Angeline ke mana dikau?

Pertanyaan: Menurut Teori Paralogika ada dua jenis manusia: WB dan RB, WB saat meninggal akan mencapai Tahapan Non Body (NB) yang siap meninggalkan Alam Semesta menuju ke Alam Abadi dan RB yang saat meninggal akan menjadi Spirit yang berkelana ke segenap Alam Semesta untuk memperoleh organisme “baru”. Yang ingin saya tanyakan: Angeline menurut pak de Ibnu termasuk WB atau RB?

Jawaban: Pelajari Teori Paralogika secara cermat:  Saat lahirlah yang membedakan living organisme digolongkan  jenisnya WB atau RM.  Hidup adalah kesempatan untuk memilih sehingga dapat yang dilahirkan sebagai WB “berubah” menjadi RB, atau sebaliknya yang dilahirkan sebagai RB “berubah” menjadi WB. Semua harus melalui “perjuangan” untuk mewujutkan keinginannya dan berani menanggung risikonya.

Tuhan hanya akan merubah nasib ciptaan Nya yang berusaha merubah nasibnya. Tuhan YME hanya akan mengizinkan keinginan umatnya yang sanggup berusaha dan sanggup berbuat untuk mewujutkan keinginannya dan berani menanggung brisikonya.

Menurut akal budi:  yang ingin “hidup kembali” adalah yang belum puas dengan kehidupan yang telah dijalani  dan berusaha untuk “mengulanginya“, sebalik nya yang dalam kehidupannya sudah “puas”  atau “bosan” dan menginkan kehidupan yang “lain”  yang abadi,  tidak “berselera” lagi mengulanginya.

Teori Paralogika (TP)  hanya membagi living organisme menjadi WB dan RB namun menurut Teori Revolusi Som Wyn ( TRSW)  menginformasikan bahwa manusia adalah hasil revolusi microcosmos dalam tahapan living organisme Berdasar Sejarah Peradaban Manusia (SPM) paling tidak ada empat tahapan: NS. RS. MS. dan SS.

* MS memandang hidup sekedar proses biologi, sehingga tidak mengakui adanya soul (termasuk ruh) dan spirit.  Jiwa dipandang bagian dari fisik (organisme).

* NS belum mengenal adanya Alam Abadi maupun Alam Semesta yang teramat luas,  NS  belum mengenal soul, menganggap setelah mati  “jiwa  atau spirit” masih ada disekelilingnya, yang telah mati diharapkan dapat membimbing yang masih hidup.

Berdasar TRSW sesuai dengan  SPM terdapat empat jenis manusia ( harap dibedakan dengan TP yang menginformasikan perihal living organisme/termasuk manusia). : 1. Natural Body (NB) sesuai dengan tahapan NS.  2. WB sesuai dengan RS. 3. Materialis  Body (MB ) sesuai dengan MS dan 4. RB sesuai dengan SS.

Untuk menjawab pertanyaan kemenakan menurut pak de lebih rinci  memanfaatkan TRSW, sebab TRSW telah membedakan manusia dengan living organisme lainnya.

Angelina adalah manusia, jadi ada 4 kemungkinan sesuai dengan sudut pandang TRSW:

1. Sudut pandang NS. Angeline masih disekitar kita sehingga dapat melakukan “hubungan spiritual” dengan “yang ditinggalkan”.

2. Sudut pandang Agama Angit: Angeline  telah siap memasuki Alam Abadi, sihingga tak berselera untuk hidup di dunia yang penuh penderitaan dan  telah tersedia kehidupan yang jauh lebih baik dari kehidupan duniawi yang telah dialami.

3. Sudut pandang MS: jiwa Angeline telah dikuburkan bersama tubuhnya. Jiwa Angelina  akan terdaur ulang bersama tubuhnya.

4. Sudut pandang SS: spirit Angelina akan melanglang ke segenap penjuru Alam Semesta untuk mendapatkan organisme baru agar dapat “melanjutkan” kehidupannya, bukan hanya di bumi yang teramat sempit dan kejam, melainkan di  bagian Alam Semesta dimana terdapat biosfera, baik dalam Galaksi Bimasakti atau galaksi lainnya.

