Bagaimana caranya menghilang?

Pertanyaan: Aku terpukau oleh  percobaan kipas angin Akung Ibnu lewat facebook. Aku tak mengira saat kipas angin berputar sudu-sudunya tidak terlihat, seakan tembus cahaya. Seandainya aku diputar oleh sebuah alat pemutar apakah aku dapat menghilang?

Jawaban: cucu tak usah diputar oleh alat pemutar, nanti cucu akan terlempar keluar akibat gaya sentrifugal,  dan jatuh terkapar hingga yang menghilang bukan tubuh cucu melainkan yang mengendalikan tubuh cucu.

Ada cara menghilangkan tubuh:

a: dengan bersembunyi hingga tidak diketahui tempat persembunyian cucu.

b. memakai pakaian hitam yang tidak memantulkan cahaya atau mernyerap seluruh cahaya seperti black hole, dan berdiri didepan latar belakang  hitam , yang juga tidak memantulkan cahaya,

c. ditempat gelap gulita tanpa diterangi oleh cahaya.

d. bergerak dengan cepat sehingga kecepatannya melebihi kemampuan pancaindera dan kecepatan rekam camera.

e. merubah seluruh tubuh dari quantum eteric  (q)*(e)  yang memiliki (E=0) menjadi anti matter (q)+(e) yang memiliki (E#0) dengan risiko berubah dari living organisme menjadi living astral body.

Perhatikan: saat sudu-sudu berputar memang tidak terakses oleh pancaindera, karena keterbatasan pancaindera, juga tidak dapat direkam dengan camera yang kecepatan rekamnya lambat. Jika ada camera memiliki kecepatan rekam super tinggi, akan dapat merekam sudu kipas angin yang sedang berbutar dibawah kecepatan rekam camera.
Perhatikan bagian tengah kipas angin dapat terekam jelas, walau kipas angin berputar cepat. Mengapa? Karena bagian tengah radiusnya kecil hinggga kecepan gesernya kecil bahkan pusatnya tidak bergeser . Bagian tengah kipas angin  menghalangi seluruh latar belakangnya , sedangkan sudu-sudunya hanya sebagian kecil yang menghalangi latar belakangnya dan bergerak lebih cepat dari yang ditengah , semakin jauh dari pusat gerak gesernya semakin tinggi sehingga seakan-akan tembus pandang.

Jika hanya ingin merasa dapat menghilang  banyak caranya:  a. mimpi, b. angan-angan, c. sugesti, d. obat-obatan terlarang dan e. ilusi  sebagai tulisan dibawah ini:

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ahli saraf di Karolinska Institute di Swedia, Arvid Guterstam memberikan orang ilusi bahwa seluruh tubuh mereka telah menghilang dari pandangan orang lain. Ilusi itu secara dramatis akan mengurangi kecemasan sosial orang tersebut.

Seperti dilansir Huffingtonpost pada Senin (27/4), penelitian ini melibatkan 125 pria dan wanita yang diberikan headset virtual reality. Dalam headset itu, para peserta ditunjukkan video langsung dari sepasang kamera yang mengarah ke lantai. Ketika mereka melihat ke bawah, mereka melihat ruang kosong, di mana mereka berharap berada di sana.

Kemudian, peneliti menusuk peserta dengan kuas besar, sementara tangannya yang lain menusuk tempat di ruang kosong. Hal itu dilakukan secara bersamaan terhadap kamera yang digunakan peserta dengan kamera kosong (seperti yang ada di foto). Beberapa waktu kemudian, peneliti hanya menusuk kuas di tempat kamera kosong. Hasilnya, peserta merasakan sensasi bahwa mereka ada di sana dalam keadaan tidak terlihat.

“Dalam waktu kurang dari satu menit, mayoritas peserta mulai mentransfer sensasi sentuhan ke bagian ruang kosong di mana mereka melihat langkah kuas dan mengalami tubuh mereka ada di tempat yang kosong itu,” kata mahasiswa PhD di Institute dan penulis utama studi tersebut.

Untuk membuktikan bahwa ilusi telah bekerja, peneliti menggantikan kuas dengan pisau. Mereka menemukan bahwa peserta berkeringat karena mereka merasa terancam oleh pisau itu, padahal mereka tidak berada di ruang itu.

Penelitian ini sebenarnya ingin membuat orang yang deman panggung atau tidak nyaman dengan tekanan bisa mengendalikan dirinya agar tidak gugup.

Tahap berikutnya adalah bagaimana menentukan peserta merasa tidak terlihat di depan umum. Para peneliti membuat peserta berdiri di depan banyak orang sambil mengukur detak jantung mereka dan bertanya bagaimana tekanan yang mereka rasakan. Setengah dari peserta merasakan tubuh mereka seperti dalam headset. “Apa yang terjadi? Tak terlihat,” kata Guterstam.

Menurut penelitian, orang yang merasa tidak terlihat orang lain memiliki detak jantung yang lebih rendah dan tak terlalu cemas ketika melakukan sebuah kesalahan. “Memiliki tubuh tak terlihat tampaknya memiliki efek mengurangi stres ketika mengalami situasi yang menantang secara sosial,” kata Guterstam.

Namun, hal ini akan berbahaya jika dilakukan untuk sesuatu yang jahat. Karena itu, para peneliti berencana untuk menggunakan pencitraan otak untuk mempelajari apa yang terjadi ketika ilusi ini terjadi. Ini untuk melihat apakah ilusi menembus batas ini akan mempengaruhi moral seseorang.

Seperti diketahui, Plato pada tahun 360 Sebelum Masehi mempertanyakan apakah manusia adil secara bawaannya, atau bertindak secara moral sebagai alat untuk mencapai tujuannya. Dalam sebuah kisah, seorang gembala bernama Gyges menemukan sebuah cincin yang akhinya membuatnya menghilang. Segera setelah itu, Gyges menyelinap ke Keraton Kerajaan, menggoda ratu, dan akhirnya pembunuhan raja.

Dengan demikian, Plato menyimpulkan bahwa seseorang tidak akan berhenti melakukan apa pun, baik itu mencuri maupun membunuh, ketika dia merasa nyaman karena tidak diketahui oleh orang lain.

Nah cucu sebaiknya tidak berusaha untuk menghilang atau merasa dapat menghilang, kecuali jika cucu yakin bahwa Tuhan itu ada dan sanggup  mengetahui apa yang cucu lakukan walau tidak ada orang yang mengetahui perbuatan cucu.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s