Reinkarnasi versi Agama Bumi dan versi Teori Minimalis.

Pertanyaan: Apakah reinkarnasi merupakan hasil karma? Apa beda Hukum Karma dengan Hukum Kar’na?

Jawaban:

a.Hukum Karma berakibat pada kehidupan berikutnya, bukan pada kehidupan yang sama. Karma erat kaitannya dengan proses  reinkarnasi versi Agama Langit, diantaranya Agama Hindu dan Agama Buda. 

b. Hukum Kar’na atau Hukum Karena (Hukum sebab akibat) berlaku pada kehidupan yang sama, bermanfaat  bagi semua yang menginginkan nasib lebih baik pada satu kehidupan. Sebagai contoh: perbuatan buruk akan berakibat   buruk, nasib buruk dikarenakan perbuatan buruk, misalnya jahat, malas.

Namun ada kalanya orang jahat, malah bernasib baik, sebaliknya orang baik malah bernasib buruk.  Untuk menjawab rahasia ini dibutuhkan reinkarnasi versi Teori Minimalis.

c.Reinkarnasi  versi TM ibaratnya mengumpulkan “nilai komulatif” dari beberapa kehidupan  yang akan menentukan “nilai akhir” saat soul melepaskan mata kailnya dengan body untuk mempertanggung jawabkan perbuatan living body yang  pernah dikendalikan selama beberapa siklis kehidupan.

Atas dasar apa dan siapa yang akan “menghakimi? Jawaban atas dasar “catatan” yang terekam pada memory “non energy” dan  yang menghakimi Tuhan YME yang telah memberi kesempatan kepada soul untuk mengendalikan living body, termasuk manusia sebagai bagian dari microcosmos yang dikendalikan oleh spirit.

Hal ini secara awam dapat divisualisasikan sebagai seorang driver yang bertanggung jawab terhadap keselamatan kendaraan, penumpang,  serta lingkungannya.

Komputer dapat “merekam” penggunaan komputer oleh user dalam memory history, demikian halnya non energy sanggup merekam  jejak soul dalam memory non energy.

Itulah gunanya menggunakan komputer sebagai  model organisme dan user  sebagai model spirit  bagi yang memahami perihal komputer, atau menggunakan kendaraan sebagai model organisme dan driver sebagai model spirit bagi orang awam. Dengan demikian manusia dalam zaman materialisme dapat memahami living organisme  yang dikendalikan oleh spirit dan spirit dikendalikan oleh soul.  

Hukum Kar’na dapat juga berakibat pada kehidupan sesudahnya, namun tidak berdasar  proses reinkarnasi versi Agama Bumi, melaikan reinkarnasi versi Teori Minimalis.

Sebagai contoh: RB yang dikendalikan oleh spirit akan melakukan reinkarnasi versi Teori Minimalis, bukan reinkarnasi versi Agama Langit.

RB yang belum puas dengan kehidupannya akan melakukan reinkarnasi atas kehendaknya sendiri, bukan atas kehendak Sang  Maha Pengatur kehidupan. Saat kembali menemukan organisme dia akan memilih organisme yang sesuai dengan kemampuannya, spirit manusia akan mencari organisme manusia, sebagai yang dinyatakan oleh Teori Paralogika.

Spirit ada yang jahat ada yang baik. Spirit jahat akan menjadikan living organisme yang ditumbuhkan dan dikendalikan  menjadi jahat, sedangkan spirit baik akan menjadikan living organisme yang ditumbuhkan dan dikendalikan baik. Pengalaman pada kehidupan sebelumnya akan terekam dalam astral memorynya untuk mengendalikan living organisme yang baru. Namun memory itu akan berangsur digantikan dengan  memory baru sesuai pengalaman hidup baru, sehingga spirit jahat dapat berubah menjadi baik, atau sebaliknya spirit baik berubah menjadi spirit buruk. Spirit baik juga dapat semakin baik dan yang jahat semakin jahat.  Atas dasar ini dapat dijelaskan adanya indigo baby,  anak jenius.………….“iblis” yang bertubuh manusia, manusia “setengah dewa” dll.

Ada manusia yang struktur organisme nya  manusia namun perilakunya bukan perilaku manusia. Fenomena ini  bukan atas hukuman/kutukan Tuhan, melainkan atas kemauan soul sendiri.  Itulah sebabnya menurut akal budi, bukan berdasar dogma,   soul harus mempetanggung jawabkan  perbuatan living organisme dan living astral body yang dikendalikan selama  beberapa siklis kehidupan, sebagai halnya pertanggungan jawab soul yang mengendalikan WB  yang tidak melakukan proses reinkarnasi (sesuati dengan Agama Langit).

d. Reinkarnasi versi Agama Bumi : sangat bermanfaat  agar manusia berbuat kebaikan, menjauhi yang buruk  selama hidup demi terlahir kembali (ber reinkarnasi) dalam tingkatan kehidupan yang lebih tinggi martabatnya  atau nasib yang lebih baik pada kehidupan berikutnya, bukan semakin rendah martabatnya atau nasibnya semakin buruk.

Fenomena reinkarnasi versi Agama Bumi yang teramat rumit  dan sulit dimengerti oleh peradaban materialistik  dapat dijelaskan oleh Teori Som Wyn secara  sistematis yang  menyatakan adanya tujuh lapis microcosmos dengan living organisme sebagai tingkat paling bawah dan non body sebagai tingkat paling atas hingga sanggup mencapai Alam Abadi untuk memperoleh kebahagiaan abadi.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s