MENCARI TUHAN.

Pertanyaan: Aku seorang agnotisme yang meragukan adanya Tuhan. Mohon pencerahan agar aku tidak terjerumus dalam atheisme. Terima kasih.

Jawaban: Akung bangga atas pengakuan cucu yang jujur dan mengetahui istilah agnoisme, yaitu pribadi yang  meragukan keberadaan Tuhan, sehingga   cucu berusaha “menemukan” Tuhan agar tidak terjerumus dalam atheisme.  Jika dapat menemukan  cucu akan menjadi religious, yang merupakan keseimbangan dinamis fikiran dengan dogma “(><)” yang alami dan universal, bukan harus  memilih salah satu agama yang disediakan oleh pemerintah Indonesia.

Agama berbeda dengan religi (Spiritual Religi) . Orang yang tidak beragama masih mungkin termasuk kaum religius sepanjang menggunakan keseimbangan dinamis antara fikiran dengan dogma.

Masing-masing agama memiliki buku suci yang membimbing umatnya agar beriman terhadap Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta dan isinya. Anehnya  ada ungkapan: Agamaku agamaku, agamamu agamamu,  tuhanku Tuhanku, tuhanmu Tuhanmu. Dari ungkapan itu terkesan ada manyak tuhan, padahal seorang yang religius, apalagi yang beragama langit, meyakini atas dasar dogma yang alami dan universal hanya ada satu Tuhan sehingga berasaskan monotheisme. 

Spiritual Religi  atau Religious Spirituality (RS)   meyakini adanya Tuhan berdasar dogma sebagai pengimbang fikiran. Tuhan diyakini sebagai Sang Pencipta Alam Semesta dan isinya menjanjikan pahala bagi yang mentaati perintah Nya dan menjauhi larangan Nya dan memberikan sangsi  dosa bagi yang ingkar. Tuhan menjanjikan kehidupan yang lebih baik dari kehidupan duniawi, yaitu kebahagian abadi bagi yang patuh pada Nya dan menjauhi larangan Nya.

Nah jika cucu ingin menemukan Tuhan sesuai dengan dogma sebagai pengimbang fikiran, jalannya adalah melalui RS. Banyak jalan yang disediakan oleh RS, diantaranya agama.

Jika cucu ingin menemukan tuhan yang sanggup memberikan apa yang diinginkan oleh yang mempertuhan dan menghindarkan/menjauhkan dari yang tidak diinginkan oleh yang mempertuhan, maka jalannya adalah filosofi materialime sesuai dengan  Ilmu pengetahuan materialis atau Materialistic Science (MS)  yang berkembang menjadi atheisme.

Ateisme juga ber-tuhan, tetapi tidak ber Tuhan,  tuhannya kaum atheis adalah materi yang dapat terakses oleh pancaindera dan peralatan fisika sebagai hasil akal manusia. Contohnya: uang, kedudukan, kenikmatan hidup duniawi, suara rakyat yang memiliki hak memilih wakilnya di DPR atau pemimpinnya (Presiden) dalam sistem demokrasi……………Jadi tuhannya seorang atheis adalah berhala. Jika cucu tidak ingin terjerumus dalam atheisme cucu jangan menyembah berhala. Caranya? Jangan mau diperbudak materi melainkan justru  sanggup memperbudak materi.

Saat ini sedang berkembang Spiritual Ilmiah atau Scientific Spirituality (SS) yang mempertuhan “Tuhan Yang Maha Esa”, bukan Tuhan Yang Maha Kuasa yang mengatur segalanya. Tuhan YME adalah hasil akal budi (keseimbangan dinamis antara akal dan batin ‘(><)’ bukan dogma.

Tuhan YME bukan   mengatur segalanya dan menjanjikan pahala (hadiah) bagi yang mematuhi perintah Nya dan memberikan sangsi dosa bagi yang ingkar (tidak mematuhi perintah Nya).

Menurut Teori Som Wyan:

1.Tuhan YME  menyediakan segalanya, yang diingikan   atau yang tidak diinginkan oleh ciptaa Nya.

2.Dia memberikan kesadaran (consciousness) pada ciptaan Nya yang berupa macrocosmos untuk mengurusi diri,jenis dan lingkungannya.

3.Dia  memberi kesempatan untuk memlih: menjadi pemimpin yang sanggup mengatur pengikutnya atau menjadi pengikut yang patuh pada pimpinannya. Namun karena Dia  membekalkan kesadaran pada setiap ciptaan Nya, maka ada pilihan lain, yaitu mandiri, tidak menjadi pengikut maupun pemimpin.

