Alam Semesta versi Science berbeda dengan Alam Semesta versi Teori Minimalis.

Pertanyaan: Menurut Pak De Ibnu Alam Semesta versi Science berbeda dengan Alam Semesta versi Teori Minimalis. Dapatkah pak de membuktikannya?

Jawaban:

1.Bukti berdasar sceince yang termasuk dalam MS  harus berdasar pengamatan pancaindera dan  peralatan fisika hasil akal manusia. Kemampuan batin (apalagi dogma) dinisbikan, bahkan superior intelektuan merupakan penguatan fikiran dengan batin “(>>)’ hingga menjadikan sekelompok /individu  manusia merasa paling tahu,paling unggul yang berakibat atheisme.

2. Bukti Alam Semesta  menurut RS  termasuk berbagai agama dan keyakinan adalah keyakinan adanya Alam Abadi disamping Alam Semesta/ Alam Fana, tanpa perlu dibuktikan secara ilmiah ( dapat dinalar) tinggal percaya atau percaya.  Kemampuan nalar/akal dinisbikan, sebab RS berdasar keseimbangan dinamis fikiran dengan dogma “(><)”, bukan keseimbangan dinamis antara akal dan batin ‘(><)’ ,bahkan iman merupakan penguatan dogma dengan batin “(<<)’ sehingga  menjadikan kelompok manusia merasa paling benar dalam mencapai keabadian yant tidak diakui oleh MS.

3. Bukti Alam Semesta berdasar Teori Minimalis adalah kemampuan memanfaatkan akal budi, termasuk dalam  SS. Akal budi adalah keseimbangan dinamis antara akal/nalar dengan batin ‘(><)’ sehingga mempercayai adanya Alam Abadi disamping Alam Semesta yang tidak abadi, namun tidak mempermasalahkan adanya Alam Abadi yang tidak terjangkau oleh akal/nalar manusia.

Teori Som Wyn menginformasikan adanya microcosmos yang merupakan interaksi antara body yang dibangun oleh energi yang merupakan bagian dari macrocosmos dengan soul yang merupakan bagian dari non energi.

Teori Minimalis Plus menginformasikan adanya non energi yang mengisi Alam Semesta, namun sanggup keluar/masuk  Alam Semesta menuju Alam Abadi.

Teori Minimalis dan Teori Minimalis Plus  merupakan dasar Teori Som Wyn.

Teori Minimalis bukan bagian dari MS maupun RS dan merupakan pendukung SS dan bernaung dibawah bendera informatika, sehingga sekedar menginformasikan, tidak harus dipercaya atau harus  dibuktikan secara ilmiah (hanya mengandalkan pancaindera dan peralatan fisika hasil akal manusia yang tidak disertai pemanfaatan batin).

Si penerima informasi memiliki hak dan kewajiban untuk memanfaatkan suatu informasi yang bermanfaat bagi dirinya dan menisbikan bahkan membuang yang tidak dibutuhkan apalagi merugikan.

Yang membuktikan kebenaran Teori Minimalis dan turunannya adalah waktu.

Kemenakan pasti dapat membedakan antara: mobil dengan kuda, mayat dengan manusia yang masih hidup,  batu dengan fosil……….dll . Mengapa berbeda? Science tidak mengakui adanya soul atau spirit yang mengendalikan living organisme sehingga tidak mungkin menjelaskan perbedaan antara fenomena macrocosmos dengan fenomena microcosmos.

Psychologi yang berbasis science menisbikan adanya soul namun mengakui adanya jiwa yang menjadikan perbedaan antara benda dengan makhluk hidup.  Parapsychologi gagal dalam mengungkap rahasia paska kematian, sebab terbelenggu oleh  RS dan Science.

Dengan berkembangkan SS, manusia akan sanggup mengungkap fenomena kematian yang tidak lain merupakan pelepasan pengendalian soul atau spirit. Mustahil untuk menguingkap perjalanan soul setelah kematian. namun melacak perjalanan spirit masih mungkin, sebab spirit memiliki tubuh astral yang tersusun dari energi transien, inergi transien tidak lain adalah eter.

Sebelum sanggup mendeteksi eter atau memahami apakah eter tersebut, mustahil manusia sanggup mengakses spirit, sebagai halnya tanpa mempelajari benda dan organisme tidak mungkin manusia membedakan antara benda dengan makluk hidup.

Kemampuan manusia itu berjenjang dan selalu berusaha untuk tahu rahasia Alam Semesta dan isinya.

MS adalah langkah  maju menuju ke SS jika manusia belum puas dengan MS dan RS. Kalau manusia telah puas deng RS (yang menginformasikan adanya Alam Abadi tanpa dibuktikan  dan MS (yang menyangkal adanya Alam Abadi)  akibat telah puas dengan Alam Semesta versi  Science, maka manusia akan terbelah menjadi dua kubu RS yang meyakini adanya Alam Abadi dan MS yang tidak mempercayai adanya Alam Abadi. Kondisi ini sangat merugikan peradaban manusia, menghalangi terjadinya Revolusi Spiritual Ilmiah.

Namun kenyataannya para ilmuwan telah mengembangkan Teori Membrane (T-M) yang menyatakan bahwa Alam Semesta memiliki sebelas dimensi,  sedangkan Teori Minimalis (TM) menginformasikan adanya sebelas dimensi Macrocosmos dan dua belas dimensi Microcosmos.

Menurut TM Alam Semesta versi Science tidak lain adalah Sub Alam Fisika/ Sub Alam nyata yang dapat terakses oleh pancaindera dan peralatan fisika hasil akal manusia. Sub Alam nyata memiliki lima dimensi, yaitu : satu dimensi waktu yang universal,  satu dimensi massa  yang membedakan Alam Semu dan Alam Nyata dan tiga dimensi ruang nyata (panjang, lebar dan tinggi).

Perbedaan dimensi (sebelas dimensi macrocosmos dan dua belas dimensi  microcosmos dengan  lima dimensi Alam nyata)  inilah yang membedakan Alam Semesta versi Science (lima dimensi)  dengan Alam Semesta versi Teori Minimalis (sebelas dimensi macrocosmos dan 12 dimensi microcosmos) .

Namun perlu ditegaskan: Tak ada kaitannya antara Teori Minimalis yang merupakan pendukung SS dengan Teori Membrane yang mendukung MS. Hanya secara kebetulan saja keduanya memiliki sebelas dimensi, namun yang jelas T-M tetap tidak memasukkan dimensi ke 12, yaitu non energi, termasuk soul.

 

 

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s