Tanda-tanda kiamat?

Pertanyaan: Menurut pak de Ibnu akan terjadi Revolusi Spiritual Ilmiah dimana manusia bebas berkeyakinan, berfikir dan berbuat.
Pak de menginformasikan tujuan utamaTeori Minimalis adalah mengagungkan Tuhan YME, sehingga tidak boleh  digunakan untuk membelenggu kebebasan berkeyakinan, berfikir dan berbuat dengan menyatakan bahwa: semua yang terjadi adalah ulah ciptaan Nya namun pasti telah mendapatkan izin dari Tuhan YME sehingga ada yang “menuduh” Axioma Som Wyn adalah doktrin setan. Bagaimana tanggapan pak de terhadap “tuduhan” itu?
Jawaban: Silakan saja menyatakan apa saja pada Axioma Som Wyn, sebab mereka tidak mempelajari Teori TM dengan  akal budi, melainkan atas dasar syak wa sangka.  Axioma Som Wyn merupakan bagian dari Teori Som Wyn mengenai difinisi Tuhan Yang Maha Esa sebagai hasil akal budi manusia, bukan dogma, namun merupakan satu paket sehingga tidak dapat dipisah-pisahkan.  Jadi silakan saja “menafsirkan” axioma Som Wyn sebagai doktrin setan, sebab setan itu bukan “tandingan” Tuhan YME melainkan yang disediakan oleh Tuhan Yang Maha Esa yang tidak diinginkan oleh mereka yang “beriman”  terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa, bukan yang merasa telah dibekali kesadaran  oleh untuk mengurus diri, jenis dan lingkungan masing-masing.

Yang aneh ada yang menggunakan Revolusi Spiritual Ilmiah merupakan tanda-tanda kiamat karena memberikan kebebasan manusia berbuat apa saja. Padahal tanpa izin Nya sesuatu tak mungkin terjadi, termasuk kiamat. Jadi menjadikan RSI sebagai tanda-tanda kiamat perlu dipertanyakan “makna dari kiamat” sebelum mengkaitkan dengan RSI  atau SSR (Scientific Spiritual Revolution).

Menurut pak de: SS memang merupakan titik kulminasi peradaban manusia sesuai dengan “urutan” peradaban manusia, yaitu NS,RS,MS dan SS. Makna dari kulminasi adalah tingkat /pencapaian “tertinggi” kemudian akan turun lagi sesuai dengan siklis  Alam Semesta yang terdiri dari macrocosmos maupun microcosmos yang patuh pada dimensi waktu.

Masalah tanda-tanda kiamat versi MS atau RS pak de tidak “menyangkal” atau “meng-ya-kan”, namun baik MS atau RS  tak ada yang sanggup meramalkan termasuk “melihat” tanda-tandanya.  Istilah kiamat  tidak terdifinisi secara ilmiah maupun  religius.

Ada yang menyatakan kiamat artinya akhir zaman berdasar dimensi waktu, bukan berdasar dimensi ruang dan dimensi massa.

Menurut TM logika adalah hubungan antara pengambilan kesimpulan/keputusan dengan argumentasi yang digunakan sehingga ada beberapa logika (versi TM):

a.  logika keyakinan yang tak mengaitkan argumentasi dengan pengambilan keputusan, tinggal percaya atau tidak  bahwa  zaman memiliki  ujung sebagai halnya Alam Semesta, sehingga meyakini adanya akhir zaman.

b.  logika fikir  memang ada garis  berujung , ada permulaan dan akhir , namun  dapat menerima axioma  adanya yang tidak ada permulaan dan akhir disebabkan kedua ujungnya terhubung.  Logika fikir harus  menghubungkan antara pengambilan keputusan dan argumentasi yang digunakan. Berdasar kenyataan ada siang dan malam silih berganti dan tak tahu kapan akan berakhir siklis itu. Jika tak ada lagi siang dan malam apakah artinya kiamat? Nah ternyata logika fikir juga tak akan sanggup menjawab.

c. logika nyata: siang hari bermanfaat  untuk melakukan aktivitas (berbuat) karena tersedia cahaya, malam untuk istirahat/tidur.  Namun ada yang memanfaatkan siang untuk tidur, malam malah bekerja. Logika nyata sangat kompleks karena berlogika berdasar kepentingannya. Logika nyata pencuri berbeda dengan logika nyata  yang memiliki barang yang dicuri.

d. Logika minimalis: hampir sama dengan logika nyata, namun tujuan berlogika bukan untuk kepentingan individu atau kelompok, melainkan untuk kepetingan bersama, jadi berdasar manfaat hidup bersama agar tidak terjadi perebutan kepentingan.

e. Paralogika atau logika bawah sadar tidak dapat dikontrol oleh kerja otak dalam kondisi sadar, sehingga dapat disebut sebagai logika semu. Apapun dapat terjadi.

