Beda akal dengan nalar.

Pertanyaan: Kata pakde Ibnu : kritik itu pedas tetapi menjadikan “kecanduan”. Hanya orang yang PD akan kecanduan kritik, sedangkan yang TTD tak membutuhkan kritik. Saya ingin menjadi orang PD, bagaimana carannya:

Jawaban:

“Kecanduan kritik” itu cenderung merugikan, sebab menjadi tergantung dari kritik  orang lain. Sama saja buruknya dengan “kecanduan  motivasi” apalagi “kecanduan pujian.”

“Kecanduan” tersebut dapat diatasi/ dikurangi  dengan  “mawas diri”  dengan kesanggupan  memberikan kritik pada diri sendiri atau pujian/ kebanggaan  bagi diri sendiri, tanpa harus tergantung fihak lain.

Jika cucu ingin PD atau menjadikan seseorang menjadi PD maka seseorang harus  sanggup  “mawas diri” berdasar nalar, bukan akal.

Apa bedanya nalar dengan akal?

Nalar:  pengembangan fikiran ke-dalam masing-masing pribadi/individu  hingga sanggup  menilai diri sendiri secara “objektif”, menilai diri kita dari sudut pandang orang lain/lingkungan. Mereka yang menggunakan nalarnya akan menjadi PD karena “dihargai”  lingkungannya atas dasar “kenyataan” memang benar-benar  “dihargai” berdasar  kepercayaan dari orang lain dan  lingkungannya. Nalar dapat digunakan untuk mengimbangi batin. Jika kita hanya menggunakan batin, maka yang batinnya baik menganggap semua orang baik, atau sebalinya yang batinnya buruk menganggap semua orang buruk, dengan nalar kita dapat membedakan orang yang baik dan yang buruk.

Akal: pengembangan fikiran ke-dalam   masing-masing pribadi/individu secara “subjektif”, memandang diri kita dari sudut pandang diri sendiri. Mereka yang menggunakan akalnya akan cenderung mengakali lingkungan  untuk “kepentingan” diri sendiri, sehingga menjadi TTD. Akal dibutuhkan sebagai pengimbang budi, sehingga dengan akal budi seseorang dapat menilai budi pekerti atas dasar pengamatan (dalam kurun cukup lama, tak secara instant) pekerti/perbuatan seseorang.

Akal (cenderung menguntungkan diri sendiri dalam Psychologi dinamakan ego) sedangkan budi  (cenderung menguntungkan fihak lain setara dengan super ego) Baik akal maupun budi seseorang dapat dirasakan pengaruhnya pada  lingkungannya, sedangkan nalar dan batin hanya dirasakan oleh individu yang bersangkutan, kecuali telkah terpancar pada budi pekertinya.

Inilah analisa kepribadian berdasar Psychominimalis:

Fikiran  yang dikuatkan oleh akal “(>>)’ akan menjadikan seseorang superior intelektualis, merasa paling hebat, sehingga bukan sekedar PD melainkan juga TTD.

Fikiran dikuatkan oleh nalar “(>>)  berakibat superior non intelektual atau PD yang berlebihan, belum berakibat TTD.

Fikiran yang diimbangi oleh dogma “(><)”  merupakan dasar Spiritual Religius (RS) yang universal, sayangnya  terpecah menjadi agama dengan iman yang berbeda-beda sesuai dengan dogma buku suci masing-masing.

Akal yang diimbangi oleh batin ‘(><)’ merupakan akal budi yang dikembangkan lewat Teori Minimalis yang individual namun ilmiah (masuk akal).

Nalar yang diimbangi oleh doktrin  (><) merupakan dasar dari Spiritual ilmiah (SS). Doktrin SS adalah” manunggaling kawula Gusti” yang  cenderung menjadikan manusia TTD,namun sepanjang  diimbangi oleh nalar (bukan akal) yang menyadarkan bahwa yang dianggap Gusti hanyalah ciptaan Tuhan yang berupa soul, maka menjadikan seseorang PD tanpa terjerumus pada TTD.

Doktrin: manunggaling kawula Gusti yang diimbangi oleh nalar menjadikan seseorang menjadi PD (bukan TTD)  sepanjang menggunakan nalar bahwa yang dimaksud dengan Gusti bukan Tuhan melainkan soul (ciptaan Tuhan).

Catatan: Gusti ditulis dengan G huruf  besar untuk membedakan dengan  gusti yang mewakili tuhan-nya MS berupa benda yang sanggup memberikan yang diinginkan oleh yang mempertuhan dan menghindakan dari yang tidak iinginkan oleh yang memperetuhan (termasuk manusia), sedangkan kawula  (huruf kecil) adalah kata benda atau yang dibendakan. Penulisan ini sesuai dengan penulisan tuhan (bagian dari yang diciptakan/disediakan oleh Tuhan)  dan Tuhan (yang menciptakan dan yang menyediakan segalanya baik yang diinginkan atau yang tidak diinginkan oleh manusia).

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s