REVOLUSI MENTAL.

Pertanyaan:

Esok tagl 23 November 2014 Akungibnu ultah ke 78, cucu mendoakan agar akung panjang umur sehingga tetap dapat menulis gagasan-gagasan  yang bermanfaat.

Maafkan, cucu tidak memberikan hadiah untuk akung, melainkan meminta hadiah dari akung berupa sikap akung terhadap Revolusi Mental yang dicanangkan oleh Presiden Kita,  Jokowi. Setujukah Akungibnu dengan Revolusi Mental?

Jawaban:  Terima kasih cucu mengingatkan bahwa esok usia akung sudah memenuhi 78 tahun dan mendoakan panjang umur.  Inilah hadiah untuk cucu: Akung 1oo % setuju dan akan mendukung sepenuh Revolusi Mental.

Makna revolusi adalah perubahan cepat sebagai halnya: Revolusi Sosial, Revolusi Peradaban Manusia , Revolusi Fisik, Revolusi Industri, Revolusi Spiritual Ilmiah,……………. Revolusi Mental..

Dalam tulisan-tulisan akung menyatakan revolusi beresiko sangat tinggi , lebih aman reformasi, namun bukan berarti akung tidak setuju adanya revolusi , melainkan memperingatkan bahwa revolusi berisiko tinggi, sebab mempertaruhkan kemapanan dapat berakibat  “kehancuran” atau menghancurkan yang telah mapan , bukan sekedar menata ulang secara bertahap sebagai reformasi.

Bangsa Indonesia telah melakukan reformasi dan hasilnya telah kita nikmati, namun dalam hal mental bukan semakin baik, melainkan semakin merosot. Kesenjangan sosial semakin parah, yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin,

Keadilan bukan berarti sama rata-sama rasa, melainkan keseimbangan antara hak dan kewajiban. Yang kewajibannya berat pantas mendapatkan hak lebih banyak dari yang kewajibannya ringan.  Agar dapat  hidup damai, masing-masing harus  mawas diri dan sadar akan  keseimbangan hak dan kewajiban yang “melekat” pada dirinya:  Yang kuat atau berkuasa jangan berlebihan dan menindas yang lemah atau  adigang-adigung, sebaliknya yang lemah  jangan memanfaatkan kelemahannya untuk membangkang menggerogoti yang kuat karena sirik lalu bertindak anarkis.

Dalam sistem demokrasi kekuasaan bukan datang dari atas, Tuhan Yang Maha Kuasa  yang mengatur segalanya, melainkan dari bawah, dari rakyat yang memberikan  kepercayaan  pada para wakilnya di jajaran Legislatif, presiden beserta para menterinya pada jajaran Eksekutif, serta para penegak hukum di jajaran Judikatif.

Ketiga unsur trias politika tersebut tidak boleh bersekongkol untuk menindas rakyat sehingga rakyat tidak lagi punya apa-apa kecuali pilihan  mati atau hidup. Jika rakyat marah, maka akan terjadilah revolusi fisik, menghancurkan segalanya. Inilah yang akung takutkan.

Agar tidak terjadi revolusi fisik maka harus dilakukan revolusi mental. Mentalnya siapa?  Mental para wakil rakyat, pemimpin dan penegak hukum. Demikian juga mental rakyat.

Semua pasti setuju: korupsi bersimaharaja lela sehingga menyengsarakan rakyat, akibatnya  rakyat bertindak anargis karena merasa tidak terlindungi nasibnya.  Sebelum terjadi revolusi fisik akan lebih aman dilakukan revolusi mental, itulah sebabnya akung 100% mendukung revolusi mental.

Revolusi mental bagi yang dipercaya oleh rakyat adalah: tidak menyia-nyiakan kepercayaan rakyat. Revolusi mental bagi rakyat adalah sanggup menilai budi pekerti para calon akan menentukan nasib rakyat.

Yang diberi wewenang dan yang memberi wewenang harus menggunakan akal budinya, bukan hanya akalnya saja  sehingga saling mengakali;  atau hanya menggunakan batinnya saja, yang batinnya baik akan menganggap semua orang baik sehingga mudah ditipu, yang batinnya buruk akan menganggap semua buruk, sehingga krisis kepercayaan.

Mudah-mudahan cucu puas dengan jawaban akung.

 

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s