Kapan berakhirnya siang dan malam yang silih berganti? Kalau sudah tak bernafas atau dalam kondisi bawah sadar  masihkah manusia dapat menyaksikan siang dan malam?

Apakah “kiamat” bagi individu atau kelompok sama dengan kiamat secara alami dan univerasal?

Mereka yang sakit keras dan tak ada harapan hidup dapat dipandang sebagai tanda-tanda kiamat bagi individu dan “keluarganya”. Kalau dunia tak berputar lagi, tak ada siang dan malam dapat dipandang sebagai kiamat bagi dunia dan penghuninya.  Jadi: ada berbagai macam kiamat sesuai dengan “logika” yang digunakan. Tanda-tanda kiamat juga tergantung dari logika yang digunakan.

RS dan MS boleh saja memandang SS sebagai tanda-tanda kiamat yang artinya berakhirnya zaman RS dan MS.

Saudara Budi Magribi mengomentari SS akan menyebabkan kaum religious dan atheis putar haluan. Saya katakan: agama tetap dibutuhkan untuk “mengendalikan” manusia agar “membatasi”  diri dalam berkeyakinan, berfikir dan berbuat. Atheisme diperlukan untuk “membatasi” belenggu dogma yang sering bertentangan dengan akal dan batin sehingga menyebabkan kemunafikan.

TM sebagai penunjang SS diperlukan agar manusia sanggup memanfaatkan akal budinya untuk mengimbangi superior imanis yang menjadikan manusia merasa paling benar maupun superior intelektualis. yang menjadikan manusia merasa paling cerdas/pintar.

Ini pak de kutipan perihal tanda-tanda kiamat agar dapat digunakan untuk mawas diri bagi  kemenakan, apakah kemenakan menggunakan: logika keyakinan, logika fikir, logika nyata, atau paralogika.

Tanda-tanda kecil[sunting | sunting sumber]

Didapati kini bahawa seluruh tanda-tanda kecil telah muncul dan terbukti seperti yang dinyatakan dalam hadis. Kebanyakan hadis-hadis ini dapat ditemukan di dalam Sahih Muslim, Sahih Bukhari dan Riwayat Tarmizi.

