Bayangan Super Semitri dan Bayangan Semitri.

Pertanyaan: Mohon dijelaskan apa yang dimaksud dengan Bayangan Super Semitri. Mengapa BSS dapat menjadikan quantum minimalis menjadi unsur premordial?

Jawaban:

1. Apakah itu bayangan supersemitri dan bayangan semitri?

a.Jika cucu berada didepan cermin datar maka pada cermin ada gambar/bayangan cucu.  Bayangan itu dinamakan bayangan simetri disebabkan oleh pantulan  cahaya sesuai dengan hukum fisika pantulan cahaya  hukum fisika optik.

b. Jika cucu meyalakan projector  elektronic (digital ) untuk memprojeksikan gambar cucu pada layar pantul  atau layar tembus/transparan , maka cucu dapat merubah programnya sehingga bayangan dilayar dapat “persis” dengan keadaan cucu yang sebenarnya, ( tidak terbalik, atau  berbutar). Misalnya: tahi lalat di sebelah kiri dagu  cucu akan nanpak juga ada disebelah kiri cucu, bukan menjadi disebelah kanan seperti saat cucu didepan cermin datar saat cucu bercermin. Bayangan yang demikian dinamakan bayangan super semitri.

b. Akungibnu dulu seorang tukang afdrug (cetak foto BW) yang menggunakan klise tembus cahaya  sebagai  “master” untuk menghasilkan gambar  orang yang difoto. Hasil cetaknya dapat merupakan bayangan supersimetri dari objek aslinya atau bayangan simetri objek aslinya tergantung dari permukaan klisenya yang menempel pada permukaan kertas afdrug nya.

2. Mengapa BSS dapat menjadikan quantum minimalis menjadi unsur premordial?

Terus terang hal itu adalah hasil kotak-katik akungibnu agar mereka yang tidak mempercayai Tuhan sehingga mengingkari Keberadaan dan Kebesaran Nya sadar bahwa kemampuan manusia sangat terbatas, hanya mampu “memanfaatkan” yang tersedia disekelilingnya sesuai dengan yang dibutuhkan/diinginkan, namun juga dapat memperoleh/menghadapi apa yang tidak diinginkan. Ini adalah kenyataan yang dapat disaksikan lewat  pancaindera/ peralatan fisika.  Peralatan fisika  (cermin, projektor, klise) dapat menghasilkan bayangan simetri maupun bayangan supersemitri sesuai dengan kemauan manusia, namun tanpa cermin, tanpa projektor, tanpa klise……………… dan tanpa pancaindera tak mungkin dihasilkan bayangan semitri maupun supersemitri.

Dengan akal budi akung mengkritisi teori yang sudah ada dan yang sudah dimasukkan dalam keranjang sampah lalu mengkotak-katik untuk “menginformasikan” bahwa lebih banyak yang tidak dapat dimengerti oleh manusia, namun manusia diberi kesempatan untuk setiap saat berusaha paling tidak untuk “memuaskan” keinginannya untuk dapat mengerti apa saja. 

MS menjadikan Bigbang sebagai fenomena nongolnya “Alam Semesta” secara kebetulan, sehingga Science menjadi bias akibat memasukkan teori probabilitas dalam keranjang sampah dan menggantikan  dengan teori kebetulan.

Einstein menyatakan : Tuhan tidak bermain dadu! Lalu………. ditafsirkan “apa saja” dapat terjadi secara kebetulan, sampai Alam Semesta dianggap terjadi secara kebetulan.

TM tidak menyangkal adanya fenomena kebetulan, namun bukan berarti semua terjadi secara kebetulan, sehingga teori probabilitas tidak relevan. Menurut akungibnu teori probabalitas sangat penting dalam mensiasati hidup.

Setiap karya besar membutuhkan perencanaan sebelum dilaksanakan, itulah sebabnya akung menyatakan bahwa Tuhan YME telah merencanakan karya besar Nya dengan seksama dan menyediakan hukum untuk mengaturnya.

