Bedanya Magnetpermanen dan Elektromagnet:

Pertanyaan: Menurut Akunginbu:  Magnetpermanen berbeda dengan Elektromagnet. Mohon dijelaskan secara ilmiah. Thank!

Jawaban: Ilmiah artinya dapat diterima oleh akal, bukan harus dapat dibuktikan dengan pemanfaatan  “pencaindera dan peralatan fisika hasil akal manusia,  atau berdasar dogma yang harus dipercaya , melainkan dengan akal budi (keseimbangan dinamis antara akal ddengan batin).

Akungibnu mantan guru fisika dan matematika yang sering diminta menjelaskan oleh murid yang kritis perihal  fenomena yang tidak dapat dijelaskan oleh Teori Fisika dan Matematika. Fisika dan Matematika adalah akal yang menisbikan batin dan sanggup menyediakan/menyajikan  kenikmatan duniawi  yang berupa materi, sehingga manusia meragukan  bahkan melupakan Janji Tuhan adanya kehidupan yang lebih baik dari kehidupan duniawi,  akibat terbelenggu oleh materialisme yang berujung pada atheisme.

Atheisme adalah “keyakinan” lewat doktrin (bukan dogma)  bahwa Tuhan itu nihil sebab tidak dapat terakses lewat  pancaindera dan peralatan fisika (betapapun canggihnya) hasil akal manusia, sehingga dianggap tidak ilmiah, tidak dapat diterima oleh akal.

Terus  terang saat muda akung termasuk kaum agnotisme  (bukan etheisme) yang meragukan keberadaan Tuhan. Silakan baca buku yang berjudul Namaku Bapak Mas Yon terbitan dapur buku Jakarta.

Akungibnu  bukan pengikut salah satu agama yang diakui oleh pemerintah NKRI, namun berusaha mengkritisi  ajaran agama, jadi  bukan anti agama hingga  tidak mengakui keberadaan dan kebesaran Tuhan melainkan meragukanakan  Tuhan Yang Maha Kuasa yang diajarkan lewat dogma. Akung   justru berupaya untuk  “menemukan” Tuhan lewat akal budi agar sanggup memuliakan Nya, sehingga tidak disalah gunakan oleh mereka yang mengaku beragama namun perilakunya bertentangan dengan petunjuk agama alias munafik.

Pada usia sekitar 70 tahun akung menulis Fiksi Blackhole yang berlatar belakang abad ke 30 yang sangat kontroversioal tidak sesuai dengan peradaban materialistik saat ini. Agar dapat difahami oleh pembaca  Fiksi Blackhole,  Akung membuat Teori Minimalis yang ternyata lebih kontroversial dan bertentangan dengan Teori Blackhole gagasan Stephen Hawking yang menyatakan bahwa BH dapat dimanfaatkan untuk berpindah ke Alam Semesta Paralel.

Teori Hawking  dimanfaatkan oleh para penulis,  khususnya yang beragama Ibrani  yang terkecoh  atau salah menafsirkan teori Hawking sehingga “ingin” mencapai langit ke tujuh alias sorga lewat Blackhole.   Fiksi yang memanfaatkan Teori Hawking sangat laris hingga menjadi buku best seller.

Akung banyak dicemooh  lewat dunia maya  dan  diberikan nama ejekan  “Encik Minimalis” bahkan diminta  menghentikan dan menarik tulisan lewat internet, sebab dianggap sesat.

Ada seorang yang mengaku bernama Sudarjanto mengkritisi tulisan akung dan menyarankan/memberi motifasi  agar  akung tetap menulis, sebab menurut dia menulis ibaratnya berjuang dengan pedang pena yang tajam.  Akung tak sependapat dengan  ananda Sudarjanto sebab pedang  dapat melukai  fisik dan batin pembaca.

Akung menganggap  menulis bagaikan berjuang dengan  ujung pena yang sangat runcing, bukan tajam, sehingga dapat digunakan sebagai  jarum injeksi yang tidak melukai  pembaca namun sanggup memasukkan “obat” untuk menyembuhkan “penyakit akal budi”  pembaca.

Kritik dan saran anada Sudarjanto menyebabkan akung gelisah dan  sulit tidur alias amnesia,  hingga sangat letih.

Saat menghadapi layar komputer  akung dalam kondisi sangat letih, hingga mengalami kondisi bawah sadar. Saat sadar akung “terkejut” sebab dilayar monitor terdapat tulisan E = – x + y.

Kejadian itu Akungibnu beritahukan kepada Utie Endang. Utie menyarankan menggantikan huruf x dengan y atau huruf y dengan x , agar menghasilkan  E=nol , alias nihil sehingga tidak perlu difikirkan atau dikotak-katik. 

Lain halnya anak akung  yang bernama Ertis Yulia Manikam  menganggap kejadian itu  akibat akung dalam kondisi  sangat letih sehingga mengalami trance alias kondisi bawah sadar. Dia sering mengalami kondisi serupa saat keletihan.

