Intuisi

Pertanyaan: Apakah yang dimaksud intuisi? Dapatkah Akungibnu menjelaskan secara ilmiah?

Jawaban: Silakan baca:  Hidup adalah kesempatan untuk memilih, Pada tulisan ini  akung mensistematiskan perkembangan peradaban manusia menjadi: 1. Tahapan NS. 2. Tahapan RS. 3.Tahapan MS dan 4.Tahapan SS.

Keempat tahapan tersebut saling tumpang tindih, yang satu belum selesai telah disusul oleh tahapan berikutnya. Fenomena ini dapat dibuktikan secara ilmiah dengan melacak ke masa lalu berdasar kemampuan manusia memanfaatkan informasi sebagai penghubung antar ruang dan antar waktu.

Manusia saat ini sanggup melacak (scanning)  untuk menghimpun data-data peninggalan nenek moyang baik yang berupa bangunan, fosil, prasasti, dan sumber informasi lainnya yang diperoleh berdasar Science (MS)  berkat kemajuan tekhonogi, sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan untuk membuktikan kebenaran SS khususnya Teori Revolusi Som Wyn.

Teori Revolusi Som Wyn mengimbangi (bukan menyangkal)  Teori Evolusi Darwin, sehingga akan “menyelesaikan polemik/ konfliks” antara fanatisme agama  (khususnya Agama Langit) dengan superiorisme dan maksimalisme yang berujung pada atheisme. Hal ini sangat penting agar manusia tidak terpecah belah dengan menyatukannya lewat SS, sebab sudah terbukti RS telah terpecah belah menjadi berbagai agama.  

Target Teori Minimalis dan turunannya adalah mereka yang tidak mengakui keberadaan dan kebesaran  Tuhan  berdasar RS yang dianggap mengekang kebebasan manusia agar dapat  mengakui keberadaan Tuhan yang tidak mengekang kebebasan manusia dengan “istilah”  Tuhan Yang Maha Esa berdasar akal budi, yang membedakannya dengan  Tuhan Yang Maha Kuasa berdasar  dogma.

Teori Paralogika: membagi  living organisme menjadi:

a. Whiteblank Body (WB)  yang  sepenuhnya patuh pada Tuhan Yang Maha Kuasa yang mengatur umatnya berdasar RS.

b. Reinkarnated Body (RB)  yang mandiri karena dibekali kesadaran oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk mengurusi diri, jenis dan lingkungannya berdasar SS.

RS menjadikan Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai  mengatur umat Nya lewat keseimbangan fikiran dan dogma “(><)”

SS menjadikan Tuhan Yang Maha Esa sebagai pemersatu ciptaan Nya yang berbeda akal budi dan  berbeda imannya lewat keseimbangan akal dan batin ‘(><)’

MS  mempertuhan materi dan akal  sehingga berkembanglah  atheisme {“(==)’*”(>>)’} yang tidak mengakui keberadaan dan kebesaran Tuhan.

Teori Revolusi Som Wyn dapat membuktikan bahwa manusia bukan turunan kera.  Sebagian manusia (WB) merupakan keturunan Adam dan Hawa, sesuai dengan  dogma Agama Langit, yang menyatakan bahwa manusia  berasal dari sorga sehingga berhak  kembali ke sorga.  Menurut SS  sebagian besar manusia merupakan hasil proses alami  di Sub Alam Fisika  yang memiliki biosfera, diantaranya bumi.

SS tidak menyangkal bahwa WB sanggup kembali ke sorga, namun bukan organisme melainkan yang mengendalikan organisme yang berupa soul.

Teori Minimalis  menyatakan bahwa living body baik RB maupun WB yang bertubuh organisme tak mungkin meninggalkan Alam Semesta, karena mengandung unsur energi ,yang sanggup  meninggalkan Alam Semesta adalah soul (z)  yang telah terbebas  dari ikatan dengan tubuh yang tersusun dari energi.

Dengan mempelajari Spycho Minimalis cucu dengan mudah membedakan antara kemampuan : fikiran (“>), akal (‘>), dogma (“<), batin (‘<), pancaindera (“=), peralatan fisika (‘=), kemampuan parologika negatif  (“#), kemampuan paralogika positif  (‘#).

Kemampuan tersebut dapat saling mengimbangi, atau saling menguatkan, sebagai contoh: fikiran dan dogma dapat saling mengimbangi menjadi “(><)”, akal dan batin dapat mengimbangi menjadi ‘(><)’, akal dapat menguatkan fikiran menjadikan superiorisme “(>>)’ , batin dapat menguatkan dogma menjadi iman”(<<)’

Kemampuan paralogika negatif (“#) dapat bergabung dengan pancaindera (“=) membentuk  kemampuan ilusi (“# + “=) yang menyebabkan manusia  takut pada lingkungannya, baik alam maupun living organisme lainnya.  Saat operatornya bergeser dari + menjadi * terjadilah kemampuan berfikir (“>), sehingga manusia tidak takut lagi pada lingkungannya.  Jadi fikiran adalah penyatuan antara paralogika negatif dengan pancaindera atau (“#*”=) atau “(#=)”. Fikiran menjadikan manusia tidak takut pada lingkungan., sehingga menjadikan manusia cenderung merusak lingkungannya.

Dogma (“<) atau  ‘(#=)” merupakan penyatuan kemampuan paralogika positif (‘#) dengan pancaindera (“=) yang dapat mengimbangi kemampuan berfikir sehingga terjadi keseimbangan  fikiran dengan dogma “(><)” yang merupakan dasar  RS.