Dilihat dari berbagai sudut pandang TRSW: tubuh maupun organisme   Angeline  yang segera akan  dikuburkan tidak mungkin dimanfaatkan oleh soul, spirit atau jiwa yang mengendalikan sebelumnya dan akan kembali menjadi bagian macrocosmos. Organisme terbentuk dari clear enegy dan trans energy. Sesuai dengan Teori Minimalis (TM) , energy tak mungkin keluar dari Alam Semesta.

Angeline tubuhnya telah diketemukan, mengungkap “kematian” Angeline  bukan bertujuan untuk” mencari  soul, spirit atau jiwa” atau mencari kemana perginya melainkan untuk menyelamatkan peradaban manusia.

Pembunuhan Angeline  merupakan kejahatan besar bagi peradaban manusia, yang melakukannya mungkin saja bertubuh manusia, namun yang mengendalikan jelas bukan soul, spirit atau jiwa manusia, sehingga tak dapat “dilindungi” atau diperlakukan sebagai manusia.

Iklan

Tentang Akung Ibnu

Kakek dengan duabelas cucu yang masih senang menulis. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Angeline ke mana dikau?

  1. Akung Ibnu berkata:

    Saat ini “hasil sementara” yang menetapkan pembunuhan terhadap Engeline hanya dilakukan oleh seorang tanpa melibatkan mereka yang ada di lingkungan/di sekitar TPK diragukan oleh mereka yang menggunakan “akal budinya” , sebaliknya justru “didukung” oleh mereka yang hanya menggunakan batinnya, tanpa memanfaatkan atau diimbangi oleh nalar apalagi akalnya. Yang batinnya baik, apalagi mereka yang “seiman” dengan mereka yang “dicurigai” terlibat dalam kejahatan itu, yakin bahwa “seorang ibu tak mungkin tega menghabisi anak kesayangan nya” dengan menunjukkan bukti-bukti foto dokumentasi yang digunakan sebagai “penguat” alasan agar ibu angkat Engiline “terbebas dari kecurigaan publik”, sebaliknya mereka yang hanya menggunakan nalarnya: berusaha mengumpulkan bukti-bukti bahwa pembunuhan tsb tak mungkin tidak diketahui oleh lingkungannya, bahkan kemungkinan yang menjadi otaknya justru “ibu angkat Engelina”. Mereka menisbikan batinnya : betapa pedih dan pahitnya seorang ibu yang kehilangan anaknya dituduh sebagai otak pembunuhan yang keji itu.
    Terpecahnya opini masyarakat dapat “mempengaruhi, bahkan menyudutkan kebebasan polsisi dalam mengungkap kejadian yang sebenarnya, namun justru memberikan “masukan kepada penegak hukum dalam mengungkap” kejahatan yang sangat mencederai martabat manusia siapapun yang melakukannya.
    Kesempatan ini dapat digunakan oleh mereka yang hanya menggunakan akalnya untuk “mengeduk keuntungan” dengan akal-akalan demi memperoleh “imbalan” materi, ini yang harus diwaspadai. Antara waspada dan syakwasangka bagaikan dua permukaan uang yang teramat tipis, walau tidak mungkin”sekaligus terlihat dua sisinya, namun dapat diterawang dengan memanfaatkan akal budi.
    Yang harus kita terawang adalah:: Apakah dibalik pembunuhan ini ada “motif: memperutkan materi yang ditinggalkan oleh ayah angkat Engeline yang telah tiada, sehingga dapat digunakan yang menguasai harta untuk “membayar” yang bersedia dikorbankan atau mereka yang akal-akalan membuat yang salah menjadi benar dan yang benar menjadi salah. Jika memang ada, maka “harta karun” itu harus “disita”, sebagai halnya agar koruptor tak dapat membayar pembela, koruptor harus dimiskinkan dulu, sebelum “dihabisi”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s