Manunggaling gusti lan kawula.

Pertanyaan: Bagaimana pandangan Akungibnu terhadap  filosofi Manunggaling Gusti lan kawula?

Jawaban: Terlebih dulu akung analisa berdasar Rasa Bahasa Minimalis.

1. manunggal: menjadi satu dalam arti bergabung (+) atau menyatu (*).

2. gusti: yang dihormati, yang disembah, yang dipertuhan, yang memberi hidup:  nyata, semu bahkan abadi.

3. Kawula: yang menghormati, yang menyembah, yang mempertuhan, yang menerima hidup: nyata, semu bahkan abadi.

Manusia berbeda dengan hewan atau  binatang yang mengalami proses evolusi sesuai dengan Teori Evolusi Darwin (TED) . Manusia hasil revolusi Alam Semesta sesuai dengan Teori Revolusi Som Wyn (TRSW).  Peradaban manusia berkembang sangat cepat sehingga ada 4 tahapan peradaban manusia yang berlangsung tumpang tindih, yaitu : NS. , RS., MS., dan RS.

Pada tahapan RS: Filsafat itu telah tercetus, diantaranya lewat ajaran/pandangan Syekh Siti Jenar (manunggaling kawula Gusti). Filsafat tersebut dipandang sesat oleh Wali Sangan, karena  bertentangan dengan RS, khususnya agama Islam karena dianggap  mempersekutkan Allah swt dengan manusia.

Pada tahapan MS: tanpa disadari filsafat itu diterapkan  dalam konsep materialisma yang mempertuhan materi. Tubuh manusia terdiri dari materi (kawula) , yang dipertuhan  oleh manusia juga materi (gusti). Menurut  MS Alam Semesta hanya terisi oleh materi  sedangkan makhluk hidup dianggap sekedar proses biologi/bio kimia, jadi yang mempertuhan dan yang dipertuhan menjadi satu dalam ujut materi. Filosofi manunggaling gusti (materi)  lan kawula (materi)  berlaku pada tahapan MS,  yang tak mengakui adanya penciptaan oleh Tuhan.

Menurut Teori Som Wyn Tuhan YME (hasil akal budi manusia)  menyediakan segalanya, termasuk materi, namun dia bukan materi melainkan yang menyediakan materi.

Tuhan YME konsep akal budi manusia, tujuannya untuk menyatukan ciptaan Nya. Dia  tidak menyatu atau bergabung dengan manusia, sebab jika bergabung atau menyatu dengan  individu manusia  menjadi tidak mungkin mempersatukan seluruh ciptaan Nya, yang  dibekali  kesadaran individual yang berbeda-beda

Pada tahapan SS. diterapkan oleh  Newage, yang meyakini  Tuhan ada pada tiap individu manusia.  Menurut rasa bahasa akung kata ada berbeda dengan  bergabung atau menyatu. Tuhan itu lebih dari sekedar semu, melainkan abadi,  sehingga ada disegenap penjuru Alam Semesta bahkan Alam Abadi. Manussia hidup di dunia, bagian dari Alam Semesta, artinya pada setiap individu microcosmos  ada Tuhan.

Filosofi yang menyatakan Tuhan ada  dalam tiap individu ciptaan Nya  dapat diterima oleh logika fikir atau akal budi manusia atas dasar argumentasi tersebut diatas.  Namun akan menjadi berbeda jika Dia  dianggap bergabung apalagi menyatu dengan  tiap individu ciptaan Nya yang  berarti Dia menjadi bagian dari individu ciptaan Nya.

Lalu bagaimana caranya agar filosofi tersebut dapat diterima oleh akal budi manusia?

Menurut akung yang dimaksud dengan gusti dalam SS  adalah yang mengendalikan manusia, yaitu soul atau spirit. Yang mengendalikan manusia disediakan oleh Tuhan Yang Maha Esa, yaitu soul dan spirit,  jadi bukan Tuhan Yang Maha Esa,  karena  Tuhan YME  dimaksud untuk mempersatukan seluruh ciptaan Nya, padahal  justru soul dan spiritlah  menjadikan living organisme menjadi individual.

Filosofi : manunggaling gusti lan kawula menurut SS  akan  sesuai dengan akal budi manusia, jika  penafsiran   gusti adalah yang mengendalikan manusia (the hand of God) , yaitu soul atau spirit,  bukan yang menyediakan soul atau spirit.

Kebenaran filosofi “manunggaling gusti lan kawula”  berdasar akal budi manusia, bukan dogma, sesusai dengan SS:  Living organisme, termasuk manusia, jika  ditinggal pengendalinya (gusti) , baik soul maupun spirit, menyebabkan tak berlaku lagi filosofi “manunggaling gusti lan kawula” , akibatnya organisme akan terdaur ulang sesuai dengan MS,  sedangkan spirit akan berkelana ke segenap penjuru Alam Semesta  untuk mencari organisme sebagai  kawula barunya  sesuai dengan SS, sedangkan soul “siap”  menuju Alam Abadi untuk kembali ke sisi Gusti atau Tuhan Yang Maha Kuasa yang mengatur segalanya,  sesuai dengan RS.

Dengan analisa Teori Minimalis dan turunannya: Filosofi “manunggaling gusti lan kawula”  atau manunggaling kawula Gusti dapat  diterima oleh RS., MS.  maupun SS.

Pesan Akungibnu pada cucu agar perwawasan luas:

Aja gumunan lan gampang percaya, ning ya aja maido apa sing durung kok ngerteni.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Manunggaling gusti lan kawula.

  1. Akung Ibnu berkata:

    Ini tulisan mengenai Newage.
    Zaman Baru
    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
    Zaman Baru atau Gerakan Zaman Baru (Inggris: New Age) adalah suatu gerakan spiritual yang terbentuk di pertengahan abad ke-20. Merupakan gabungan dari spiritualitas Timur, dan Barat, serta tradisi – tradisi metafisika yang mengemukakan suatu filsafat yang berpusatkan kepada manusia.

    Gerakan ini mulai dikembangkan dengan munculnya latihan-latihan pengembangan diri, seminar pengembangan diri, yoga, waitankung, seminar kata-kata motivasi, dll.

    Tujuannya untuk menciptakan sebuah “spiritualitas yang tanpa batasan atau dogma-dogma yang mengikat”. Dengan menekankan bahwa Pikiran, Jiwa, dan Raga saling berhubungan, serta adanya bentuk Monisme dan kesatuan di dalam alam semesta. Lebih jauh gerakan ini mencoba menciptakan “suatu pandangan yang menggabungkan ilmu pengetahuan dan spiritualitas” dan oleh karenanya gerakan ini menganut berbagai bentuk ilmu pengetahuan dan ilmu semu.

    [sembunyikan] v t e
    Sistem kepercayaan
    Abrahamisme · Akosmisme · Agnostisisme · Animisme · Antiagama · Ateisme · Dharmisme · Deisme · Dualisme · Esoterikisme · Teologi feminis · Gnostisisme · Henoteisme · Humanisme · Immanenke · Monisme · Monoteisme · Mistisisme · Naturalisme · Nondualisme · Pandeisme · Panteisme · Politeisme · Teologi Proses · Samanisme · Taois · Teism · Transenden · Zaman Baru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s