Apakah orang yang beragama tidak menggunakan akal budi?

Pertanyaan: Sdr Ibnu yang sok pintar, saya ingin bertanya apakah orang yang beragama tidak menggunakan akal budinya?

Jawaban: Saya tidak pernah menyatakan orang yang beragama tidak menggunakan akal budinya, melainkan mengharapkan agar orang yang beragama tidak hanya mengandalkan imannya melainkan mengimbangi dengan penggunaan akal budi.

Harap dibedakan antara akal budi dengan iman. Akal budi bermanfaat untuk “menilai” budi pekerti orang lain, sehingga sanggup menilai budi pekerti seseorang bukan berdasarkan kesamaan iman/agamnya, melaikan berdasar budi pekerti dan perilakunya seseorang. 

Mereka yang beragama seharusnya yakin bahwa yang sanggup menilai iman seseorang hanya Tuhan, bukan manusia. Manusia yang beragama tetapi munafik cenderung  dipertanyakan iman nya jika dinilai oleh sesama manusia termasuk yang sama imannya. Benarkah yang mengaku beragama imannya sesuai dengan agamanya?  Mereka yang munafik terpecah antara dogma yang ada dalam buku suci agamanya dan batinnya yang tak mungkin diketahui oleh sesama manusia.  Ada ungkapan: Sedalam-dalamnya laut dapat diukur, hati/batin manusia siapa tahu. Yang dapat mengetahui kemunafikan seseorang hanya Tuhan.

Kesimpulan: mereka yang beragama mungkin sekali memanfaatkan akal budinya, sepanjang dia menilai seseorang bukan atas  dasar persamaan  agama/imannya (padahal mungkin munafik), melainkan berdasar budi pekertinya atau perilakunya.

Akal budi bukannya bertentangan dengan iman, melainkan mengimbangi iman agar seseorang tidak terjerumus dalam superi0r imanis yang menganggap orang yang berbeda imannya salah atau sesat. Sekali lagi yang sanggup mengetahui keimanan seseorang hanya Tuhan.

Panjenengan syakwa sangka pada hasil kotak-katik saya, sehingga mengatakan  ” Sdr Ibnu yang sok pintar.” Orang pintar hanya memanfaatkan akalnya tanpa diimbangi batin, padahal saya “berusaha” mengimbangi akal dengan batin. Silakan baca tulisan saya tanpa dengan syakwa sangka.

 

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s