Lain MARIO TEGUH lain MBAH SOMO.

Pertanyaan: Hakim telah memutuskan praperadilan yang mengabulkan tuntutan BG, sehingga menempatkan Jokowi pada posisi sulit. Saya lalu mengingat tulisan Eyang Ibnu yang berjudul: Lain Mario Teguh lain mbah Somo.

Bagaimana prediksi Eyang Ibnu, presiden Jokowi akan menggunakan nasehat Mario Teguh atau nasehat mbah Somo dalam menggunakan hak prerogatifnya?

Jawaban: Sebenarnya eyang malas terjun dalam masalah hukum dan politik, namun eyang hanya akan mengupas tulisan eyang beberapa tahun yang lalu:

Mario Teguh dengan The Golden Way memberikan motivasi agar mereka yang  sedang galau mendapatkan pencerahan, sehingga memberikan jalan lurus untuk mencapai tujuan (the golden way) .

Mbah Somo alias Eyang Ibnu Somowiyono mengkritisi jalan untuk mencapai tujuan dengan segala kesulitan yang harus dihadapi, bukan jalan yang lurus melainkan berliku, menanjak, penuh rintangan  sehingga  untuk mencapai keberhasilan menjadi emas, sehingga tulisannya berjudul: The way to be gold or to be garbage.

Semua mendambakan menjadi/memperoleh  emas, namun jalannya bukan jalan datar dan lurus  yang dipagari dengan emas, melainkan penuh dengan risiko, risiko paling berat adalah “tergelincir”  masuk ke jurang yang tak dibatasi oleh rambu-rambu penyelamat atau bahkan terinjak-ijak bagaikan sampah.

Nah, Jokowi miliki hak prerogatif yang diberikan oleh rakyat secara langsung, walau harus “didukung” oleh party politik tertentu (PDIP).

Sekarang terserah Jokowi, mau  jalan Mario Teguh: “The Golden Way”  agar tidak di-jatuhkan oleh DPR atau menempuh “jalan berisiko dijatuhkan oleh DPR” namun mendapat dukungan langsung dari rakyat yang memilihnya.

Yang menjadi pertanyaan adalah: Siapa rakyat itu?

Menurut  eyang: rakyat adalah mereka yang memilih (memberikan suaranya)  dalam pemilu wakil rakyat dan presiden yang  “diharapkan” dapat mensejahterakan mereka.

Jokowi telah berjanji ke pada rakyat untuk mensejahterakan meraka.  Janji adalah hutang yang harus dibayar/ dilunasi. Yang juga menjadi pertanyaan: Apakah Jokowi juga berjanji kepada wakil rakyat di DPR?

Ada yang menasehatkan  agar   Jokowi tidak keluar dari mulut buaya untuk masuk ke mulut harimau. Mungkin bahkan masuk kemulut buaya sekaligus mulut harimau.

Jokowi seharusnya memperhitungkan kehendak   rakyat yang jauh lebih sakti/menentukan  dibanding mulut buaya atau mulut harimau, yaitu mulut/suara  rakyat.  Namun yang sangat berbahaya justru  mulut Jokoswi sendiri yang telah berjanji untuk mensejahterakan rakyat yang memilihnya. Ada ungkapan : Mulutmu adalah harimaumu!

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s