Pemanfaatan energi anti matter.

Pertanyaan: Ada tayangan di NGC yang mengisahkan adanya batu-batu yang sangat besar dan berat dapat berpindah sendiri ditempat yang agak miring dan kasar, sehingga secara ilmiah sulit dijelaskan. Perpindahan batu-batu tersebut sangat misterius karena terletak pada bidang kasar dan kemiringannya hanya sedikit, sehingga tidak mungkin diakibatkan oleh gaya gravitasi, lebih aneh lagi perpindahan itu bukan hanya kearah yang lebih rendah melainkan juga kearah yang lebih tinggi. Dapatkah Akungibnu menjelaskan fenolena ini  secara ilmiah?

Jawaban:  Akung akan menjelaskan berdasat Teori Minimalis, sehingga cucu terlebih dulu  harus memahami TM..

Menurut MS  jika anti matter  dipertemukan dengan matter akan “lenyap” menjadi gelombang yang tak terlacak oleh kemampuan pancaindera maupun peralatan fisik.

MS tak menjelaskan kemana “larinya” hasil  penggabungn  tersebut, hanya dinyatakan berubah menjadi gelombang yang arahnya berlawanan.

Batu termasuk matter, jadi jika dipertemukan dengan anti matter akan muksa tanpa dapat dilacak kemana perginya. MS tidak menjelaskan prosentase anti matter yang dibutuhkan untuk melenyapkan matter.

Berdasar akal budi untuk melenyapkan matter dibutuhkan anti matter yang memadai sebagai halnya untuk menghancurkan benda dibutuhkan gaya atau energi fisika yang memadai.

Saat ini manusia telah sanggup “mengisolasi” anti matter untuk dijadikan energi, namun biayanya sangat mahal dan sangat sulit menyimpannya, lebih mudah memecah massa berdasar reaksi berantai  inti atom berat untuk menghasilkan energi dalam jumlah besar sehingga dapat menghancurkan benda.

TM menyatakan matter minimalis (mm)  adalah quantum eteric (qe) yang kode minimalisnya [qm]*[e], sedangkan anti matter minimalis (amm)  kode minimalisnya [qm]+[e]. Jadi perbedaannya hanya pada operator minimalisnya (*) yang  artinya penyatuan dan (+) yang artinya penggabungan.
Mm merupakan penyatuan rantai tertutup quantum minimalis [qm] dengan rantai tertutup eter  [e] yang koheren (sepadan), secara mathematika minimalis (MM) dinyatakan [qm]*[e].
Amm merupakan penggabungan [qm] dengan [e], atau [qm] + [e]

Secara grafis  keduanya merupakan lingkaran dengan diameter sama, a. jika titik pusatnya berimpit maka memiliki banyak sumbu putar sehingga dinamakan multi axis matter minimalis  (muamm), sedangkan  b. jika titik pusatnya tidak berimpit hanya memiliki satu sumbu putar yaitu garis lurus yang menghubungkan dua titik pusatnya dinamakan mono axe matter minimalis (moamm).
(qe) adalah   muamm sedang (amm) adalah mono axe matter minimalis  (moamm).
Secara teoritis amm  (moamm) dapat diperoleh dengan sangat mudah dengan menggeser kedua titik pusat mm [qm]*[e]  dari berimpit menjadi tak berimpit atau  secara  MM merubah operator penyatuan (*) menjadi operator penggabungan (+), namun dalam kenyataan sangat sulit dilakukan.

Muamm memiliki  E=0, merupakan inti atom atau inti elektron  versi Model Atom Minimalis  (MAM) hingga merupakan fenomena Sub Alam Fisika  (SAF) , sedangkan moamm  memiliki E#0 sehingga merupakan fenomena Sub Alam Transien  (SAF) hingga sulit dijumpai dalam Sub Alam Fisika.

MS  hanya menyatakan jika Matter bertemu dengan Anti Matter akan lenyap menjadi gelombang. TM membedakan dua kemungkinan: Jika muamm disatukan (*)  dengan  moamm justru menghasilkan mm, (E=0)* (E#0) = (E=0), namun jika digabungkan (+) akan menghasilkan amm.  Hal ini dapat dijelaskan berdasar MM (E=0) + (E#0) = (E#0).