Tuhan YME bukan sekedar pencipta yang harus menyelesaikan karyanya dari coretan pertama hingga selesai. Dia cukup meneteskan titik singular yang diberi kesadaran untuk mengurusi diri, jenis dan lingkungannya.

Ilmu pengetahuan berdasar axioma, bukan dogma. Jika kita “percaya” tanpa didasari fikiran apa lagi akal, tidak ubahnya keberadaan titik singular itu identik dengan dogma.

Mula-mula TM hanya dimaksud untuk menjelaskan Fiksi Blackhole namun kemudian berkembang menjadi Teori berbasis informasi, bukan Science maupun Agama.

BSS adalah konsep TM berdasar akal budi  untuk mengkritisi Bigbang versi Science. MS menganggap isi Alam Semesta  hanya berupa partikel/materi, sedangkan TM menginformasikan bahwa Alam Semesta terisi oleh energi dan non energi.

Menurut TM:  Bigbang merupakan kelahiran Sub Alam Fisika, bukan permulaan terjadinya Alam Semesta versi MS.

Nah suatu teori harus dikritisi, termasuk TM.

Siapa yang melahirkan Sub Alam Fisika?  Jawabannya :

a. RS Tuhan Yang Maha Kuasa yang menciptakan Alam Semesta.

b. MS Alam Semesta terjadi secara kebetulan dari titik singular yang entah dari mana asalnya. Jika MS jujur akui saja titik singular diciptakan oleh Tuhan YMK.

c. TM:  yang melahirkan Sub Alam Fisika adalah titik singular yang terisi (mengandung) unsur premordial (000). yang dilahirkan saat  Bigbang versi TM.

Apa itu unsur premordial? TM berusaha menjawabnya lewat axioma:  Unsur premordial (000) adalah penggabungan (+) antara quantum minimalis dengab BSS masing-masing. Dibuktikan lewat Matematika Minimalis (Eqq) + (E-q-q) = (000).

Terjadinya (Eqq) dijelaskan oleh TM  dengan memanfaatkan Formola Supernatural Modern (E= – x + y) sedangkan BSS dinyatakan sebagai “pengimbang” (0qq) agar tidak/belum membutuhkan ruang nyata sehingga dapat dimuat pada titik singular yang tidak berdimensi ruang nyata.

Menurut TM: Semua telah direncanakan oleh Tuhan YME, namun Dia juga menyediakan segalanya dan memberikan kesadaran kepada energi yang mengisi Alam Semesta untuk mengurusi diri, jenis dan lingkungannya sesuai dengan hukum yang telah tersedia sehingga macrocosmos dapat cosmos (teratur/tertata)  atau chaos (kacau).

Kalau semua diatur oleh Tuhan YME tak mungkin terjadi kondisi chaos (kacau) . Kondisi kacau adalah akibat Dia memberikan kesadaran pada setiap yang disediakan/ ciptaan Nya  sehingga terjadi perebutan kepentingan.  Kondisi akan kembali cosmos saat masing-masing telah menjadari kepentingan yang lebih besar, yaitu kepentingan bersama.

Bigbang versi TM tidak menyangkal Bigbang versi Science, namun mengkrisinya, bahwa sebelum Bigbang Alam Semesta telah diciptakan oleh Tuhan YME  namun dalam ujut Alam Semu (supernatural).

TM memanfaatkan axioma untuk menginformasikan Bigbang versi TM dengan “menganimasikan”   BSS  agar sanggup menjelaskan mengapa titik singular sanggup memuat quantum minimalis dalam jumlah yang sangat besar, tujuannya menyediakan energi fisika agar sanggup: a. melemparkan “materi” yang bermassa ke segenap penjuru Alam Semesta yang teramat luas , tidak “mengumpul” di satu wilayah ruang nyata.  b. menyediakan energi fisika untuk kelangsungan  “hidup” Sub Alam Fisika yang sangat memerlukan “persediaan” energi fisika yang terkonsentrasi menjadi massa sesuai dengan formula  E = m*c^2.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s