  • Penaklukan Baitulmuqaddis
Dari Auf b. Malik r.a., katanya, “Rasulullah s. a. w. telah bersabda:”Aku menghitung enam perkara menjelang hari kiamat.” Baginda menyebutkan salah satu di antaranya, iaitu penaklukan Baitulmuqaddis.” – Sahih Bukhari[1]
“Dan tinggallah manusia-manusia yang buruk, yang seenaknya melakukan persetubuhan seperti himar (keldai). Maka pada zaman mereka inilah kiamat akan datang.” – Sahih Muslim
  • Pemimpin yang terdiri dari orang yang jahil dan fasik[perlu rujukan]
“Apabila sesuatu amanah itu di salahgunakan (disia-siakan), maka tunggulah saat kehancuran (kiamat).” Para sahabat bertanya: “Bagaimana amanah itu disalah gunakan wahai Rasulullah?” Baginda menjawab: “Iaitu apabila tugas atau tanggungjawab sebagai pemimpin itu diberikan (diserahkan) kepada bukan ahlinya (jahil) atau bukan orang yang layak (fasik), maka tunggulah saat kehancuran.
  • Bermaharajalela alat muzik[2]
Pada akhir zaman akan terjadi tanah runtuh, rusuhan dan perubahan muka.”Ada yang bertanya kepada Rasulullah; “Wahai Rasulullah bila hal ini terjadi?” Baginda menjawab; “Apabila telah bermaharajalela bunyi-bunyian (muzik) dan penyanyi-penyanyi wanita” – Ibnu Majah
  • Menghias masjid dan membanggakannya[3]
Di antara tanda-tanda telah dekatnya kiamat ialah manusia bermegah-megahan dalam mendirikan masjid” – Riwayat Nasai.
  • Munculnya kekejian, memutuskan kerabat dan hubungan dengan tetangga tidak baik[perlu rujukan]
Tidak akan datang kiamat sehingga banyak perbuatan dan perkataan keji, memutuskan hubungan silaturahim dan sikap yang buruk dalam tetangga.” – Riwayat Ahmad dan Hakim
  • Ramai orang menuntut ilmu kerana pangkat dan kedudukan[perlu rujukan]
  • Ahli ibadat yang jahil dan ulama yang fasik
Diriwayatkan dari Anas r.a.
“Selagi akan ada di akhir zaman ahli ibadat yang jahil dan ulama yang fasiq.” – Riwayat Ibn Ady
Tidak akan datang hari kiamat sehingga Allah mengambil orang-orang yang baik dan ahli agama dimukabumi, maka tiada yang tinggal padanya kecuali orang-orang yang hina dan buruk yang tidak mengetahui yang makruf dan tidak mengingkari kemungkaran – Riwayat Ahmad
Di antara tanda-tanda semakin dekatnya kiamat ialah dunia akan dikuasai oleh Luka’ bin Luka'(orang yang bodoh dan hina). Maka orang yang paling baik ketika itu ialah orang yang beriman yang diapit oleh dua orang mulia” – Riwayat Thabrani
  • Mengucapkan salam kepada orang yang dikenalnya sahaja[perlu rujukan]
“Sesungguhnya di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah manusia tidak mahu mengucapkan salam kepada orang lain kecuali yang dikenalnya saja.” – Riwayat Ahmad
  • Banyak wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya telanjang [4]
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.
“Di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah akan muncul pakaian-pakaian wanita dan apabila mereka memakainya keadaannya seperti telanjang.”
Di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah menggelembung (membesarnya) bulan sabit.” – Riwayat Thabrani
  • Banyak dusta dan tidak tepat dalam menyampaikan berita
Pada akhir zaman akan muncul pembohong-pembohong besar yang datang kepadamu dengan membawa berita-berita yang belum pernah kamu dengar dan belum pernah didengar oleh bapa-bapa kamu sebelumnya, kerana itu jauhkanlah dirimu dari mereka agar mereka tidak menyesatkanmu dan memfitnahmu” – Sahih Muslim
  • Banyak saksi palsu dan menyimpan kesaksian yang benar
Sesungguhnya sebelum datangnya hari kiamat akan banyak kesaksian palsu dan disembunyikan kesaksian yang benar” – Riwayat Ahmad
  • Negara Arab menjadi padang rumput dan sungai
Tidak akan datang hari kiamat sehingga negeri Arab kembali menjadi padang rumput dan sungai-sungai.” – Sahih Muslim
  • Banyaknya sifat bohong dan ia menjadi perkata biasa[perlu rujukan]
  • Jarak-jarak antara pasar menjadi dekat (menunjukkan banyaknya kegiatan perdagangan)[perlu rujukan]
Banyaknya sifat bohong, pendeknya waktu, dekatnya jarak-jarak antara pasar-pasar.” – Riwayat Bukhari
  • Manusia mewarnai rambut di kepalanya dengan warna hitam supaya kelihatan muda[perlu rujukan]
Pada akhir zaman akan muncul suatu kaum yang mencelupi rambut mereka dengan warna hitam seperti ‘bulu merpati’ yang mereka itu tidak akan mencium bau syurga.” – Sahih Abu Daud & Nasai
  • Kekayaan umum dikuasai segelintir orang tanpa kebenaran dan tanpa rasa takut, termasuk rasuah dan mengambil harta secara tersembunyi.

-hadis bawah-

  • Akan terdapat banya pengkritik, pembawa-cerita, penikam-belakang dan pengejek dalam masyarakat.

hadis bawah-

  • Orang akan mendirikan hubungan dengan orang tak dikenali dan memutuskan hubungan dengan yang rapat dan disayangi.

hadis bawah-

  • Orang akan melakukan homoseksual.

hadis bawah-

  • Akan terdapat ramai anak luar nikah.

– Abdullah Ibn Mas’ood (R.A.)

  • Berkurangnya sifat amanah

-hadis bawah-

  • Terasa berat untuk menjalankan syariah (zakat dijadikan hutang)