Berdasar akal budi: menyatukan lebih sulit dibandingkan menggabungkan, maka  isi Alam Semesta didominasi oleh moamm, namun tidak di SAF melainkan di SAT..

Kembali pada misteri  batu  besar dan  berat dapat berpindah tempat sendiri, seperti yang cucu tanyakan:
Jika ada yang sanggup mengisolasi anti mattr  maka dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan benda yang sangat berat, bahkan melenyapkan, namun dibutuhkan teknologi tinggi. Misteri yang cucu tanyakan ada kaitannya dengan  fenomena UFO dan Alien, atau research yang dilakukan oleh para ilmuwan untuk menerapkan anti matter yang dapat diisolasi. sebagai sumber energi.

Secara MT  menggerakkan/memindahkan  batu berat  dengan energi anti mater jauh  lebih sulit dibanding dengan melenyapkan. Mengapa: untuk memindahkan batu harus dilakukan dengan menggabungkan batu lain dengan  am didekat batu yang akan dipindahkan, sebab jika am digabungkan dengan batu yang akan dipindahkan dapat menlenyapkan batu tersebut.

Jika yang digunakan amm  dengan prosentase tertentu, berdasar TM tidak akan melenyapkan  seluruh mm, melainkan hanya “mengikis” matter dan menghasilkan tekanan negatif  dengan cara merubah E=0 menjadi E#0 dari sebagian dari batu, tidak keseluruhan batu, sehingga dapat   menimbukan kekosongan ruang di dekatnya sebagai  halnya menyedot batu.  Prinsip ini berlawanan dengan memberi tekanan positip pada batu  dengan udara bertekanan tinggi.

Kesimpulan: Misteri batu besar dan berat yang dapat bergerak/berpindah sendiri tanpa diketahui penyebabnya  adalah hasil tehnologi tinggi yang hanya dapat dilakukan oleh makhluk cerdas, entah itu manusia atau makhluk lain. Namun mungkin saja  fenomena itu dilakukan oleh orang iseng  untuk tujuan tertentu, misalnya menarik  wisatawan untuk berkunjung ketempat misterius itu sebagai fenomena corp-circle.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

5 Balasan ke Pemanfaatan energi anti matter.

  1. Akung Ibnu berkata:

    Aja gumunan lan gampang percaya, ning ya aja maido apa sing durung kok ngerteni.
    Menurut TM lewat MM: Penggabungan (+) moamm dengan muamm akan menghasilkan ruang semu yang menyebabkan tekanan negatif, sedangkan penyatuan moamm dengan muamm akan menghasilkan tekanan positif. Hal ini dinyatakan berdasar Teori Quantum Eteric Minimalis (TQEM) dan Teori Anti Matare Minimalis (TAMM)..

  2. Akung Ibnu berkata:

    *muamm sanggup berputar kesegala arah sehingga dapat memancarkan gaya magnet ke segala arah,
    *moamm hanya sanggup berputar pada sumbunya (garis penghubung dua titik pusatnya) sehingga haya memancarkan gaya magnet ke sekitar sumbunya.
    *putaran gaya magnet menyebabkan terjadinya medan listrik dinamis disekitarnya dan muatan listrik statis didalamnya,
    *muamm dapat bertindak sebagai inti atom maupun inti elektron yang memiliki tiga dimensi ruang nyata,
    * moamm tidak dapat bertindak sebagai ini atom maupun inti elektron karena tidak memenuhi persyaratan ruang nyata yang berdimensi tiga, namun moamm merupakan calon/ kandidat inti atom dan inti electron dan akan menjadi inti atom atau inti electron saat kedua intinya berimpitan.

    *Kesimpulan: moamm adalah calon inti atom atau inti electron sedangkan muan merupakan intiatom atau inti electron.
    *Model Atom Minimalis (MAM) mendukung Model Atom Niel Bohr, yang menyatakan bahwa yang terjadi di dalam sebuah atom bukan kabut electron (muamm) melainkan kabut anti electron (moamm). Hal ini dapat dibuktikan tak ada tabrakan electron di dalam sebuah atom, namun mungkin terjadi tabrakan electron bebas (diluar atom).

