika.

Tahapan ini menjadikan manusia tidak takut pada lingkungannya karena merasa ada yang melindunginya yaitu Sang Pengatur Alam. Benda yang dipandang dapat memberikan apa yang diinginkan oleh manusia dianggap sebagai tuhan, misalnya matahari. Tahapan ini disebut sebagai tahap menyembah berhala 

Penyatuan pancaindera dengan berfikir (=>)  menjadikan manusia  unggul dari lingkungannya bahkan  sanggup mengatur lingkungannya, hingga  tidak takut lagi pada living organisme lain bahkan menjadikan dirinya mewakili sang pengatur alam, akibatnya manusia cenderung merusak lingkungan.

Pada tahapan ini manusia yang cerdas sanggup menjadi penguasa dengan mengangkat dirinya sebagai anak atau wakil dari sang pengatur alam, sebagai contoh adalah Firaun.

Mereka yang “belum sanggup memanfaatkan fikirannnya secara efektif menjadi budak dari manusia yang fikiranya telah berkembang pesat. Bagi yang nasibnya tidak baik, kehidupannya sangat menderita, sehingga mendambakan kehidupan lain.  Mereka yang tidak puas dengan kehidupan yang sedang  dialami memimpikan kehidupan lain yang jauh lebih baik , sehingga timbulah dogma adanya Alam Abadi.

Dogma adalah proses alami yang universal untuk mengimbangi fikiran yang juga alami dan universal. Fikiran menjadikan manusia berkuasa pada kehidupan nyata (contonya Firaun)  sedangkan dogma menjanjikan kehidupan semu  yang jauh lebih baik dari kehidupan nyata, namun harus dipenuhi persyaratannya, yaitu patuh pada Yang Maha Kuasa yang kekuasaan Nya melebihi manusia dan benda.

2. Tahapan  Spiritual Religius atau Religious Spirituality (RS)  saat  manusia telah sanggup menggunakan fikiran yang diimbangi oleh dogma “(><)”. Keseimbangan dinamis Fikiran >< dogma menjadikan manusia tidak puas dengan kehidupan nyata sehingga meyakini adanya kehidupan semu yang jauh lebih baik dibanding kehidupan nyata.

RS seharusnya bersifat alami dan universal, menjanjikan kehidupan  semu yang lebih baik dibanding kehidupan nyata., namun kemudian akibat  berkembangnya fuikiran yang alami dan universal menjadi akal yang individual namun ilmiah serta berkembangnya dogma menjadi batin yang individual namun ilmiah, RS terpecah menjadi berbagai agama dan keyakinan yang masing-masing memiliki buku suci  yang berbeda-beda, tidak lagi alami dan universal,  sehingga tiap agama memiliki iman yang berbeda. Iman adalah penguatan dogma oleh batin (“<‘<) atau        ‘(<<)”

Dalam sejarah peradaban manusia dalam tahapan RS  terjadi peperangan  antar pemeluk agama  sebagai akibat dari berebut kebenaran atas dasar iman masing-masing. Tanpa disadari  agama  yang  menjanjikan kehidupan semu yang lebih baik dari kehidupan nyata dimanfaatkan oleh para penguasa untuk menegakkan kekuasan nyata, dalam istilah saat ini agama dipolitisir untuk memperoleh kekuasaan duniawi. Spiritual Religious yang menjanjikan kehidupan semu yang jauh lebih baik justru menjadikan kehidupan nyata menjadi semakin amburadul akibat iman yang terkotak-kotak.

3.Tahapan Ilmu Pengetahuan Materialistik  atau Materialistic Science (MS). Perebutan kebenaran berdasar iman masing-masing umat beragama menjadikan manusia ragu  (agnotis) akan adanya Tuhan  Yang Maha Kuasa  yang  secara nalar (>) seharusnya dengan kekuasaan Nya yang tidak terbatas  sanggup mencegah  sengketa/perpecahan diantara umatnya.

MS  sanggup memberikan kenikmatan duniawi (walau hanya sementara) yang segera dapat dibuktikan/dirasakan  oleh manusia yang tidak sabar memperoleh kebahagiaan ( yang abadi).    Tuhan YMK menjanjikan kebahagiaan Abadi di Alam Abadi (bukan dalam kehidupan nyata)  yang sulit diterima oleh akal sehingga menjadian sebagian manusia menjadi materialistik (=), mempertuhan materi atau menyembah berhala.

Manusia mengembangkan ilmu fikir (>) yang ditunjang oleh ilmu nyata  (=) menjadikan manusia mempertuhan fikiran yang sanggup  membimbing manusia membuat peralatan fisika yang  dapat memberikan kenikmatan duniawi.

