Ketertarikan adalah pintu memasuki kecintaan.

Pertanyaan: Aku tertarik tulisan Akungibnu di berbagai wibesite dan blog yang menurut aku berbeda dengan tulisan yang lain, semua serba baru, sebab aku mulai bosan membaca yang itu-itu saja.
Agar tidak salah faham aku ingin mendapat penjelasan langsung dari Akungibnu mengenai: macrocosmos, microcosmos, dan manfaat mempelajarinya. Thank Kung!

Jawaban:  Tak ada sesuatu yang baru pada tulisan akung, yang ada adalah yang tidak seperti tulisan  yang  pernah cucu baca  atau yang tidak biasa  cucu baca sebelumnya. Cucu kebetulkan membaca, dan kebetulan cocok/mathuk , sehingga tertarik untuk membaca yang lain, jadi faktor kebetulan memang tetap berlaku disamping faktor probabilitas. Namun memang pantas tulisan akung dianggap sampah bagi yang tidak cocok sebab “berhamburan di dunia maya” tanpa menyebutkan sumber, kecuali sekedar membandingkan dengan yang “dipercaya keberannya”.

Istilah macrocosmos dan microcosmos sudah dikenal sebelunya, namun istilah “ilmiah” itu sengaja akung gunakan dalam tulisan akung yang maknanya berbeda dengan yang telah digunakan secara umum.

Ini akung kutipkan difinisi/pengertian macrocosmos dan micrpcosmos yang telah ada sebelumnya:

Makrokosmos dan mikrokosmos

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Makrokosmos dan mikrokosmos adalah skema Neo-Platonik Yunani kuno yang melihat pengulangan pola yang sama di setiap tingkatan kosmos, mulai dari ukuran terbesar (makrokosmos atau tingkat semesta) sampai ukuran terkecil (mikrokosmos atau tingkat sub-sub-atomik atau bahkan metafisik). Dalam sistem ini, penengahnya adalah manusia yang meringkas seluruh kosmos.

Makrokosmos/mikrokosmos adalah kata majemuk Yunani yang terdiri dari μακρο- “Makro-” dan μικρο- “Mikro-“, masing-masing berarti “besar” dan “kecil”, dan kata κόσμος kósmos yang berarti “tatanan” sekaligus “dunia” atau “dunia tertata”.

Kini, konsep mikrokosmos didominasi oleh sosiologi untuk menyebut sekelompok kecil individu yang perilakunya sama seperti badan sosial yang lebih besar yang menyelubunginya. Suatu mikrokosmos dapat dipandang sebagai semacamepitom istimewa. Sebaliknya, makrokosmos adalah badan sosial yang terbentuk dari himpunan-himpunan kecil.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. Republic, Plato, trans. By B. Jowett M.A., Vintage Books, NY. § 435, pg 151

Pustaka[sunting | sunting sumber]

  • Theories of Macrocosms and Microcosms in the History of Philosophy, G. P. Conger, NY, 1922, which includes a survey of critical discussions up to 1922.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

 

Ini adalah tulisan akung mengenai macrocosmos dan microcosmos versi Teori Minimalis:

Pertanyaan: Saya kagum pada Teori Minimalis yang secara gamblang mendifinikan dan menjelaskan arti kata macrocosmos dan microcosmos sehingga sangat mudah difahami. Namun pak de belum menjelaskan fungsi dan manfaat dari microcosmos dan microcosmos dan hubungan satu dengan yang lain. Mohon penjelasan. Terimas kasih.

Jawaban: Seharusnya kemenakan bertanya fungsi dan manfaat energi dan non energi, sebab microcosmos dan macrocosmos keduanya mengandung unsur energi, sedangkan microcosmos juga memiliki unsur non energi disamping energi.
Sebelum menjelaskan fungsinya, pak de akan menjelaskan difinisi energi dan non energi berdasar TM.
Untuk menjelaskan dibutuhkan dua formula Teori Minimalis:
Formula Supernatural Modern (FSM) : E = – x + y dan Formula Som Wyn (FSW) z # – x + y yang termasuk dalam Non Energi E’ # – x + y. Kedua formula ini dibutuhkan untuk menjelaskan microcosmos.

Macrocosmos adalah  isi Alam Semesta yang berupa Energi dan dinyatakan denganFSM E = – x + y. Ruas Kiri (E) harus sama dengan Ruas Kanan – x + y. Jika memenuhi persyaratan tsb dikatakan valid, jika tidak dikatakan invalid.

Energi berfungsi untuk pembentukan body dan merupakan penyedia “tenaga” pada body agar sanggup melakukan aktifitasnya, dan mempertahankan keutuhan body atau sebaliknya menghancurkan body.  Tanpa energy dalam (internal energy)   body akan pecah atau tak sanggup melakukan aktifitasnya, energi luar (external energy)  dapat menghancurkan body.

Energy juga dapat bergoyang (berubah-ubah secara periodik) menjadi gelombang (wave), atau sebaliknya wave dapat berinteraksi sesamanya membentuk energi.

