Teori Eter Som Wyn

Pertanyaan: Dapatkah Teori Eter Som Wyn digunakan untuk menjelaskan Interaksi Electro Magnit?

Jawaban: 

Rantai tertutup eteric [e]  baik yang dalam keadaan bebas di Sub Alam Transien [e] maupun yang menjadi bagian dari quantum eteric [q]*[e] di Sub Alam Fisika mudah pecah menjadi rantai terbuka eteric (ne ) atau e+e+e……. karena digabungkan  (+) oleh gaya lemah. Sebaliknya rantai terbuka  eteric (ne )  dapat kembali menjadi rantai tertutup eteric [e].

Membuka dan menutupnya rantai eteric  [e] :  (ne) tidak lain merupakan getaran listrik , bila merambat terjadilah gelombang listrik.

[e] dan (ne) memiliki E#0 sehingga merupakan fenomena Sub Alam Transien, namun dampaknya  dapat terdeteksi oleh peralatan fisika  atau partikel yang peka terhadap gaya magnet (misalnya serbuk besi). Mengapa? Quantum eteric  [e] maupun rantai terbuka  eteric  (ne) memancarkan gaya  magnet keluar.

Quantung eteric [e]  memancarkan gaya magnet diantara  segmen-segmenya tegak lurus rantai tertutp eteric,  sedangkan rantai terbuka eteric (ne) memancarkan gaya magnet diantara segmennya  tegak lurus rantai terbuka eteric (ne) dan pada kedua ujungnya.

Pada wilayah “bebas” pengaruh gaya magnetik luar (ne) akan menutup menjadi [e], namun saat dipengaruhi oleh gaya magnet luar, misalnya  magnet tetap atau electro magnet [e]  akan berubah menjadi (ne), sehingga terjadi perubahan arah gaya magnetnya.

Gaya magnet terdeteksi oleh peralatan fisika atau partikel yang peka terhadap gaya magnet misalnya serbuk besi.  Gaya listrik terdeteksi oleh peralatan fisika yang peka terhadap gaya listrik atau partikel yang peka terhadap muatan listrik , misalnya ion atau electron.

Gaya magnet  akan menginduksi lingkungannya yang peka terhadap gaya magnet (misalnya besi dan serbuk besi)  atau rantai tertutup eteric [e] disekitarnya baik diruangan hampa materi maupun yang terisi materi , proses ini dinamakan induksi  magnet.

Rantai tertutup eteric [e] akan membuka  secara berurutan dari yang paling dekat dengan kutub magnet yang menginduksi, menyebabkan terbukanya rantai tertutup eteric , gaya magnet  pada ujung eteric akan menginduksi eteric berikutnya. Fenomena ini dapat terdeteksi oleh peralatan  fisika atau partikrel yang peka terhadap gaya magnet,  fenomena ini dinamakan medan magnet yang menghubungkan kutub utara magnet  ke kutub selatan magnet. Medan magnet tak lain rantai terbuka eteric yang menghubungkan kutub magnet utara ke kutub magnet selatan.  Medan magnet dapat terdeteksi oleh peralatan magnet atau serbuk besi sebab rantai terbuka eteric memancarkan gaya magnet diantara segmennya tegak lurus rantai terbuka eteric (ne)

Medan magnet  yang intensitasnya tetap tidak akan membangkitkan medan listrik karena seluruh rantai eterik telah tertata  ( tidak ada perubahan medan magnet) sehingga tidak membangkitkan gaya gerak listrik (ggl).

Jika gaya magnet diubah-ubah maka akan mempengaruhi susunan rantai eteric (ne) atau merubah kekuatan  medan magnet. Perubahan medan magnet akan membangkitkan ggl. Sebaliknya perubahan ggl akan berakibat perubahan medan magnet, hal ini dapat dibuktikan dengan peralatan electro magnet.Fenomena ini yang dinamakan interaksi elektro magnet versi TM.

Interaksi Electro Magnet dapat dijelaskan oleh Teori Eter Som Wyn. Interaksi electro magnet dapat terjadi diruang yang terisi materi maupun yang hampa materi, sebab eter terdapat disemua ruang baik ruang nyata atau ruang semu.

Gelombang elecro magnet (EMW)  merupakan  fenomena interaksi elektro magnet. Komponen EMW adalah Medan Magnet dan Medan Listrik yang sama frekuensinya dan berselisih phase sembilan puluh derajat, hal ini juga dapat dijelaskan dengan TESW.

Gaya magnet membangkitkan medan magnet yang  menginduksi rantai tertutup eteric  [e] sehingga membuka menjadi rantai terbuka eteric (ne).   Membukanya [e] menjadi ne mebangkitkan ggl, sebab terjadi perubahan arah gaya magnet diantara segmen rantai eteric, yang tadinya  tegak lurus  rantai tertutup eteric  (melingkar)  berubah menjadi tegaklurus rantai terbuka eteric (sesuai  medan magnet) .   Ini artinya ggl merupakan turunan  pertama dari fungsi medan magnet. Jika perubahan medan magnet sebagai fungsi sinus, maka gglnya merupakan fungsi cosinus. Ini lah sebabnya Interaksi electro magnet pada  EMW terjadi selisih phase 90 derajat antara Medan Magnet dengan Medan Listrik.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s