Beda membedakan dan memisahkan.

Pertanyaan: Saya seorang ibu rumah tangga yang “diposingkan” oleh masalah beras yang merupakan bahan pokok kebutuhan masyarakat demi kelangsungan hidup. Harga mahal  asal masih ada barangnya masih dapat dibeli sepanjang saya masih diberi rezki cukup atau pemerintah mengimpor beras dari luar agar harga dapat “ditekan” hingga terbeli oleh masyarakat klas bawah.  Persoalannya menjadi sangat sirius saat beras yang diimpor ternyata “palsu” dan membahayakan yang mengkonsumsi.

Bagaimana cara mengatasi masalah sirius ini?

Jawaban: Para ilmuwan telah berusaha menjawab  “kegelisahan masyaraka” atas beredarnya isue beras sintetis,  dengan melakukan penelitian perihal “beras” yang dicurigai palsu dan berdampak negatif pada yang mengkonsumsi, hasilkan justru semakin menggelisahkan karena terbukti memang beras  palsu itu mengandung unsur-unsur berbahaya. Saya sangat menghargai usaha itu, namun saya belum memperoleh informasi mengenai cara memisahkan beras asli dengan beras sintetis.

Seharusnya masyarakat  bukan  sekedar “diajari” membedakan beras asli dengan beras sintetis seperti yang dianjurkan oleh para ahli untuk membedakannya, melainkan mengajarkan bagaimana cara memisahkannya.

Menurut saya membedakan jauh lebih mudah cukup dengan memanfaatkan nalar, namun untuk memisahkannya dibutuhkan akal.

Seandainya kedua “jenis” beras itu dijual sendiri-sendiri , tak dicampurkan, maka dengan nalar keduanya dapat di bedakan, namun karena keduanya dicampur menjadi satu, maka rakyat harus  menggunakan akalnya untuk memisahkan keduanya.

Apakah untuk memisahkan kedua jenis beras harus menggunakan teknologi canggih? Saya rasa perlu dicoba dulu dengan teknologi “konvensional” sebagai yang dilakuklan untuk memisahkan gabah dengan beras atas dasar perbedaan kepadatan masanya.

Saat beras yang bercampur gabah “diputar-putar  dalam “tampah”, maka gabah akan terkumpul di tengah sedangkan beras akan menepi sesuai dengan hukum fisika. Lantaran massanya lebih besar gabah  memperoleh gaya lempar keluar lebih besar dibanding beras.  Gaya lempar keluar terhalang oleh tepi tampah menjadi gaya pantul ke tengah tampah. Seandainya tidak ada penghalang (tepi tampah)  gabah akan terlempar lebih jauh dibanding beras.

Jika ternyata  beras asli yang dicampur beras sintetis berbeda massanya, maka keduanya akan terpisah sebagai halnya campuran beras dengan gabah. Boleh dicoba, jika tak berhasil baru digunakan cara lain, misalnya merendam campuran tsb. dalam air, beras sintetis  yang bahannya plastik tak akan  menyerap  air, sedangkan yang asli menyerap air sehingga akan berbeda massanya.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s