Bigbang sesuai dengan Agama Langit?

Pertanyaan: Belum lama ini  ini Paus menyatakan bahwa Bigbang tidak bertentangan( sesuai?) dengan Ajaran Kristiani. Bagaimana pendapat akungibnu?

Jawaban: MS menyatakan bahwa Bigbang merupakan permulaan “terbentuknya Alam Semesta”, padahal MS tidak mengakui fenomena penciptaan (teori penciptaan)  oleh  Sang Maha Pencipta dan tidak mengakui adanya Alam Abadi.

Secara logika fikir pernyataan Paus  bertentangan dengan RS  (diantranya Agama Langit), namun karena yang digunakan logika keyakinan yang berkembang menjadi iman, maka pernyataan tersebut syah  hingga tak perlu dipersoalkan, sebab logika keyakinan tidak mengkaitkan antara argumentasi dengan pengambilan keputusan.

Menurut Teori Minimalis Bigbang merupakan kelahiran Sub Alam Fisika dari Unsur Primordial. Sebelum Bigbang Tuhan YME telah menciptakan Alam Semu (Supernatural) sehingga TM  mengakui bahkan mengaktualisasaikan  proses penciptaan oleh Tuhan YME. Teori Bigbang versi  Teori Minimalis sangat sesuai dengan Agama Langit. 

TM menginformasikan adanya 5 Sub Alam Semesta sehingga dapat digunakan untuk menjelaskan proses penciptaan berdasar logika fikir (bukan logika keyakinan) yang  dilakukan oleh Tuhan YME (hasil akal budi manusia, bukan dogma).  Dengan FSM dapat dijelaskan adanya ke lima Sub Alam Semesta berdasar logika fikir yang telah berkembang menjadi  akal budi.

Akung pernah diperingatkan oleh seorang Kristiani  bahkan  “dilarang” mengungkap fenomena sebelum Bigbang sesuai dengan amanat Paus kepada Stephen Hawking dan para ilmuwan “melarang mengungkap fenomena sebelum bigbang”. 

Akungibnu “berani” menanggung risoko mengungkap fenomena sebelum Bigbang, sebab sangat dibutuhkan untuk menjelaskan Fiksi Blackhole yang berlatar belakang abad ke 30.

Akung membuat Teori Minimalis yang  semula hanya dimaksudkan untuk menjelaskan Fiksi Blackhole yang kemudian berkembang menjadi teori turunannya untuk menunjang SS.

SS tidak mempermasalahkan adanya Alam Abadi, namun mengakui bahwa Alam Semesta diciptakan oleh Tuhan YME sebagai bagian Alam Abadi yang dipisahkan  (diberikan garis pemisah) dari Alam Abadi dan diberikan dimensi waktu (t) sehingga menjadi tidak lagi abadi.

Tanpa mengungkap fenomena sebelum Bigbang mustahil kita mengungkap rahasia Alam Semesta secara ilmiah.

Kesimpulan:  Ada dua versi Bigbang:

a. versi Science yang materialistik yang tidak mengakui adanya Sang  Maha Pencipta sehingga manusia terjerumus dalam Atheisme.

b. versi TM berdasar Teori Penciptaan  yang kini telah dimasukkan dalam keranjang sampah oleh peradaban materialistik hingga berkembanglah Atheisme Modern.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

5 Balasan ke Bigbang sesuai dengan Agama Langit?

  1. Akung Ibnu berkata:

    Science berbasis materi yang memandang Alam Semesta hanya terisi oleh materi bahkan makhluk hidup dianggap sekedar proses biologi atau bio kimia. Sciene tidak mengakui teori penciptaan, sehingga tidak mengakui adanya Tuhan yang menciptakan Alam Semesta.
    Teori Minimalis berbasis energi, menyatakan bahwa Alam Semesta terisi berbagai jenis energi (bukan hanya energi fisika yang menyusun materi). Tuhan YME membekalkan kesadaran kepada ciptaan Nya untuk mengurusi diri sendiri, jenis dan lingkungan masing-masing , sehingga isi Alam Semesta dapat teratur (cosmos) atau kacau (chaos) akibat berebut kepentingan. Kondisi akan kembali cosmos saat masing-masing telah menyadari kepentingn bersama.
    Namun bukan berarti tidak boleh ada perbedaan, justru perbedaan menjadikan Alam Semesta menjadi dinamis, bukan statis. Perbedaan harus disyukuri sepanjang tidak menjadikan sengketa yang berakibat kekacauan. Biarkan yang berbeda tetap berbeda, (tidak perlu dipaksakan untuk menjadi sama) masih banyak yang sama yang dapat menyatukan perbedaan.

    Teori Bigbang versi Teori Minimalis berbeda dengan Teori Bigbang versi Science, namun keduanya merupakan hasil axioma, bukan berdasar dogma.
    Axioma merupakan fundasi yang diatasnya dapat dibangun apa saja yang masih sanggup ditunjang oleh axioma, Dogma adalah bangunan sempurna yang tidak perlu diubah atau disesuaikan dengan kebutuhan.