4 . Segala yang terjadi adalah ulah ciptaaNya, namun pasti telah mendapatkan izin Nya, tanpa mendapatkan izin Nya tak mungkin dapat terjadi. Jadi Tuhan YME bukan Sang Maha Pengatur, melainkan Sang Maha Penentu.

5. Izin itu hanya akan diberikan kepada ciptaan Nya yang sanggup berusaha,berikhtiar dan berbuat untuk mewujutkan keinginannya dan berani menanggung risikonya. Jika Tuhan YME telah mengizinkan, namun yang mendapatkan izin tidak berani menanggung risikonya , maka izin itu boleh tidak digunakan. Mengapa? Tuhan YME tidak pernah memaksakan kehendak Nya.

Ketuhanan Yang Maha Esa adalah hasil akal budi the Founding Father, pendiri NKRI untuk menyatukan seluruh bangsa Indonesia yang majemuk, berbeda-beda : agama,  keyakinan , budaya, peradabannya, akal budinya…………… dan merupakan keaneka ragaman (multiplisitas)  ciptaan Nya.

Ketuhanan YME  merupakan sila pertama Pancasila sehingga menurut Fiksi Blackhole yang berlatar belakang abad ke 30, karya Ibnu Somowiyono Notoatmojo, Pancasila akan diadopsi (dipungut) sebagai pemersatu seluruh umat manusia di bumi, karena telah sanggup mempersatukan bangsa Indonesia yang majemuk.

Dengan mengamalkan Pancasila  secara utuh berarti  cucu telah menemukan Tuhan Yang Maha Esa, bukan tuhan atau Tuhan (Tuhan Yang Maha Kuasa dan mengatur segalanya.)

Apa bedanya Tuhan (Tuhan Yang Maha Kuasa ) dengan Tuhan Yang Maha Esa:

A. Tuhan atau Tuhan Yang Maha Kuasa: 

1.  Tuhan adalah dogma sebagai pengimbang  fikiran agar manusia yang tidak takut lagi pada Alam dan lingkungannya  tidak merusak ciptaan Nya.

2. Keseimbangan dinamis fikiran dan dogma “(><)”  merupakan dasar RS untuk mengatur manusia lewat  Moralitas Agung (MoA), diantaranya agama.

3. Tuhan menjanjikan kehidupan yang lebih baik dari kehidupan duniawi bagi yang patuh pada perintah Nya dan menjauhi larangan Nya. Tuhan akan memberikan sangsi kepada yang ingkar (tidak mematuhi perintah Nya).

4. Tuhan mengatur segalanya sehingga identik dengan Tuhan Yang Maha Kuasa, tidak ada yang melebihi kekuasaan Nya.

5. Tuhan tidak terakses oleh kemampuan pancaindera dan peralatan fisika hasil akal  manusia. betapapun canggihnya.

6. Tuhan tidak mungkin ditemukan lewat filsafat materialis (MS) sebagai halnya filosofi  angka nol (nihil) tidak mungkin diperoleh lewat ilmu fisika dengan pembagian benda menjadi molekul,atom,inti atom,elektron, quark, leptom hingga berakhir menjadi quantum yang tidak mungkin dinihilkan. Tuhan juga bagaikan nol yang tidak mungkin diperoleh lewat matematika yang membagi bilangan menjadi pecahan yang hanya menghasilkan nilai yang mendekati nol.

Jadi Tuhan dapat diasumsikan sebagai nihil yang tak mungkin ditemukan lewat filsafat materialis (MS).Tuhan hanya dapat diketemukan lewat dogma sebagai pengimbang fikiran.

B. Tuhan Yang Maha Esa sudah akung jelaskan sebelumnya:

Namun yang perlu ditambahkan: Tuhan Yang Maha Esa bukan nihil, melainkan satu, sebab jika tidak satu namanya bukan Tuhan Yang Maha Esa, melainkan Tuhan Yang Maha Banyak.

Makna kata Esa atau satu bukan berarti Tuhan YME dapat dihitung, melainkan untuk  menyatukan ciptaan Nya yang banyak dan beraneka ragam agar tidak bercerai berai.  

