Mana yang benar: waktu menurut Einstein atau Som Wyn?

Pertanyaan: Menurut Einstein waktu dapat diperlambat, dipercepat, dihentikan bahkan diputar balikkan sedangkan menurut Som Wyn waktu berjalan maju secara linier.

Bagamana menurut pak de Ibnu?

Jawaban: pak de ingin bertemu dengan Einstein, walau hanya dalam mimpi untuk menayakan perihal waktu, sayangnya hingga sekarang keinginkan itu belum dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Namun tidak menghalangi pak de untuk ber-kotak- katik,  suatu usaha untuk mengembangkan Teori Minimalis.

Einstein kini telah “tiada”, namun teorinya masih tetap hidup.  Berbeda dengan Hawking masih  diberi kesempatan untuk mengoreksi teorinya (Teori Blackhole)  yang menyatakan adanya Alam Semesta paralel yang dapat dicapai lewat Blackhole. Pada koreksinya Hawking menyatakan tidak ada Alam Semesta Paralel, semua yang dihisap oleh Blackhole akan dikembalikan ke Alam Semesta yang sama dalam ujut radiasi Hawking.

Seandainya Einstein mengoreksi teori Relativitasnya yang bertentangan dengan Quantum Mechanic, pastilah para ilmuwan tidak tertantang untuk membuat Teory of Everything (ToE). Untung Einstein tidak/belum mengoreksi Teorinya, sehingga masih meninggalkan “misteri tentang waktu”.

Som Wyn memanfaatkan Teori Minimalis yang bernaung dibawah sekedar informasi sehingga menyatakan waktu adalah urutan penyajian data penyusun sebuah  informasi.

Sebagai contoh: sebuah kata yang tersusun dari sejumlah  huruf, misalnya “tuhan”, jika urutannya diubah maka akan menjadi kata lain,  yang memiliki arti lain atau bahkan tidak  dapat dimengerti maknanya.   Kata tuhan berbeda dengan hantu, tahun, nahut..………..

Waktu dipandang sebagai urutan penyajinan sebuah “data” dalam menusun sebuah informasi,  sehingga harus berjalan maju secara linier. Jika tidak linier, maka sebuah informasi juga  dapat menjadi berbeda, sebagai contoh: bu carikan teman teman berbeda dengan bu carik antem-anteman.

Nah sudah terbukti Som Wyn tidak salah menyatakan waktu berjalan maju secara linier karena Som Wyn mendukung Teori Minimalis yang bernaung dibawah payung informasi, bukan fisika, science atau filsafat materialisme.

Menurut Som Wyn yang dapat diperlambat, dipercepat, dihentikan adalah sebuah proses atau sebuah rekaman. Sebuah rekamanpun harus memiliki  kerangka yang dinamakan frame. Tanpa frame, rekaman akan tidak dapat diputar ulang hingga dapat dimengerti maknanya.  Pada saat memutar sebuah rekaman masih mungkin diubah kecepatan putarnya (diperlambat, dpercepat, dihentikan bahkan diputar balik) sepanjang malar dan memiliki nilai batas.

Malar atau kontinyu : artinya tersambung secara “mulus” (tidak “patah” ,  tidak terputus, atau meloncat),  memiliki nilai batas artinya tidak tersambung terus menerus melainkan terbagi menjadi “fragment” atau bagian-bagian. Kalimat harus tersusun dari kata menurut urutan tertentu dan  tersusun sesuai dengan tata bahasa. Penulisan aksara Jawa yang  tak memisahkan kalimat menjadi kata, jika dibaca dapat memiliki arti berbeda, sebagai contoh adalah kalimat:  bucarikantemanteman.

Penulisan kalimat yang tersusun dari kata jika diputar balik masih dapat dimengerti paling tidak berdasar kata yang menyusunnya, jika tak ada tanda pemisah antar kata (spasi)  sebagai penulisan aksara Jawa, maka jika diputar dengan urutan terbalik maka tidak akan memberikan makna/ pengertian.

Sebagai conton kalimat: Orang tua saya bernama raden bekel Noto Pringgo, jika dibalik urutan kata (bukan urutan huruf nya) akan mengasilkan kalimat:  Pringgo Noto bekel raden bernama saya tua orang. Kata merupakan frame, masih dapat memberikan informasi kata demi kata sebagai kerangka/frame walau berbeda maknanya. Dengan ber-kotak-katik dapat disusun kembali menjadi kalimat semula. Demikian halnya jika dibaca dari belakang, misalnya berdasar penulisan  huruf Arab akan diperoleh informasi yang sama.