Suatu saat para penonton memberikan sanjungan atas tarian yang baru saja dilakukan, padahal  saat itu dirasakan otaknya tak sanggup berkonsentrasi hingga  “tak berdaya” mengontrol gerakan tubuhnya, sehingga  tak mungkin menari sebagai saat otaknya dalam kondisi  segar.

Menurut teman sekerjanya yang mempelajari ilmu hepnoterapi  kondisi itu dinamakan trance alias kondisi bawah sadar.

Akungibnu meng-kotak-katik persamaan E = – x + y   tidak  menisbikannya   sebagai saran Utie Endang, melainkan  justru  memanfaatkan kondisi E=0 sebagai awal dari kotak-katik itu.

Akung mencoba memasukkan x # y, hasilnya E#0. Jika x = 0 hasilnya E=y atau E>0, jika y=0 hasilnya E=-x atau E<0.

Dari hasil kotak-katik  itu akung dapat memanfaatkan persamaan itu untuk menjelaskan Teori Minimalis.

a.E=0 atau x=y  mewakili energi fisika. b. E#0, x#0 dan y#0 sehingga E = – x + y mewakili energi transien. c. x=0 atau E=y mewakili energi gaib, x=0 atau E=y mewakili energi gaib.

Persamaan tsb. akung namakan Formula Supernatural Modern (FSM)  sesuai dengan yang terdapat pada Fiksi Blackhole. Silakan baca fiksi Blackhole.

Secara kebetulan Stephen Hawking meralat teorinya dan menyatakan bahwa segala yang dihisap oleh Blackhole akan dikembalikan ke Alam Semesta yang sama dalam bentuk radiasi Hawking.  Dinyatakan pula bahwa tidak ada Alam Semesta Paralel.

Koreksi Teori Hawking  sangat mengecewakan pembaca yang mempercayai adanya Alam Semesta Paralel yang dapat dicapai  melewati BH, sebaliknya Teori Minimalis menjadi naik daun, sebab TM  menyatakan:  Alam Semesta merupakan sistem tertutup dimana jumlah energinya tetap yang berubah hanya kesadaran energinya atau dimensinya. Energi tidak mungkin meninggalkan Alam Semesta, walau seandainya ada Alam Semesta Paralel.

Teori Minimalis  hasil kotak-katik Akungibnu lebih diminati dibanding Fiksi  Blackhole karya Ibnusomowiyono Notoatmojo  maupun Teori Blackhole karya Stephen Hawkin  sesudah diralat.

TM berkembang menjadi berbagai teori turunannya, diantaranya Teori Quantum Eteric Minimalis  (TQEM) dan Teori Anti Mater Minimalis (TAMM).

Dengan kedua Teori tersebut dapat dijelaskan berbagai fenomena Alam Semesta yang tidak terjelaskan oleh teori lain, baik yang  berdasar filsafat materialis atau yang filsafat agama.

Perbedaan Magnetpermanen dan Electromagnet dapat dijelaskan oleh TQEM. Inilah penjelasan akungibnu, silakan mengkritisinya.

Electromagnet dapat dijelaskan lewat Model Atom Minimalis (MAM), sebagai penunjang Model Atom Niel Boor, sedangkan Magnetpermanen dapat dijelaskan dengan Teori Magnet  Weber yang di up date menjadi Teori Magnet Minimalis.

a.Model Atom Minimalis: Inti Atom dan elektron adalah quantum eteric. Electron berputar pada orbitnya mengelilingi inti atom. Putaran ini membangkitkan medan magnet atom. Dalam skala makro: elekron yang berputar pada lilitan penghantar akan menghasilkan Electromagnet.

b.Teori Magnet Weber: Magnetpermanen jika dipecah akan menghasilkan magnet paling dasar/paling kecil yang dinamakan manikul.

c. Teori Magnet Minimalis: magnetpermanen adalah penyatuan (bukan sekedar penggabungan) manikul Weber yang memiliki kutub sama besarnya namun kekuatanya lebih besar dibanding manikul. Hal ini hanya dapat dijelaskan lewat FSM: E= -x + y.     Variable x dan y dapat berharga berapa saja asal  E=0 atau x=y akan menghasilkan dipole magnet Weber. Dipole magnet dengan x dan y paling kecil dinamakan quantum minimalis, sedangkan yang x dan y nya lebih besar dinamakan quanta minimalis.

Dengan Teori Magnet Minimalis (TAM)  dapat dijelaskan fenomena magnetpermanen.

Teori Magnet Weber telah dimasukkan dalam keranjang sampah sehingga semua dipole magnet harus  memiliki sepasang kutub yang sama sejalan dengan elektromagnet. TM dengan FSM menyatakan tidak semua dipole magnet Weber memiliki kutub sama besarnya melainkan ada yang kedua kutubnya yang tidak  sama besarnya atau memiliki E#0. Dipole magnet yang kedua kutubnya tidak sama besarnya atau x#y dinamakan eter. Eter terkecil disebut eteric.

Dengan mempelajari Teori Minimalis dan turunannya cucu dapat mengungkapkan fenomena yang tidak terjelaskan oleh teori yang telah tersedia sebelumnya.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s