  3. Akung Ibnu berkata:

    Saat ini meruntuhkan banguan kuat/kokoh dibutuhkan dinamit, namun jika bangunan terletak diwilayah padat bangunan/padat penduduk , misalnya gedung bertingkat di kota, maka akan sangat riskan dan membutuhkan perhitungan sangat cermat agar tak berdampat buruk pada lingkungannya. Setelah bangunan runtuh masih dibutuhkan tempat untuk pembuangan sampah bekas bangunan.
    Dengan menggunakan tekhonogi moamm, bangunan sebesar, setingga atau sekokoh apapun dapat dilenyapkan tanpa meninggalkan bekas berdasar penggabungan muamm (bangunan fisika) dengan moamm (energi transien) berdasar Teori Minimalis (E=0) + (E#0) = (E#0).
    Saat ini hal yang demikian akan dicemoohkan, dipandang ilmu sihir atau mistik, sebab tidak mungkin dilakukan dengan teknologi yang saat ini dikuasai oleh manusia berdasar MS.
    Namun suatu saat hal itu dapat dilakukan manusia, bukan bedasar ilmu sihir, ilmu gaib atau ilmu kenik, melainkan dengan memanfaatkan ilmu metafisika (ilmu fikir), ilmu fisika dan ilmu transien.
    Itulah sebabnya akal budi harus dikembangkan agar manusia memanfaatkan ilmu yang sangat dahsyat itu bukan untuk merusak, melainkan untuk hal-hal yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.

  4. hakim berkata:

    wah mantap sekali akung ibnu. anda telah menemukan dasar teori dari dematerialisasi dan materialisasi.
    tapi untuk saat ini perpindahan hanya bisa dari aub alam fisika ke sub alam transien atau sebaliknya. dan yang jadi masalah terkadanag ada massa atau energi yang tertinggal dari hasil perpindahan tersebut. bisa akung jelaskan kebih lanjut?

    • Akung Ibnu berkata:

      Untuk mengubah massa menjadi energi dibutuhkan energi, baik dari dalam sitem massa/energi yang bersangkutan (intdernal energi) atau energi dari luar (external energy). Sebagai contoh pancaran radiasi nuklir adalah alami yang pengubah massa menjadi energi fisika oleh kemampuan dalam sistem massa yang bersangkutan, sedangkan pemecahan inti atom oleh energi /massa dari luar sebagai hasil tehnologi buatan manusia atau alami dengan tujuan memperoleh energi berdasar formula E= mc^2.
      Dengan mengacu pada prisip fisika memang tidak mungkin seluruh massa pecah menjadi energi, sebab energi fisika sendiri (quantum) memiliki massa sesuai dengan prinsik matematika.
      Namun dengan mengacu pada TM justru massa dapat diperoleh dari energi magnetisme. Energi Fisika dalam TM dinyatakan sebagai E=0, saat energi x = y. Formula yang digunakan adalah Formula Supernatural Modern E = – x + y. Formula ini berlaku di Sub Alam Transien dimana energi x saling menolak dengan sesama energi x dan energi y saling menolak dengan energi y akibat perubahan dimensinya (kesadaran energinya). Menurut TM fenomena Sub Alam Transien identik dengan fenomena magnetisme, dua kutub magnet sejenis akan saling tolak dan yang berlainan jenis saling menarik sehingga terbentuklah dipole magnet Weber.
      Nah, dengan mempelajari TM cucu akan dapat menjawab pertanyaan: mungkinkah massa (E=0) diubah keseluruhannya menjadi energi fisika mendasar (quantum) yang juga memiliki (E=0) . Jawabnya jelas: mungkin sekali sebab keduanya terletak pada satu garis energi fisika x=y (Silakan pelajari Peta Energi dan Non Energi Alam Semesta Minimalis.
      Yang sulit adalah merubah E=0 menjadi E#0 atau sebaliknya. Namun…………… Alam Telah sanggup melakukannya berdasar Hukum Ekologi Alam Semesta. Manusia harus berguru pada Alam agar sanggup melakukan apa yang dilakukan oleh Alam. Ilmu Alam (Fisika) harus dikembangkan bukan hanya mempelajari fenomena Sub Alam Fisika melainkan juga menjangkau Sub Alam Transien. Mungkinkah? Mungkin sekali sebab manusia dianugerahi kemampuan berfikir dan menalar yang sanggup memanfaatkan energi gelap (dark energy) untuk memanfaatkan energi cerah yang terdeteksi oleh pancaindera dan peralatan fisika.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s