Berdasar akal budi  satu tak mungkin direduksi menjadi nol/nihil sesuai dengan MS, sebab satu bukan bagian dari nol, melainkan reduksi dari yang banyak dan beraneka ragam.  Jadi Tuhan YME jelas berbeda dengan Tuhan atau Tuhan Yang Maha Kuasa yang tidak dapat diterima oleh filosofi materalistik. Tuhan YME dapat diterima oleh MS, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menjadikan mereka yang atheis menyadari  adanya yang melebihi kemampuan manusia namun tidak membelenggu keyakinan, fikiran dan perbuatan manusia. Tidak ada argumen bagi siapapun (termasuk kaum  agnotis,  atheis, materialis,  religius , moralis,  komunis, kapitalis, intelektualis, ……………….. dll menjadikannya  Tuhan YME yang merupakan sila pertama Pancasila sebagai pemersatu manusia bahkan seluruh ciptaan Nya. ciptaan Nya, bukan untuk menjadikan manusia terpecah belah yang berakibat bencana badi kemanusiaan yang adil dan beradab.

Bhinneka Tuanggal Ika  (Unity of diversity) tak terpisahkan dengan  Pancasila yang dapat diperluas agar sanggup mempersatukan masyarakat global.

Mengapa? Pancasila adalah ideologi terbuka yang universal dan paripurna:

Sekedar tambahan:

Menurut Teori Minimalis Alam Semesta terisi oleh berbagai energi (bukan hanya terisi oleh materi) yang menyusun macrocosmos.  Energi tidak mungkin keluar dari Alam Semesta.

Menurut Teori Minimalis Plus Alam Semesta juga terisi oleh Non Energi, diantaranya soul.

Non energi,  diantaranya soul,  juga ciptaan Tuhan YME , namun  sanggup meninggalkan Alam Semesta menuju ke Alam Abadi, Soul  tidak terjangkau oleh kemampuan manusia kecuali lewat dogma.

Menurut Teori Som Wyn  jika soul berinteraksi dengan body yang tersusun dari energi,  membentuk microcosmos, maka menjadi dapat dimengerti oleh manusia lewat akal budi. Sebab energi dapat dimengerti oleh manusia.  Fenomena ini identik dengan Blackhole yang tak terdeteksi oleh peralatan fisika canggih, namun karena dikelilingi oleh bintang/matahari  yang terakses oleh peralatan fisika maka dapat diyakini keberadaannya dengan menggunakan akal.

Microcosmos atau keteraturan kecil dapat digunakan untuk menjelaskan bahwa makhluk hidup berbeda dengan sekedar body yang tersusun dari energi yang merupakan bagian macrocosmos. Fungsi soul adalah untuk mengendalikan microcosmos sebagai halnya Blackhole berfungsi mengendalikan sebuah galaksi. 

Manusia adalah bagian dari microcosmos dalam tingkatan living organisme (makhluk hidup yang bertubuh organisme), artinya manusia  sebagai individdu dikendalikan oleh soul sebagai mekanisme pengaturan yang dilakukan oleh Tuhan terhadap makhluk hidup. Soul  mengendalikan individu makhluk hidup (Living body).

Filosofi manunggaling kawulo gusti dapat dijelaskan oleh Teori Som Wyn. Organisme dapat dipandang sebagai kawulo (Slave) sedangkan soul merupakan gusti (Master).

Jika kawulo tidak manunggal dengan gusti, jika soul tidak bergabung (+) atau menyatu (*)  dengan body  maka akan berakhirlah kehidupan. living body. Organisme yang ditinggalkan oleh soul akan terdaur ulang menjadi bagian dari macrocosmos yang sanggup mengurus diri jenis dan lingkungannya karena telah dibekali kesadaran oleh Tuhan YME.

Nah yang menjadi pertanya: Kemanakah gerangan soul setelah tidak lagi mengendalikan organisme?

Menurut Teori Paralogika ada dua jenis living organisme:

a.Whiteblank Body (WB) adalah living organisme yang dikendalikan oleh soul.

b. Reincarnated Body (RB) adalah living organisme yang dikendalikan oleh spirit.

Spirit dalam kondisi bebas dinamakan living astral body yang bertubuh astral. Living astral body tidak mungkin meninggalkan Alam semesta sebab bertubuh  astral yang dibangun oleh energi transien. Jadi living astral body juga dapat dijelaskan dengan filosofi manunggaling kawula gusti, astral  body sebagai kawula dan soul sebagai gusti.

Jika astral body tidak  manunggal dengan dengan soul maka astral body akan terdaur ulang menjadi bagian macrocosmos. Nah, kemana gerangan soul jika tidak bertubuh astral lagi?

Dengan mempelajari Teori Minimalis dan turunannya cucu akan menemukan Tuhan YME versi Teori Minimalis dan berbagai ciptaan Nya.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s