Ahli Fikir dan Tukang Kotak-Katik.

Pertanyaan: Saya beranggapan Som Wyn adalah Ahli Fikir abad ke 21, tetapi pak de Ibnu merasa bukan ahli fikir melainkan Tukan Kotak Katik. Apakah Som Wyn itu berbeda dengan Ibnu Somowyiyono? Apa bedanya Som Wyn, Ibnusomowiyono,  Akungibnu dan mbah Somo? Apa bedanya berfikir dan ber kotak-katik?

Jawaban: Mungkin Som Wyn, Ibnusomowiyono , Akungibnu, mbah Somo dan sederetan nama aliasnya:  tubuhnya/ organismenya sama, tetapi mungkin  yang mengendalikan berbagai  spirit yang berbeda. Bukankah sebuah komputer dapat dimanfaatkan lebih dari satu user?  Sebuah mobil dapat dikendalikan oleh beberapa driver secara bergantian,  kerjasama atau saling berebutan? Dalam psychologi dikenal adanya kepribadian ganda, kepribadian pecah, alter ego dll sebagai penjelasan perilaku seseorang yang menyimpang dari normal.

Pak de membedakan antara fikiran dengan akal, dogma dengan batin, panca indera dengan peralatan fisika, kemampuan paralogika positif dan negatif lalu dikembangkan oleh Som Wyn menjadi Psychominimalis dengan notasi-notasi minimalis. Pak de sendiri heran membaca tulisan2 pakde, lebih-lebih yang berlabel Som Wyn.  Formula Som Wyn z#-x + y yang menyatakan fenomena invalid, diantaranya  soul jelas diluar jangkauan kemampuan pak de, demikian juga kupasan mengenai microcosmos juga diluar jangkauan ilmu yang pak de kuasai.

Formula Supernatural Modern pak de “ketemukan” di layar monitor saat pak de sedang dibuat posing oleh Teori Minimlais yang bertujuan menjelaskan Fiksi Blackhole. Pak de mengkotak katik katik E = – x + y yang ternyata  dapat  dimantaatkan untuk menjelaskan Teori Minimalis, sementara itu Som Wyn muncul dengan Formula Supernatural Som Wyn : x = F1(t) dan y=F2(t) hingga berkembang menjadi Formula Gelombang Som Wyn yang sangat menjadikan pak de terperangah.

Membaca  perkembangan Teori  Minimalis hingga menghasilkan turunannya pak de malah terheran-heran, sebab jelas diluar kemampuan pak de yang pengetahuannya serba minimalis, untung saja ada yang “berani bertanggung jawab”, yaitu Som Wyn, bukan Ibnusomowiyono.

Yang membuat bermacam-macam formula jelas bukan spirit Ibnusomowiyono, yang ilmunya sangat terbatase, melaikan  spirit Som Wyn yang menurut kemenakan seorang Ahli Fikir.

Kemenakan boleh aja menganggap Som Wyn sebagai Ahli Fikir (abad ke 21) , sebaliknya pak de sebagai Ibnusomowiyono  boleh saja merasa bukan Ahli Fikir, melainkan Tukang Kotak Katik.

Ahli fikir harus  menghasilkan sesuatu yang ilmiah dan universal, dapat dibuktikan  dan dipertanggung jawabkan kebenaran dan manfaatnya,  sementara Tukang Kotak Katik menghasilkan sesuatu yang individual dan  asal-asalan.  Kata saudara Budi Magribi  : ” mas Ibnu  omong kosong atau omong doang karena tidak sanggup membuktikan kebenaran teorinya secara ilmiah.”

Namun  ternyata ada orang yang  “mempercayai” dan menyatakan “mathuk” , diantaranya ananda Sudarjanto. Beberapa tahun yang lalu ananda Sudarjanto menyatakan bahwa orang Jawa memiliki kemampuan kotak-katik mathuk. Jadi pakde Ibnu sebagai keturunan orang Jawa (namun sepenuhnya merasa orang Indonesia)  memang pantas dinamakan Tukang Kotak Katik dan kebetulan  ada yang mathuk , diantaranya ananda Sudarjanto dan kemenakan.

Boleh percaya atau tidak (believe it or not) pak de sering “berdialog” dengan Som Wyn, bahkan “pernah bertemu”  Darwin, mbah Eter, peri Damri dan Plato,   dalam kondisi bawah sadar (mimpi atau angan-angan), yang  dapat dibaca pada tulisan pak de sebelumnya.  Sayangnya  pak de belum dapat “bertemu” Einstein.  Jika dapat bertemu dengan Einstein pak de akan bertanya: benarkah waktu dapat dihentikan dan diputar balikkan?

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Ahli Fikir dan Tukang Kotak-Katik.

  1. Akung Ibnu berkata:

    Pak de pernah kotak-katik: Setiap objek yang pak de amati terdiri dari a. Sistem body atau kerangka. b. Sistem energy atau penyedia energi untuk sebuah sistem. c. sistem pengendali atau pengembang, kemudian dikembangkan oleh Som Wyn menjadi mocrocosmos.
    Saat pak de membaca ulang tulisan pak de di Multiply, sering kali “tidak sepakat dengan tulisan itu” dan ingin mengeditnya, namun di protes oleh Som Wyn dengan dalih: biarkan saja apa yang telah terjadi sebab itu pasti telah diizinkan oleh Tuhan YME!
    “Akan lebih baik menulis yang baru sebagai pembanding tulisan lama, biarkan pembaca “memilih” mana yang dianggap benar dan mana yang dipandang salah.”
    Katanya: Teori Minimalis bukan dogma melainkan hasil akal budi manusia.
    Pak de: Tetapi…….. TM berlindung di bawah payung “sekedar informasi, bukankah jika memberikan informasi yang salah berarti menyesatkan?
    Som Wyn: Biarlah si penerima informasi menggunakan akal budinya untuk memilih informasi yang “dianggap benar”, bukankah you bilang: penerima informasi berhak dan berkewajiban memilih informasi yang dibutuhkan, bukan yang salah atau yang benar atau dari mana sumbernya?”
    Dari dialog antara pak de dengan Som Wyn berdasar kotak-katik pakde Som Wyn itu “mirip” dengan Som Xiang dalam Fiksi Blackhole.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s