-hadis bawah-

  • Lelaki mentaati isterinya tetapi menderhakai ibunya

-hadis bawah-

  • Lelaki berkasar dengan bapanya tetapi beramah dengan rakannya

-hadis bawah-

  • Suara manusia meninggi (menjerit dan berteriak) di masjid-masjid

-hadis bawah-

  • Pemimpin suatu kaum adalah keji dan pemimpin suatu suku adalah fasik

-hadis bawah-

  • Lelaki dihormati bukan kerana budi dan kebaikan tetapi kerana takut akan kejahatannya
Dari Ali dan Abu Hurairah r.a.: “Apabila harta rampasan perang (milik umum) dikuasai segelintir orang sahaja, barang amanah menjadi rampasan, harta zakat menjadi hutang, seorang lelaki mentaati isterinya dan menderhakai ibunya, berbuat baik kepada temannya dan berbuat kasar kepada bapanya, suara-suara tinggi di masjid-masjid, yang menjadi pemimpin suatu kaum (bangsa) adalah orang yang hina (berkelakuan/bersifat keji) di antara mereka dan orang yang menjadi ketua suatu suku (kabilah) adalah orang fasik di antara mereka, seorang lelaki dihormati kerana takut jahatnya, arak biasa diminum, sutera biasa dipakai (oleh lelaki), munculnya penyanyi perempuan dan alat-alat muzik, orang yang di kalangan umat terkemudian akan melaknat (mengutuk) umat terdahulu, maka ketika itu hendaklah mereka menunggu kedatangan angin merah atau pembalikan bumi atau keburukan bentuk-bentuk atau tanda-tanda yang beriringan seperti tali yang putus maka jatuhlah biji secara berterusan”. – Riwayat Tarmizi

[perlu rujukan]

  • Anggota polis semakin ramai yang menunjukkan semakin banyak kerosakan

-hadis bawah-

  • Mendahulukan lelaki menjadi imam bukan kerana ilmu tetapi kerana suara…

-hadis bawah-

  • Penjualan jawatan atau kepemimpinan (politik wang)

-hadis bawah-

  • Memandang rendah kepada darah
Rasulullah bersabda: “Bersegeralah untuk melakukan amal soleh apabila telah muncul enam perkara: perlantikan pemimpin yang bodoh, ramainya bilangan anggota polis, penjualan kepemimpinan, tiada penghargaan terhadap darah, pemutusan silaturrahim, orang mabuk menjadikan al-Quran sebagai alat nyanyi yang mereka mendahulukan seseorang antara mereka menjadi imam agar dapat menyanyikannya walaupun orang tersebut paling sedikit ilmunya.” – Sahih Riwayat Tabrani & Ahmad

[perlu rujukan]

  • Seorang isteri bekerja dalam satu syarikat dengan suaminya. (Malah isteri berpangkat lebih besar)
Dari riwayat Ibnu Masud: “Di pintu gerbang (dekatnya) hari kiamat: Salam hanya kepada orang yang khusus (sudah dikenalinya), tersebar dan berkembangnya perdagangan sehingga seorang isteri membantu suaminya berdagang” – Sahih Lighairihi Riwayat Ahmad

[perlu rujukan]

  • Munculnya gaya hidup mewah dan manja di kalangan umat Islam
Apabila umatku berjalan dengan sombong dan yang melayan mereka adalah putera-puteri raja, putera-puteri Parsi dan Rom, maka orang yang paling buruk akan berkuasa terhadap orang yang paling baik (pilihannya).” – Riwayat Tarmizi, Sahih Abdullah ibnu Umar r.a.

[perlu rujukan]

  • Orang fasik dimuliakan sedangkan orang mulia dan terhormat direndahkan
Sungguh hebat dia, sunggu jarang orang seperti dia dan sungguh pintar dia sedangkan di dalamnya tidak ada iman sedikitpun” – Riwayat Bukhari, Muslim, Ahmad, Tarmizi, Ibnu Majah

[perlu rujukan]

  • Banyak orang berharap untuk mati kerana banyaknya kekacauan ataupun kesengsaraan
“Tidak akan berlaku kiamat sehingga apabila seorang lelaki melalui sebuah kubur maka ia akan berkata: ‘Aduhai seandainya aku juga berada ditempatnya.'” – Riwayat Bukhari[5] dan Muslim
  • Banyaknya berlaku huru-hara yang menyebarkan kejahatan[5]
  • Banyaknya berlaku pergaduhan dan pembunuhan[5]
“Kiamat tidak akan berlaku kecuali apabila ilmu telah diangkat, banyaknya berlaku gempa bumi, timbulnya huru-hara dan banyak pergaduhan iaitu pembunuhan – Sahih Bukhari[5]
  • Banyak berlaku peperangan demi peperangan
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., “Hari qiamat tidak akan terjadi sehingga melimpah ruah harta benda dan timbul fitnah (ujian kepada keimanan) dan banyak berlaku ‘al-Harj'”. Sahabat bertanya, “Apakah al-Hajr itu hai Rasulallah”? Nabi saw. menjawab, “Peperangan demi peperangan demi peperangan”. – H.R. Ibn Majah
  • Munculnya mati mendadak atau mati secara tiba-tiba

-hadis bawah-

  • Masjid dijadikan jalan iaitu seseorang muslim melalui masjid tanpa melakukan solat
Masjid dijadikan sebagai jalan-jalan dan timbulnya mati mendadak” – Hasan At-Tayalisy.

