Mungkinkah energi memiliki nilai nihil?

Pertanyaan: Menurut Akungibnu: energi dapat dipandang sebagai nilai pecahan, sehingga jika disatukan memiliki operator perkalian (*) akan berlaku x*x*x……..x^n atau y*y*y………. y^n atau E*E*E………E^n.

Berdasar matematika pemangkatan pecahan yang bernilai < 1 akan menghasilkan pecahan dengan nilai lebih kecil. Hasil perkalian pecahan atau pemangkatan pecahan semakin lama semakin kecil sehingga penyatuan energi juga akan menghasilkan energi lebih kecil yang artinya energi dapat menjadi nihil alias menghilang dari Alam Semesta. Kemana perginya energi? Apakah energi dapat keluar dari Alam Semesta yang artinya Teori Minimalis omong kosong.

Jawaban:

Cucu menggunakan matematika konvensional dengan pemangkatan pecahan atau perkalian pecahan untuk menyangkal kebenaran TM.

Berdasar TM energi dinotasikan sebagai pecahan p/P. Jika p>P akan menghasilkan bilangan bulat (B) + pecahan murni yang nilainya < 0, sebaliknya jika P>p akan menghasilkan pecahan murini.

Perkalian pecahan murni memang akan menghasilkan pecahan lebih kecil, demikian halnya pemangkatan pecahan murni juga akan menghasilkan petahan lebih kecil.  Cucu lalu menyimpulkan hasil dari perkalian atau pemangkatan pecahan murni akan menghasilkan nilai nihil.

Agar cucu tidak bingung dalam matematika konvensional pembangian bilangan atau pecahan dengan bilangan bulat akan menghasilkan pecahan lebih kecil, namun tidak mengkin menhasilkan nilai nol atau nihil melainkan mendekati nol, ini sesuai dengan axioma Matematika konvensional.

Pengalian pecahan atau bilangan bulat dengan pecahan murni sama maknanya dengan membagi pecahan atau bilangan dengan pecahan murni, tidak akan menghasilkan nilai nol atau nihil melainkan mendekali nol.

Body (B) adalah bilangan bulat tanpa pecahan namun tersusun dari penggabungan pecahan, sedangkan e (energi ) merupakan pecahan murni.

Menurut TM body yang tidak disatukan oleh energi akan mudah pecah menjadi energi.

Sesama energi dapat bergabungkan menjadi body+ energi yang lebih stabil dibandingkan dengan hanya body tanpa menyisakan internal energy.

Untuk menggabungkan energi dibutuhkan kesadaran energi yang sama, misalnya x dengan x atau y dengan y, E dengan E demikian halnya penyatuan energi dibutuhkan kesadaran energi sama. Nah inilah perbedaan antara energi (e) dan body(B) dengan bilangan pecahan dan bilangan bulat.

Jika dimensinya/kesadaran energinya sama energi tidak semudah body untuk digabungkan. Sebagai contoh tidak sembarang energi fisika dapat digabungkan : energi panas, energi mekanik, energi magnet……………..ini ibaratnya menambahkan bilangan pecahan harus disesuaikan penyebutnya.

Kesimpulan:

a. penggabungan energi akan menghasilkan energi dengan variable lebih besar hingga sanggup menghasilkan body, atau sebaliknya body dapat dipisah menjadi energi. Hal ini dapat divisualisasikan dengan menggabungkan secara seri elemen listrik (misalnya batu batery) akan menghasilan tegangan lebih tinggi, atau lebih rendah tergantung polarisasi elemen penyusunnya.

b. penyatuan energi akan menghasilkan energi dengan variable baru yang lebih kecil maupun lebih besar tergantung dari variable elemen penyusunnya dan polarisasi elemen. Hal ini dapat divisualisasikan dengan menysyn elemen secara paralel.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke Mungkinkah energi memiliki nilai nihil?

  1. Akung Ibnu berkata:

    Akung ucapkan terima kasih kepada cucu yang telah mengkritisi TM dengan mempertanyakan: “Mungkinkah energi nihil.? ” Pertanyaan cucu yang sangat krirtis tersebut akung gunakan sebagai masukan untuk “mengoreksi” TM yang selama ini menginformasikan penggabungan dan
    penyatuan energi akan menghasilkan energi dengan variable lebih tinggi, padahal sesuai peta energi alam semesta, energi yang terletak dalam garis energi E=-x, E=y, dan x=y atau E = -x + y dapat bertambah variablenya atau berkurang variablenya, sepanjang tidak keluar dari garis energi tsb.
    Yang masih menjadi kendala : apakah energi memiliki polarisasi? Dalam hal energi transien nilai E dapat mositif atau negatif tergantung nilai energi penyusunnya, jika x0 dapat dianggap memiliki polarisasi positif dan dinamakan energi rasional, sebaliknya jika x>y maka E<0 dapat dianggap memiliki polarisasa negatif dan dinamkan energi irrasional.
    Bagaimana dengab energi x dan energi y dan E=0? Apakah energi ini memiliki polarisasi?
    Akung ingin mendapat masukan dari cucu atau yang lain. Terima kasih.

  2. Akung Ibnu berkata:

    Akung ucapkan terima kasih kepada cucu yang telah mengkritisi TM dengan mempertanyakan: “Mungkinkah energi nihil.? ” Pertanyaan cucu yang sangat krirtis tersebut akung gunakan sebagai masukan untuk “mengoreksi” TM yang selama ini menginformasikan penggabungan dan
    penyatuan energi akan menghasilkan energi dengan variable lebih tinggi, padahal sesuai peta energi alam semesta, energi yang terletak dalam garis energi E=-x, E=y, dan x=y atau E = -x + y dapat bertambah variablenya atau berkurang variablenya, sepanjang tidak keluar dari garis energi tsb.
    Yang masih menjadi kendala : apakah energi memiliki polarisasi? Dalam hal energi transien nilai E dapat mositif atau negatif tergantung nilai energi penyusunnya, jika x0 dapat dianggap memiliki polarisasi positif dan dinamakan energi rasional, sebaliknya jika x>y maka E<0 dapat dianggap memiliki polarisasa negatif dan dinamkan energi irrasional.
    Bagaimana dengab energi x dan energi y dan E=0? Apakah energi ini memiliki polarisasi?
    Akung ingin mendapat masukan dari cucu atau yang lain. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s