Cobalah  jelaskan  secara Psycho Minimalis makna  notasi ini: (<+<),(<*<), (>+<),(>*<), (>+>), (>*>), (=+=), (=*=), (#+=), (#*=), ………………

Alam Semesta dikuasai oleh dimensi waktu (t)  sehingga kesadaran energi (E) yang merupakan bagian dari macrocosmos setiap saat berubah, demikian halnya kesadaran living body (termasuk living organisme ) bagian dari microcosmos yang merupakan interaksi body yang tersusun dari energi (E) dan soul (z) seiap saat juga berubah.

Berdasar Psycho Minimalis: fikiran (“>)  dan akal (‘>)  adalah  penyatuan  dari kemampuan bawah sadar (#)  dengan pancaindera (“=). Fikiran berbeda dengan akal:  a.  fikiran  (“>) merupakan penyatuan kemampuan paralogika negatif  (“#) dengan pancaindera (“=) sehingga  notasinya “(#=)” sedangkan b. akal (>’) merupakan penyatuan kemampuan paralogika posiftif  (‘#)  dengan pancaindera (“=) , sehingga notasinya  ‘(#=) “

Cucu jangan heran jika TM dikatakan Teori Klenik Modern, namun sebenarnya ilmiah karena dapat diterima oleh akal jika disimak secara tahap demi  tahap.

Intuisi adalah kemampuan otak mengolah data  dari masukan lewat pancaindera (“=) dengan memanfaatkan kemampuan paralogika posifif  (‘#), notasinya “(=#)’ 

Coba bandingkan kedua notasi: intuisi “(=#)’ dengan fikiran “(#=) “

Intiusi juga dimiliki oleh hewan dan tumbuh-tumbuhan dalam bentuk insting

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Intuisi

  1. Akung Ibnu berkata:

    Ini akung kutibkan perihal intuisi berdasar psychologi dapat digunakan sebagai pembanding intuisi menurut Psycho Minimalis.

    Intuisi (psikologi)
    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
    Intuisi adalah istilah untuk kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Sepertinya pemahaman itu tiba-tiba saja datangnya dari dunia lain dan di luar kesadaran. Misalnya saja, seseorang tiba-tiba saja terdorong untuk membaca sebuah buku. Ternyata, di dalam buku itu ditemukan keterangan yang dicari-carinya selama bertahun-tahun. Atau misalnya, merasa bahwa ia harus pergi ke sebuah tempat, ternyata di sana ia menemukan penemuan besar yang mengubah hidupnya. Namun tidak semua intuisi berasal dari kekuatan psi. Sebagian intuisi bisa dijelaskan sebab musababnya.

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang berada dalam jajaran puncak bisnis atau kaum eksekutif memiliki skor lebih baik dalam eksperimen uji indera keenam dibandingkan dengan orang-orang biasa. Penelitian itu sepertinya menegaskan bahwa orang-orang sukses lebih banyak menerapkan kekuatan psi dalam kehidupan keseharian mereka, hal mana menunjang kesuksesan mereka. Salah satu bentuk kemampuan psi yang sering muncul adalah kemampuan intuisi. Tidak jarang, intuisi yang menentukan keputusan yang mereka ambil.

    Sampai saat ini dipercaya bahwa intuisi yang baik dan tajam adalah syarat agar seseorang dapat sukses dalam bisnis. Oleh karena itu tidak mengherankan jika banyak buku-buku mengenai kiat-kiat sukses selalu memasukkan strategi mempertajam intuisi.

    Pranala luar[sunting | sunting sumber]
    Intuisi di Psikologi-online.com
    Artikel ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.
    Jika Anda melihat halaman yang menggunakan templat {{stub}} ini, mohon gantikan dengan templat rintisan yang lebih spesifik. Terima kasih.

    Kategori: Kognisi
    Menu navigasi
    Buat akun baruMasuk logHalamanPembicaraanBacaSuntingSunting sumberVersi terdahulu

    Halaman Utama
    Perubahan terbaru
    Peristiwa terkini
    Halaman baru
    Halaman sembarang
    Komunitas
    Warung Kopi
    Portal komunitas
    Bantuan
    Wikipedia
    Tentang Wikipedia
    Pancapilar
    Kebijakan
    Menyumbang
    Hubungi kami
    Bak pasir
    Bagikan
    Facebook
    Google+
    Twitter
    Cetak/ekspor
    Buat buku
    Unduh versi PDF
    Versi cetak
    Peralatan
    Pranala balik
    Perubahan terkait
    Halaman istimewa
    Pranala permanen
    Informasi halaman
    Item di Wikidata
    Kutip halaman ini
    Bahasa lain
    العربية
    Български
    Català
    Čeština
    Dansk
    Deutsch
    English
    Esperanto
    Español
    فارسی
    Suomi
    Français
    Galego
    עברית
    हिन्दी
    Hrvatski
    Magyar
    Հայերեն
    Interlingua
    Ido
    Italiano
    日本語
    Қазақша
    한국어
    Кыргызча
    Lietuvių
    Македонски
    Bahasa Melayu
    Nederlands
    Norsk bokmål
    Polski
    Português
    Русский
    Srpskohrvatski / српскохрватски
    Slovenčina
    Српски / srpski
    Svenska
    Türkçe
    Українська
    中文
    Sunting interwiki
    Halaman ini terakhir diubah pada 23.40, 9 Maret 2014.
    Teks tersedia di bawah Lisensi Atribusi-BerbagiSerupa Creative Commons; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s