Non energy tidak memenuhi FSM, sehingga dinyatakan oleh Formula Non Energy (FNE)  E’ # – x + y.  Dengan analisa matematika E’  harus tidak memenuhi FSM E = – x + y. Jadi syarat Non Energy adalah Ruas Kiri (E’) tidak boleh sama dengan Ruas Kanan  – x + y.

Non Energy tidak terjangkau oleh kemampuan manusia, namun dengan Peta Energy dan Non Energi Alam Semesta Minimalis dapat divisualisasikan keberadaan Non Energy di Alam Semesta. Non Energy harus  terletak  di luar grafik energi gaib (E = -x), diluar  grafik energi metafisika (E = y),  diluar grafik energi fisika (E=0) dan diluar bidang spektrum energi transien E = – x + y (dengan nilai E#=0 , x#0 dan y#0) .

Baik Non Energi E’  maupun soul (z) tak terjangkau oleh kemampuan manusia (kecuali atas dasar dogma). Namun saat soul melakukan interaksi dengan body yang dibangun oleh energi membentuk microcosmos, maka akan dapat dimengerti lewat kemampuan manusia sesuai pemahaman jenis energi yang membangun body.

1. Living Organisme yang merupakan interaksi body yang tersusun dari bio energy (energi organisme)  terdeteksi lewat panca indera dan peralatan fisika hasil akal budi manusia-

2. Living Astral Body atau Spirit merupakan interaksi vitalistik antara astral body yang tersusun dari energi transien dengan soul terdeteksi oleh kemampuan bawah sadar.

3. Living dark body dan  Talent Body merupakan interaksi antara body yang tersusun dari dark energy atau energi metafisika dengan soul terdeteksi oleh kemampuan berfikir.

4. Living bright body dan Holly Body merupakan interaksi antara body yang tersusun dari bright energy dengan soul terdeteksi oleh kemampuan batin.

5. Non Body  merupakan interaksi antara Non Energy dengan soul hanya dapat diyakini atas dasar dogma, sebagai halnya soul.

Macrocosmos diberikan kesadaran untuk mengurusi diri sendiri, jenis dan lingkungannya. Manfaat macrocosmos  untuk menjelaskan mengapa Energi yang ada di Alam semesta dapat teratur (cosmos) , namun juga dapat menjadi kacau (chaos) . Jika energi diatur langsung oleh pencipta atau yang menyediakan , Tuhan, maka tidak mungkin terjadi kekacauan, macrocosmos akan selalu teratur. Kenyataan: macrocosmos dapat kacau (chaos)  akibat berebutan kepentingan. Kondisi akan kembali tertip (cosmos) saat masing-masing menyadari  kepentingan yang lebih besar, yaitu kepentingan bersama. Mengapa dapat demikian? Sebelum menciptakan Alam Semesta Tuhan YME telah merencanakan dengan seksama dan menyiapkan hukum untuk mengaturnya. Dia telah membekalkan kesadaran (consciousnes) kepada setiap ciptaan Nya untuk mengurusi diri, jenis dan lingkungan masing-masing. Tuhan YME bukan sekedar pencipta yang harus melakukan penciptaan dari titik awal hingga ciptaan Nya berujut, melainkan mendelegasikan wewenangnya kepada ciptaan Nya untuk memanfaatkan segala yang disediakan baik yang diinginkan atau yang tidak diinginkan oleh ciptaan Nya, memberikan kesempatan untuk memilih apa yang diinginkan oleh ciptaan Nya sepanjang dapat mewujutkan apa yang diinginkan dan berani menanggung risikonya.

Alam Semesta disebut macrocosmos atau keteraturan besar berdasar setiap energi diberikan kesadaran untuk mengurus diri, jenis dan lingkungannya.

Microcosmos atau keteraturan kecil berupa  interaksi antara body yang tersusun dari energi dengan soul.  Ada tujuh lapis microcosmos sesuai dengan jenis energi yang membangun body.

Tuhan YME mendelegasikan wewenangnya kepada soul untuk mengendalikan body yang merupakan bagian dari macrocosmos.

Energi merupakan fenomena universal sedangkan soul bersifat induvidual. Soul bertugas mengendalikan  body yang merupakan bagian dari macrocosmos (keteraturan besar) yang telah membentuk microcosmos (keteraturan kecil)  secara individual,  sehingga  soul harus bertanggung jawab atas aktivitas body yang menjadi tanggung jawabnya. Body dapat dianggap sebagai slave (kawula) sedangkan soul merupakan master (gusti). Kawula (body)  dan Gusti (soul)  harus manunggal agar microcosmos tetap exist.Manunggaling kawula Gusti inilah yang menjadi microcosmos berbeda dengan macrocosmos. Macrocosmos bersifat universal sedangkan microcosmos bersifat individual.

Semoga kemenakan puas dengan hasil kotak-katik pak de.

Pesan pak de Ibnu: aja gumunan lan gampang percaya, ning ya aja maido apa sing durung kok ngerteni.

Tentang iklan-iklan ini

Pada waktu-waktu tertentu, beberapa pengunjung Anda akan melihat iklan di sini.

Jelaskan | Tutup pesan ini

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s