Rekaman gambar dalam movie/vidio   juga memiliki frame yang berupa still photograf (gambar diam).  Gambar di Televisi atau vidio dapat dihentikan berdasar frame-nya sebagai stillphotografi. Jika tidak menggunakan frame, maka  tidak mungkin dihentikan apalagi diputar kebalikan urutannya.  Demikian juga sebuah proses harus memiliki kontunyuitas dan nilai batas agar dapat diperlambat, dipercepat, dihentikan bahkan ada yang dapat  dibalikkan (proses reversable).

Dalam matematika sebuah fungsi hanya dapat “diuraikan menjadi fungsi dasar” jika malar (continue) dan memiliki nilai batas (boundary value)

Eintein bukan pakar informatika atau pakar bahasa  melaikan pakar fisika dan matematika, sedangkan Som Wyn sejak kecil menggeluti bahasa  sebagai sarana/dasar suatu informasi.

Ini sekedar latar belakang pak de Ibnu yang saat kecil bernama Somawiyana alias Som Wyn.

Saat di SD  membantu gurunya (Bapak Harnowo)   menyusun buku pelajaran bahasa Indonesia yang berjudul Bahasa Kita. Di SMP menjadi pemimpin redaki Remaja Nasional di harian  Nasional, di SMA menjadi penanggung jawab majalah Pancaran Padmanaba, di ITB mewakili majalah Intelegensia pada seminar pers. mahasiswa.

Sejak kecil hobi pak de Ibnu alias Som Wyn  mengarang atau “mengedit karangan penulis lain”  yang menggunakan  sarana bahasa Indonesia sebagai sarana berkomunikasi dan penyebar informasi. Pak de Ibnu  juga menggeluti fotografi dan movie sehingga memahami kaidah atau hukum-hukum yang berlaku dalam dunia movie dan fotografi yang juga merupakan pengabadian dan penyebaran informasi berdasar grafis. Dalam usia senjanya bak de berniat membuat “kamus” Rasa Bahasa sebagai upaya untuk mengasah kepekaan memanfaatkan kata dalam berbahasa sebagai penunjang tata bahasa.

Pandangan pak de Ibnu terhadap ilmuwan besar Einstein dan Hawking:

Einstein telah tiada hingga mewariskan Teori Relativitas  dan tidak mungkin mengoreksi teorinya.

Hawking  masih hidup sehingga setiap saat masih dapat mengoreksi teorinya. Menurut pak de Hawking terlalu gegabah menyatakan tidak ada Alam Semesta Paralel.

Tuhan YME sanggup menciptakan Alam Semesta dengan memisahkan bagian dari Alam Abadi  yang akan dijadikan Alam Semesta dan memberikan dimensi waktu sehingga Alam Semesta menjadi tidak abadi karena dikuasai oleh dimensi waktu.

Kesimpulan:  yang membedakan Alam Abadi dengan Alam Semesta adalah waktu.

Secara akal budi, bukan dogma,  jika Tuhan YME “sanggup” menciptakan Alam Semesta yang berdimensi waktu baik waktu menurut Einstein maupun menurut Som Wyn, tidak mustahil Tuhan YME juga menciptakan Alam Semesta yang lain yang juga tidak abadi karena dikuasai dimensi waktu, agar tidak lagi abadi.

Yang menjadi pertanyaan: Apakah Alam Semesta yang lain itu dapat dipandang sebagai Alam Semesta Paralel? Jika jawabnya “ya” maka Hawking harus mengoreksi lagi teorinya,  tentang adanya Alam Semesta Paralel, namun tidak menggunakan Blackhole sebagai “pintu” untuk berpindah ke Alam Semesta Paralel tersebut  melainkan melalui  “terowongan/lorong waktu”

Yang marus dipertanyakan apakah waktu dan isi Alam Semesta Paralel itu sama dengan waktu dan isi Alam Semesta tempat kita berada?

Menurut kotak-katik pak de:  dimensi waktu “di sana” berbeda dengan dimensi waktu “di sini”, demikian juga isinya bukan energi melainkan non energi  (diantaranya soul) yang tidak mungkin difahami oleh kemampuan manusia kecuali dengan dogma.

Jika demikian kita tak perlu mempermasalahkan “rahasia” waktu,  atau mempertanyakan mana yang benar:  waktu menurut Einstein atau waktu menurut Som Wyn.  Mngapa? Waktu di sana tidak sama dengan waktu disini: waktu disana dapat di perlambat, dipercepat, dihentikan atau diputar balikkan .

Einstein menyatakan Tuhan tidak bermain dadu sehingga bagi Tuhan tidak berlaku teori probabilitas, apa saja dapat terjadi walau kemungkinannya sangat kecil/minim, sebagai  mana dalam mimpi segalanya dapat terjadi. Itulah sebabnya akung  Ibnu ingin bertemu Einstein walau dalam mimpi sebab dalam mimpi apapun dapat terjadi.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s