Jangan gunakan Tuhan sebagai dalih untuk melindungi manusia yang jelas tidak mematuhi petunjuk Nya.

Pertanyaan: pak de Ibnu dalam tulisan mengenai hukuman mati terhadap mereka yang terlibat dalam transaksi narkoba dan kejahatan yang merendahkan martabat dan meresahkan manusia:  tidak sepantasnya diperlakukan sebagai manusia, sehingga hukuman mati pantas diterapkan bagi mereka.

Yang saya tanyakan:
a. Apakah manusia berwenang untuk mengakhiri hidup manusia, bukankah yang berhak  melakukannya  hanya Tuhan?.
b. Tuhan mengajarkan kasih sayang, memaafkan kesalahan sesama manusia, bahkan rela menebus dosa  manusia dan berjanji akan membukaan pintu sorga bagi yang mempercayainya. Apakah pak de Ibnu manyangkal kebesaran Tuhan dibanding kecongkakan manusia sehingga merasa berhak mengakhiri hidup  sesama manusia?

Jawaban: Manusia dianugerahi: Batin yang lembut, tetapi juga nalar yang cerdas sehingga sanggup memanfaatkan semua yang disediakan oleh Tuhan Yang Maha Esa (hasil akal budi manusia, bukan dogma) yaitu : yang diinginkan (kelangsungan hidup nyaman)  atau yang tidak diinginkan  ( kelangsungan hidup yang tidak nyaman bahkan kepunahan).

Setiap ciptaan Nya diberikan kesadaran untuk mengurus diri, jenis dan lingkungannya, sehingga setiap living body (termasuk living organisme) berhak bahkan berkewajikan membuat tatanan/hukum untuk mengurusi diri, jenis dan lingkungan masing-masing agar masyarakatnya dapat tertip, tidak kacau.

Jika mau jujur semua tatanan untuk mengatur masyarakat manusia adalah hasil pemikiran  mereka yang super ginius, yang sanggup meyakinkan umatnya demi kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya.

Kemenakan boleh beranggapan bahwa yang berhak mengakhiri hidup manusia hanya Tuhan, namun tidak melihat kenyataan bahwa narkoba dan kejahatan  biadab dilakukan oleh manusia yang mengingkari kekuasaan Nya dengan melakukan “pembunuhan baik secara berangsur atau seketika.

Pak de tak menyangkal Tuhan akan membukakan pintu sorga, namun hanya berlaku bagi yang dapat sampai ke pintu sorga. Ibaratnya Tuhan menyediakan bahtera yang teramat canggih, namun tidak menjamin para penumpangnya yang tidak mematuhi tatanan yang berlaku dalam bahtera itu.

Mereka yang menyalah gunakan tatanan  apalagi kebesaran Nya hanya untuk melindungi mereka yang jelas berbuat merendahkan kebesaran Nya yaitu biadab hingga  meresahkan sesama manusia, apalagi hanya ingin dikatakan moralis  bahkan memiliki  motivasi tertentu, artinya “menyalah gunakan” ajaran Tuhan yang sebenarnya: hidup penuh dengan cinta-kasih  dan menghormati sesama ciptaan Nya.

Yang menjadi pertanyaan pak de: Apakah transaksi narkoba dan kejahatan diluar peri kemanusiaan alias biadab  itu sesuai dengan ajaran Tuhan?

 

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s