TAK BERHINGGA # SEMBARANG BILANGAN

Pertanyaan: Akungibnu dengan bangga menyatakan sanggup mendefinisikan nol dengan FSM E = – x + y , sementara Matematika dengan  Formula Matematika (FM) p/P  tak sanggup mendifinisikan nol dengan cara membagi-bagi sembarang bilangan dan  hanya akan menghasilkan pecahan yang nilainya mendekati nol.

Yang ingin cucu tanyakan : apakah penjumlahan bilangan tak berhingga yang sama besarnya dan berlawanan tanda matematikanya dapat menghasilkan  nol?

Jawaban: Heibat sekali cucuku yang satu ini tetap gigih mempertahankan  tak ada nilai nol yang maknanya tak ada sesuatu  yang  nihil, semua harus ada karena tidak dapat dibuktikan adanya yang tidak ada. Dari sudut pandang fisika, quantum adalah energi terkecil hingga tak mungkin ditiadakan atau dinihilkan.

Menururt akung kemampuan manusia terbatas sehingga yang tak terbatas itu diluar kemampuan manusia. Tak berhingga artinya tidak terbatas, sehingga diluar jangkauan kemampuan manusia. Berbeda dengan nol masih mungkin dimengerti oleh manusia sehingga dapat didefinisikan lewat FSM bukan lewat FM. Coba renungkan perbedaan antara FSM dan FM.

FSM dengan rumus E= – x + y akan menghasilkan  nol (0)  atau E = 0 saat x = y, dapat atau tidak diterima oleh nalar? Sementara FM dengan rumus p/P  hanya akan menghasilkan pecahan yang sangat kecil, tetapi nilainya # 0, dapat diterima oleh nalar atau tidak? Kedua formula itu tak memasukkan nilai tak berhingga, jadi pada dasarnya mengakui bahwa nilai tak berhingga diluar kemampuan manusia.

Science dengan  TM memang bagaikan berkendaraan menuju ke satu  tujuan (mengungkap rahasia Alam Semesta) dari dua arah yang berlawanan. Dapatkah kedua dipertemukan?

Pertanyaan itu dapat terjawab dengan menggunakan matematika vektor atau analisa vektor.

Sepasang vektor yang arahnya berlawanan walau besarnya sama hanya mungkin menghasilkan  keseimbang prima( E=0) jika keduanya sama modulusnya dan  “bertemu disatu titik kerja.” Jika keduanya “bekerja” pada titik kerja yang berbeda, tidak akan menghasilkan keseimbangan prima, melainkan momen putar.

Nah, maka akung berusaha mempertemukan titik kerja atau sudut pandang  cucu akung yang  bernama  Arif Wicaksana Prabawa dan anak akung   yang bernama Sigit Setia Prabawa, yang secara apriori menentang Teori Minimalis gagasan akung yang dianggap tak ada manfaatnya.

Bagaimana caranya? Masing-masing harus menyadari bahwa kemampuan manusia sangat terbatas sehingga tidak mungkin memahami sesuatu yang tidak berhingga, namun tidak mengingkari bahwa nol terjangkau oleh fikiran/akal manusia. 

Menurut  FSM justru nilai nol  merupakan hasil kesimbangan prima yang dapat terakses oleh pancaindera dan peralatan fisika hasil akal manusia, sedangkan bukan nol (tidak termasuk tak berhingga) justru  merupakan spektrum energi yang hanya terakses secara langsung oleh kemampuan bawah sadar, diantaranya mimpi dan ilusi.

Untuk memaknai mimpi/angan-angan terlebih dulu harus dipisahkan antara wilayah rasionil (E>0) karena  y>x dengan wilayah irrasional (E<0) karena   y<x.

“Mimpi yang irrasionil” masih mungkin didekati lewat olah batin, sedangkan “mimpi yang rasional” masih mungkin  didekali lewat olah fikir, sedangkan kenyataan dapat terakses oleh pancaindra atau peralatan fisika hasil akal (tanpa batin).

Diantara  manfaat FSM adalah  untuk menganalisa mimpi dan angan- angan agar dapat diwujutkan menjadi kenyataan. Dapatkah cucu membedakan mimpi/angan-angan dengan Formula Matematika?

Menurut akung nilai nol sangat penting untuk memisahkan yang rasional  (x<y)  dan yang irrasional (x>y) , sedangkan “tak berhingga” merupakan “batas” (boundary value) antara yang masih mungkin dan yang tidak mungkin terjangkau oleh kemampuan manusia,  kecuali bagi mereka yang takabur. 

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s