ATHEIS dan LOGIKA

ATHEIS dan LOGIKA.

Menurut Teori Minimalis logika adalah hubungan antara agumentasi dengan mengambilan kesimpulan.

Ada beberapa logika:

1. Logika keyakinan, tidak menggunakan argumentasi dalam mengambil kesimpulan, tinggal percaya atau tidak.

2. Logika fikir, dalam mengambil kesimpulan harus didasari argumentasi. Logika fikir kaum atheis didasari oleh penggunaan akal ( pemanfaatan energi metafisika) dan penggunaan pancaindera dan peralatan fisika hasil akal manusia. Semua yang tak dapat terakses oleh pancaindera dan peralatan fisika, apalagi tidak dapat diterima oleh akal dinisbilan.

3.Logika nyata, logika yang didasari motifasi/ kepentingan dalam penggunaan logika untuk kepentingan individu atau kelompok, hanya berdasarkan akal sehingga cenderung menjadi akal-akalan. Logika nyata  seorang pencuri berlawanan dengan logika nyata orang yang barangnya dicuri.

4. Logika minimalis, serupa dengan logika nyata namun didasari oleh akal budi (keseimbangan antara akal dengan batin), lebih mengutamakan kepentingan bersama dari kepentingan individu atau kelompok.

5. Paralogika atau logika semu, tidak dapat dikendalikan oleh otak dalam kondisi sadar. Sebagai contoh mimpi tidak mungkin dikendalikan oleh otak, namun dapat memengaruhi kinerja otak.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s