Penemuan peralatan fisika menjadikan kemampuan pancaindera manusia hampir tak terbatas, manusia sanggup mengakses alam semesta yang teramat luas dan partikel yang sangat halus.  Penyatuan pancaindera dengan peralatan fisika (==) menjadikan manusia sanggup mengakses Alam Semesta yang sangat luas dan materi yang sangat halus.

Tuhan Yang Maha Kuasa dipandang membelenggu kebebasan berfikir yang sudah terbukti dapat menyediakan kenikmatan duniawi. Tuhan Yang Maha Kuasa tidak dapat  terakses oleh  pancaindera walau ditunjang oleh peralatan fisika, sedangkan tuhan berhala yang berupa materi dapat terakses oleh pancaindera walau tanpa bantuan peralatan fisika.

Pengingkaran adanya Tuhan Yang Maha Kuasa menjadikan manusia merasa tidak ada yang menyaingi (superior) , hal ini disebabkan penyatuan/penguatan fikiran dengan akal (“>’>) atau “(>>)’ disamping penyatuan/penguatan  pancaindera dengan peralatan fisika (==) sehingga manusia terjerumus dalam Atheisme.

Atheisme merupakan penguatan  “(>>)’ dengan (==) atau  {“(>>)’ * (==)}

4. Tahapan Spiritual Ilmiah atau Scientific Spiritualisty (SS): saat manusia mampu menggunakan akal budinya. (‘>'<) atau  ‘(><)’ sebagai perkembangan dari keseimbangan fikiran dengan dogma (“>”<) atau “(><)”

Akal Budi adalah keseimbangan dinamis  antara akal yang individual dan ilmiah dengan budi/batin yang individual dan ilmiah. Tiap organisme (termasuk manusia) memiliki akal budi yang individual namun ilmiah. Tak ada satupun makluk hidup memiliki akal budi yang sama walau sama jenis (spisiesnya). Mengapa? Living organisme (Reinkarnated Body)  merupakan interaksi antara organisme yang merupakan bagian dari macrocosmos dengan spirit. Organisme ditumbuhkan dan  dikendalikan spirit yang mandiri, sehingga spiritlah yang menentukan perkembangan living organisme.

Sebagai contoh: dua bersaudara se-ayah dan se-ibu, dibesarkan bersama,  tumbuh dalam lingkungan sama, dalam kenyataan akan tumbuh menjadi individu berbeda. Kedua bersaudara ,apalagi kembar,  dna nya sama, mirip perawakan dan wajahnya, namun perilakunya berbeda atau akal budinya berbeda. Ini bukti bahwa living organisme berbeda dengan benda atau robot atau mesin buatan manusia. Mesin saja jika dikendalikan oleh user berbeda “perilakunya” akan berbeda.

Saat ini telah dilakukan kloning yang menghasilkan dua living organsime yang sangat mirip, namun akan dapat dibuktikan berbeda  perilakunya serta akal budinya sebab yang mengendalikan dua spirit yang berbeda.

Spiritual Ilmiah hanya mempermasalahkan RB, sehingga tidak mampu mengungkap rahasia WB. yang hanya dapat dijelaskan oleh RS.

Tak ada satupun RB yang sama akal budinya, sehingga diperlukan “pemersatu” agar tidak terjadi benturan akibat memperebutkan kepentingan.

Tuhan Yang Maha Esa adalah hasil akal budi manusia untuk mempersatukan manusia yang tidak ada yang sama akal budinya.

Kata Esa bukan bermakna Tuhan yang dapat dihitung, melainkan Tuhan yang dapat menyatukan ciptaan Nya yang berbeda-beda akal budinya.

Ringkasan:

Pembedaan: fikiran dengan akal, dogma dengan batin, pancaindera dgn peralatan fisika dimaksutkan sebagai dasar psycho Minimalis. Spycho Minilamis merupakan turunan dari Teori Minimalis, tidak termasuk dalam Science sebagai halnya Psychologi.

Dengan Psycho Minimalis dapat dijelaskan berbagai sifat dan perilaku  living organisme, khususnya manusias, misalnya: agnotisme (>+<) , atheisme {(>>)*(==), iman (<<) , materialisme (=) , akal budi ‘(><)’ , alter ego (>+<) , kemunafikan (<+<) ,  superiorisme (>>) , maksimalisme (==) , minimalisme  (><) ………………… dengan notasi yang ringkas dan sistematis.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s