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. Panjat bin Abdul Lateef Az-Zubaidi, Al-Imam Zain-ud-Din Ahmad; Dr. Muhammad Muhsin Khan (1996). “104”. The translation of the Meanings of Summarized Sahih Al-Bukhari (dalam bahasa Bahasa Arab dan Bahasa Inggeris). Riyadh, Arab Saudi: Darussalam. p. 638. Narrated ‘Auf bin Malik R.A.”I went to the Prophet S.A.W. during the Ghazwa of Tabuk while he was sitting in a leather tent. He said, “Count six signs that indicate the apporach of the Hour: my death, the conquest of Jerusalem, a plague that will afflict you (and kill you in great numbers) as the plague that afflicts sheep, the increase of wealth to such an extent that even if one is given one hundred Dinars, he will not be satisfied; then an affliction which no Arab house will escape, and then a truce between you and Bani Al-Asfar (i.e. the Byzantines) who will betray you and attack you under eighty flags: Under each flag will be twelve thousand soldiers.
  2. Panjat Di mana kita hari ini?
  3. Panjat Ringkasan Shahih Bukhari 1, By M. Nashiruddin al-Albani
  4. Panjat Hari Kiamat.
  5. Panjat ke:5.0 5.1 5.2 5.3 5.4 bin Abdul Lateef Az-Zubaidi, Al-Imam Zain-ud-Din Ahmad; Dr. Muhammad Muhsin Khan (1996). “10”. The translation of the Meanings of Summarized Sahih Al-Bukhari (dalam bahasa Bahasa Arab dan Bahasa Inggeris). Riyadh, Arab Saudi: Darussalam. p. 1022. Narrated (Abu Huraira)” Allah’s Messenger SAW said, “the Hour will not be establish till:(1) two big groups fight each other..(2) about thirty dajjal appear (liars).. (3) the religious knowledge is taken away… (4) earthquakes will increase in number (5) time will pass quickly (6) al-Fitan (trials and afflictions etc.) will appear, (7) al-Harj, (i.e., killing) will increase, (8) wealth will be abundance… (9) the people compete with one another in constructing high buildings, (10) a man passing by a grave of someone will say, “Would that I were in his place” (11) … the sun rises from the west…

Pautan luar[sunting | sunting sumber]

 

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Tanda-tanda kiamat?

  1. Akung Ibnu berkata:

    Moralitas adalah “tatanan”/norma untuk mengatur manusia, secara individu, kelompok yang sangat erat hubungannya dengan logika.
    1. Moralitas Agung (MoA) sangat efektif untuk mengatur individu maupun kelompok manusia yang memanfaatkan logika keyakinan. Moralitas Agung dibangun diatas dasar dogma janji Tuhan YMK: Akan memberikan kebahagiaan abadi bagi yang mematuhi Nya dan memberikan sangsi kepada yang ingkar. MoA mendapat tantangan dari mereka yang menggunakan logika fikir dan logika nyata.
    2. Moralitas Tertip Hukum (MoTH) sangat efektif untuk mengatur individu dan kelompok yang memanfaatkan logika fikiran yang tidak takut lagi pada akibat dosa atau tidak mempercayai janji Tuhan YMK. MoTH mendapat tantangan dari mereka yang memanfaatkan logika nyata yang berlogika atas dasar kepentingan individu dan kelompok dan ingin bebas berkeyakinan, berfikir dan berbuat.
    3. Moralitas Minimalis (MoM) hanya bermanfaat bagi yang memanfaatkan logika minimalis, yang hanya mungkin diterapkan bagi mereka yang menggunakan akal budinya, melakukan sesuatu berdasar “kebiasaan” berkeyakinan,berfikiran dan berbuat tidak merugikan/mencederai diri, jenis dan lingkungannya. Berbuat baik bukan karena takut mendapatkan sangsi/hukuman atau pahala/hadiah melainkan demi kepentingan bersama agar dapat hidup damai tidak saling memperebutkan kepentingan pribadi atau kelompok.
    4.Moralitas Realis (MoR) dan Moralitas Utopis (MoU) : MoR sesuai untuk mereka yang memiliki kemampuan paralogika positif sedangkan MoU sesuai dengan yang memiliki kemampuan paralogika negatif. Mereka yang sanggup memanfaatkan kemampuan paralogika positif, dapat membedakan antara kenyataan dengan angan-angan/mimpi yang negatif, tidak dapat membedakan mimpi dengan kenyataan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s