  2. Akung Ibnu berkata:

    Alam Semesta berubah karena diberikan dimensi waktu oleh Sang Penciptanya.Perubahan itu dapat berlangsung secara berangsur atau evolusi atau berjalan secara cepat atau revolusi.
    Bigbang baik versi Science maupun versi Teori Minimalis merupakan proses revolusi Alam Semesta,
    a,.Bigbang versi Science tidak menjelaskan asal usul titik singular yang meledak menjadi Alam Semesta versi Science yang hanya terisi oleh materi, Bigbang versi Science tidak mengakui adanya Alam Abadi dan Penciptaan oleh Tuhan.
    b. Bigbang versi Teori Minimalis “menjelaskan” asal usul titik singular secara rinci atas dasar Teori Penciptaan, namun bukan berdasar dogma melainkan berdasar akal budi..Dijelaskan pula mengapa titik itu mengembang hingga meledak (berdasar Teori Fisika) Tujuan menghimpun energi fisika dalam titik singular agar sanggup menghamburkan benda-benda ke bagian Alam Semnesta yang sangat luas namun masih menyisakan bagian-bagian yang tidak terisi partikel/benda yang dinamakan Alam Semu. Bigbang menyediakan energfi fisika untuk kelangsungan proses selanjutnya hingga membentuk macrocosmos yang berupa benda (partikel bermassa) , energi fisika dan EMW.
    Bigbang versi Teori Minimalis tidak bertentangan dengan Teori Penciptaan (namun berdasar akal budi manusia bukan dogma) Bigbang versi Teori Minimalis juga tidak bertentangan dengan Science, namun mengkritisi bahwa Bigbang hanyalah kelahiran Sub Alam Fisika (yang berdimensi lima), sehingga paska Bigbang terjadilah Empat Sub Alam Semesta, kemudian secara evolusi terjadi Sub Alam Organisme, dibagian tertentu dari Alam Semesta, sehingga saat ini ada 5 Sub Alam: 1. Sub Alam Gaib, 2. Sub Alam Metafisika, 3.. Sub Alam Transien, 4. Sub Alam Fisika dan 5 Sub Alam Organisme.
    Sub Alam Fisika hanya berdimensi lima ( satu dimensi waktu, tiga dimensi ruang nyata, dan satu dimensi massa, sedangkan Alam Semesta berdimensi sebelas.

  3. Akung Ibnu berkata:

    Ingin tahu penciptaan Alam Semesta versi Teori Minimalis: Cari dengan Google Search: a. : Akung ibnu, b. Alam Semesta dalam satu teori, mengagumkan. c. Teori Minimalis, d. Teori Som Wyn, e. Teori Paralogika, f. Teori Recolusi Som Wyn. g. Teori Quantum Eteric Minimalis dan Teori Anti Matter Minimalis. h. Teori Eter Som Wyn, i. Psycho Minimalis . f. Fiksi Ilmiah Blackhole …………… dll yang berhamburan di internet bagaikan sampah. Kritisi!

  4. Akung Ibnu berkata:

    Bigbang versi Teori Minimalis juga sesuai dengan Agama Bumi, diantaranya Agama Hindu: Sebelum Bigbang Alam Semesta telah diciptakan oleh Sang Maha Pencipta, namun dijelaskan berdasar Spiritual Religius (Agama Hindu) , bukan berdasar MS maupun SS. Penjelasan menurut MS justru dianggap bertentangan dengan Agama Hindu., demikian halnya berdasar agama langit
    Akung mencoba memberi komentar dihttp://ngarayana.web.ugm.ac.id/2009/08/menepis-kebenaran-teori-big-bang.
    Sayangnya tulisan akung dihapus dan akung tak diizinkan memberi komentar untuk menengahi perdebatan antara pemeluk agama Islam dan Kristen (agama langit) dengan pemeluk agama Hindu (agama bumi). Terkesan si pemilik blog/situs takut akung menghentikan polemik diantara mereka. Itu strategi untuk “membungkan akung” agar blog/situs nya tetap laku jual (polemik mengenai Bigbang terus berkepanjangan.
    Yang perlu semua tahu: akung punya situs sendiri, jadi tidak ada masalah “penghilangan komentar akung , bahkan memblok akung memasuki blog/situs mereka :http://ngarayana.web.ugm.ac.id/2009/08/menepis-kebenaran-teori-big-bang.
    Semoga pemilik blog/situs tersbut bersedia berkunjung ke, akungibnu.wordpress untuk mengkrittisi tulisan-tulisan akung. Untuk itu akung ucapkan terima kasih.

  5. Akung Ibnu berkata:

    Silakan akses: menepis kebenaran Teori Bigbang versi MS di:: http://ngarayana.web.ugm.ac.id/2009/08/menepis-kebenaran-teori-big-bang. dan Teori Biglight sebagai pembandingnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s