Keseimbangan dinamis dan keseimbangan statis.

Pertanyaan: Mohon dijelaskan perbedaan antara keseimbangan dinamis dengan keseimbangan statis.

Jawaban:

A. Keseimbangan dinamis : keseimbangan antara akal dan batin.  Akal sanggup mengakses energi metafisika (E= y)  sedangkan batin sanggup mengakses  energi  gaib (E=-x). Keseimbangan dinamis dapat digunakan untuk menjelaskan perilaku living organisme termasuk manusia berdasar sang pengendalinya, yaitu soul atau spirit atas dasar psychominimalis.

Menurut Spm setiap individu living organisme memiliki kepribadian ganda akibat memiliki kemampuan memanfaatkan akal dan batinnya, sehingga paling tidak ada  tiga kondisi kejiwaan yang sangat mempengaruhi perilaku dan perbuatan manusia dan living organisme lainnya.

1. Kepribadian seimbang akibat keseimbangan akal dan batinnya yang menyatu. Notasinya: ‘(><)’. Menjadikan seseorang bersikap mandiri, teguh pendiriannya dan tidak ikut-ikutan.

2. Kepribadian tidak menyatu akibat akal dan batin sekedar bergabung. Notasinya: ‘(>+<)’.

Kepribadian tidak  menyatu dibedakan antara:

a. Kepribadian terpecah yang menyebabkan suatu saat  perilaku nya  hanya  dikendalikan oleh akal bahkan menisbikan batin, pada saat yang lain  hanya dikendalikan oleh batin bahkan menisbikan akal.

Jika kedua kondisi itu terjadi pada saat yang sama, otak tidak sanggup mengendalikan perbuatan, kondisi ini dinamakan sakit jiwa atau gila.

b. Alter ego” kepribadian yang berubah-ubah antara kondisi ego dan super egon. Seorang yang mengalami kondisi alter ego pendirian dan perilakunya tidak konsisten, berubah-ubah akibat selalu dalam kebimbangan.

B. Keseimbangan statis: keseimbangan antara kutub magnet x  (bukan energi gaib)dan kutub magnet y  (bukan energi metafisika) dimana nilai x=y atau E=0 yang menghasilkan energi fisika  (quantum minimalis atau quantum eteric) .

Keseimbangan statis menyebabkan manusia menjadi materialistik beranggapan bahwa Alam Semesta hanya teriai oleh materi. Semua yang tak terakses oleh pancaindera dan peralatan fisika hasil akal manusia dinisbikan atau dianggap nihil.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke Keseimbangan dinamis dan keseimbangan statis.

  1. Akung Ibnu berkata:

    Disamping keseimbangan dinamis akal dan batin yang merupakan dasar Spiritual Ilmiah terdapat keseimbangan fikiran dan dogma yang merupakan dasar Spiritual Religi.

    Fikiran menjadikan manusia tidak takut pada lingkungannya sehingga cenderung merusak alam. Dibutuhkan dogma untuk mengimbangi fikiran agar manusia dapat diatur hingga tidak merusak Alam lewat Moralitas Agung, diantaranya agama.

    Akal manusia menjadikan manusia sanggup mengakses Alam Semesta yang teramat luas dan partikel yang sangat halus, sehingga manusia merasa paling unggul, tidak ada yang menandingi. Manusia bukan hanya tidak takut pada Alam melainkan juga tidak takut pada Sang Pencipta Alam. Dibutuhkan batin untuk mengimbangi akal agar manusia menyadari ada yang melebihdi dirinya, yaitu Tuhan YME,

    Apakah Tuhan YME itu? Tuhan YME:
    a. menyediakan segalanya baik yang diinginkan maupun yang tidak diinginkan oleh ciptaan Nya termasuk manusia.
    2. memberi kesadaran pada ciptaan Nya yang berupa energi pembentuk macrocosmos, agar sanggup mengurus diri, jenis dan lingkungannya.
    3. memberikan pilihan untuk kepada microcosmos (makhluk hidup) menjadi pemimpin yang sanggup mengatur pengikutnya, menjadi pengikut yang patuh pada yang memimpin atau mandiri.
    4. Segala yang terjadi adalah ulah ciptaan Nya, namun pasti telah mendapatkan izin dari Nya, tanpa izin Nya tak mungkin dapat terjadi. Jadi Tuhan YME bukan mengatur segalanya melainkan menentukan segalanya.
    5. Izin hanya akan diberikan kepada ciptaan Nya yang sanggup berusaha,berikhtiar dan berbuat untuk mewujutkan keinginannya dan berani menanggung risikonya. Itulah sebabnya manusia harus merusaha untuk memperoleh izin dari Tuhan YME. Jika telah mendapatkan izin namun tidak berani menanggung risikonya, maka boleh tidak memanfaatkan izin tanpa mendapatkan sangsi. Mengapa ? Tuhan YME tidak pernah memaksakan kehendak Nya.

  2. Akung Ibnu berkata:

    Psm membedakan antara 1.dogma dengan batin dan 2. fikiran dengan akal sehingga dapat menjelaskan perihal a.iman dan kemunifikan,b. intelectualism dan intelegentia.
    1. a. iman apadalah penguatan dogma oleh batin sebagai hasil penyatuan dogma dengan batin b. kemunafikan adalah penggabungan dogma dengan batin
    2. a. intelectualism sebagai hasil penyatuan fikiran dengan akal. b. intelegentia adalah hasil penggabungan antara fikiran dengan akal

    * Psm dapat menjelaskan: hubungan antara fikiran dengan pancaindera dan kemampuan bawah sadar. Fikiran adalah penyatuan panacaindra dengan kemampuan paralogika positif, Akal adalah penyatuan antara fikiran dengan peralatan fisika.
    Dengan notasi Psm dengan singkat dapat dibedakan berbagai kejiwaan manusia dan living organisme, namun bukan atas dasar Science yang berbasis pancaindera, peralatan fisika hasil akal (tanpa batin) dan dogma sebagai pengimbang fikiran, melainkan berdasar akal budi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s